RADARBANYUWANGI.ID – Program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi) terus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda Banyuwangi. Sejak diluncurkan pada 13 Mei 2026, ratusan siswa mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP/sederajat telah mengikuti pembelajaran luar ruang di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Program ini pun akan berlanjut dengan Gelombang VI pada Rabu (1/7) mendatang.
Tak sekadar mengajak anak-anak berwisata, Wis Esa Sek Adi menghadirkan pengalaman belajar langsung mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, memahami siklus air, hingga mengenal proses pengelolaan air bersih sebelum mengalir ke rumah-rumah warga sebagai air siap minum.
Pada pelaksanaan gelombang sebelumnya, Rabu (24/6), peserta berasal dari sekolah-sekolah yang tergabung dalam Gugus Sekolah (Guslah) 2 dan 4 Kecamatan Kabat. Mereka diajak menyusuri kawasan Sumber Gedor untuk memahami bagaimana mata air terbentuk dan mengapa kawasan hutan memiliki peran penting sebagai daerah resapan.
Selama kegiatan, para siswa mendapat penjelasan bahwa air bersih yang digunakan masyarakat berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah di kawasan pegunungan yang hutannya masih terjaga. Air tersebut kemudian tersimpan di lapisan tanah sebelum muncul kembali sebagai mata air yang dimanfaatkan masyarakat.
Selain memahami proses terbentuknya mata air, peserta juga diajak mengenali pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga sumber kehidupan. Edukasi tersebut diperkuat dengan pembiasaan sederhana seperti menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, siswa juga dikenalkan dengan sejarah Sumber Gedor, yang telah dibangun sejak tahun 1927 dan hingga kini menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat Banyuwangi.
Program edukasi ini akan berlanjut pada Gelombang VI yang dijadwalkan berlangsung Rabu (1/7). Kali ini, peserta merupakan siswa jenjang SMP dari wilayah Kecamatan Kabat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Wis Esa Sek Adi merupakan hasil kolaborasi berbagai instansi sebagai upaya mengenalkan lingkungan hidup kepada anak-anak sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang nyata.
Menurut Ipuk, pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak juga perlu memahami lingkungan sekitar agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.
"Anak-anak tidak hanya harus pintar secara akademis, tetapi juga mengenal lingkungan dan tempat tinggalnya. Selama ini mereka mungkin belajar dari buku tentang asal air, tetapi lewat kegiatan ini mereka bisa melihat langsung bagaimana prosesnya," ujarnya saat meluncurkan program tersebut di Sumber Gedor pada pertengahan Mei lalu.
Ipuk berharap Wis Esa Sek Adi dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan mengenal asal-usul air dan pentingnya menjaga kawasan hutan, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam dan ikut menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin