RADARBANYUWANGI.ID – Dominasi sekolah-sekolah favorit dalam ajang akademik kali ini berhasil dipatahkan. SMPN 1 Muncar tampil mengejutkan dengan merebut gelar juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Wawasan Kebangsaan tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi yang digelar di Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa (24/6).
Keberhasilan tersebut menjadi sorotan karena sebagian besar tim yang menembus babak final berasal dari sekolah-sekolah yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan. Namun justru dari kelompok inilah lahir penampilan impresif yang mampu mengubah peta persaingan hingga akhir lomba.
Ajang yang melibatkan DPRD Banyuwangi dan mendapat dukungan penuh dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional 17 Agustus 1945 (Perpenas), Dinas Pendidikan (Dispendik), serta Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi tersebut diawali dengan babak penyisihan yang digelar di Kampus Untag Banyuwangi pada 17 Juni lalu.
Dari puluhan peserta yang bersaing, sebanyak 20 tim dengan nilai terbaik melaju ke semifinal yang digelar pada hari yang sama dengan final. Persaingan berlangsung sengit sejak babak tersebut karena seluruh tim berusaha merebut lima tiket menuju partai puncak.
Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara hadir langsung menyaksikan jalannya semifinal dan final. Turut hadir Ketua Perpenas Banyuwangi Yunita Iliana, perwakilan Dispendik Banyuwangi, serta perwakilan Kemenag Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Made mengapresiasi semangat para pelajar yang telah meluangkan waktu untuk memperdalam wawasan kebangsaan. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat karakter generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Terima kasih kepada adik-adik yang telah meluangkan waktu untuk mendalami wawasan kebangsaan dalam LCC ini,” ujarnya.
Made menilai tantangan menjaga nilai-nilai kebangsaan saat ini semakin besar. Perkembangan teknologi dan derasnya informasi digital dinilai dapat memengaruhi pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita cukup prihatin atas bergesernya nilai kebangsaan yang merupakan pondasi sejak dini. Ini pekerjaan yang tidak mudah karena derasnya digitalisasi cukup menggerus wawasan kebangsaan generasi muda kita. Salah satu upaya untuk mengembalikan itu melalui ajang LCC ini,” katanya.
Pada babak semifinal dan final, peserta diuji melalui soal wajib, soal rebutan, dan soal pamungkas yang memiliki bobot nilai berbeda. Ketepatan, kecepatan berpikir, serta penguasaan materi menjadi faktor penentu kemenangan setiap tim.
Setelah melalui persaingan ketat, SMPN 1 Muncar berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi runner up diraih MTs Alawiyah, sementara SMP Lazuardi Tursina menempati peringkat ketiga. Juara harapan pertama diraih SMPN 1 Genteng dan juara harapan kedua direbut MTs Darun Najah Banyuwangi.
Hasil tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Made. Ia mengaku terkejut sekaligus bangga melihat banyak sekolah yang selama ini tidak masuk daftar unggulan justru mampu menunjukkan kemampuan luar biasa hingga menembus babak final.
“Dalam persaingan juara LCC ini tidak disangka banyak tim yang underdog. Mungkin dalam tanda kutip sekolah yang berada di luar Kota Banyuwangi bisa menjadi juara. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Keberhasilan SMPN 1 Muncar sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan dan semangat belajar siswa tidak hanya dimiliki sekolah-sekolah besar. Ajang LCC Wawasan Kebangsaan tahun ini menunjukkan bahwa kesempatan berprestasi terbuka bagi seluruh pelajar Banyuwangi yang mau belajar, berlatih, dan berkompetisi secara sehat. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin