RADARBANYUWANGI.ID – Upaya meningkatkan kemampuan literasi dan kecakapan digital siswa terus dilakukan MTs Roudlotul Muta’alimin Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Salah satunya melalui kunjungan edukatif ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Brawijaya 77, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, pada Rabu (25/6/2026).
Puluhan siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mendapatkan pengalaman langsung mengenal dunia jurnalistik sekaligus memahami proses produksi berita dari para praktisi media.
Dalam kegiatan itu, materi jurnalistik disampaikan oleh wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Lugas Rumpakaadi dan Niklaas Andries. Para siswa diajak memahami dasar-dasar penulisan berita, peran media massa, hingga pentingnya literasi digital di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Kepala MTs Roudlotul Muta’alimin, Hidayat, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program penguatan budaya literasi yang telah dijalankan madrasah selama dua tahun terakhir.
Menurut dia, berbagai langkah telah dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis siswa. Hasilnya mulai terlihat dari peningkatan kemampuan literasi peserta didik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Dua tahun ini kami sedang gencar menggalakkan literasi di madrasah. Dari yang sebelumnya kemampuan literasi anak-anak masih sangat lemah, alhamdulillah tahun ini sudah ada peningkatan. Kami berharap ke depan tren positif ini terus berlanjut,” ujarnya usai kegiatan.
Hidayat menjelaskan, madrasah yang dipimpinnya sebenarnya memiliki rekam jejak cukup kuat dalam bidang literasi. Pada periode 2013 hingga 2018, karya tulis siswa secara rutin menghiasi halaman media massa terbesar di Kabupaten Banyuwangi.
Saat itu, berbagai karya sastra seperti puisi dan cerita pendek hasil tulisan siswa kerap diterbitkan dalam rubrik sastra Jawa Pos Radar Banyuwangi setiap minggunya. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa budaya menulis pernah tumbuh subur di lingkungan madrasah.
Namun, pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang menyebabkan regenerasi penulis muda terhenti. Aktivitas publikasi karya siswa yang sebelumnya berjalan aktif mengalami kevakuman hingga beberapa tahun terakhir.
Melalui kunjungan ke redaksi media ini, pihak sekolah berharap semangat menulis siswa dapat kembali tumbuh. Madrasah berkomitmen untuk memberikan ruang dan pendampingan agar peserta didik mampu menghasilkan karya yang layak dipublikasikan di media massa.
Langkah tersebut juga menjadi respons terhadap masih rendahnya capaian literasi dan numerasi yang menjadi tantangan dunia pendidikan nasional. Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual melalui pengalaman langsung di lapangan.
Hidayat berharap edukasi literasi media mampu menjadi stimulus bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi secara bijak, serta mengembangkan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Harapannya anak-anak tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi