RADARBANYUWANGI.ID – Tingginya antusiasme peserta dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Wawasan Kebangsaan tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan. Tidak sedikit siswa maupun guru pendamping yang berharap kompetisi tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun.
Harapan itu mengemuka saat pelaksanaan babak semifinal dan final LCC di Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa (24/6). Sejumlah peserta bahkan terlihat langsung menanyakan kepada panitia mengenai kemungkinan penyelenggaraan kembali pada tahun mendatang.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kompetisi yang mengangkat tema kebangsaan masih memiliki daya tarik kuat di kalangan pelajar. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan pola belajar generasi muda, ajang seperti LCC dinilai mampu menjadi ruang edukatif sekaligus kompetitif untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan.
Salah satu guru pendamping dari SMPN 1 Genteng, Gita, mengaku mengapresiasi penyelenggaraan LCC yang berhasil menarik minat siswa untuk belajar lebih banyak di luar materi pelajaran reguler.
“Saya berterima kasih karena telah diadakan event LCC seperti ini. Banyak siswa yang antusias mengikutinya,” ujarnya.
Ketua Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional 17 Agustus 1945 (Perpenas) Banyuwangi, Yunita Iliana, menilai hasil kompetisi tahun ini memberikan pelajaran penting bahwa kualitas peserta tidak hanya dimiliki sekolah-sekolah yang berada di pusat kota. Sekolah dari wilayah kecamatan maupun sekolah swasta juga mampu menunjukkan kemampuan yang tidak kalah bersaing.
Menurut Yunita, keberhasilan SMPN 1 Muncar menjadi juara menjadi bukti bahwa potensi siswa tersebar merata di berbagai daerah.
“LCC ini tidak bisa diprediksi. Apalagi juara pertama dari SMPN 1 Muncar yang tidak disangka. Selama ini mungkin sekolah unggulan identik dengan yang berada di Kota Banyuwangi, tetapi kali ini muncul dari kecamatan lainnya,” tuturnya.
Lebih jauh, Yunita menegaskan bahwa kompetisi LCC Wawasan Kebangsaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda, khususnya generasi alfa yang saat ini duduk di bangku SMP dan MTs.
Kelompok usia tersebut kerap dianggap lebih dekat dengan teknologi digital dibanding isu-isu kebangsaan. Namun melalui pendekatan kompetisi yang menarik, siswa justru terdorong untuk mempelajari sejarah, konstitusi, nilai-nilai Pancasila, hingga wawasan kebhinekaan secara lebih mendalam.
“Lomba seperti ini sangat bermanfaat. Dengan adanya LCC, mereka menjadi semangat. Itu terlihat dari antusiasme para peserta selama perlombaan berlangsung,” ungkapnya.
Kompetisi tahun ini juga menghadirkan fakta menarik. Dominasi sekolah-sekolah favorit berhasil dipatahkan oleh sekolah-sekolah dari luar Kecamatan Banyuwangi maupun lembaga pendidikan swasta yang mampu menembus babak final bahkan meraih podium juara.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan berprestasi terbuka bagi semua sekolah, selama memiliki komitmen dalam membina siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi.
Salah satu anggota tim juara pertama dari SMPN 1 Muncar, Ainun Bilqis, mengaku tidak pernah membayangkan timnya mampu meraih gelar juara dalam ajang bergengsi tersebut.
“Tidak menyangka bisa juara karena ini pertama kali kami mengikuti lomba seperti ini. Sebelumnya kami belajar bersama dan didampingi guru dengan mempelajari materi yang ada,” ujar siswi kelas VIII itu.
Prestasi SMPN 1 Muncar sekaligus menjadi simbol bahwa semangat belajar, kerja keras, dan pendampingan guru mampu mengantarkan sekolah dari wilayah kecamatan menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten. Di saat yang sama, tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal kuat bahwa LCC Wawasan Kebangsaan layak terus dikembangkan sebagai wadah pembentukan karakter dan kecintaan terhadap bangsa bagi generasi muda Banyuwangi. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin