Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Juri Internasional Kagum, Pelajar Banyuwangi Mampu Promosikan Budaya Lewat Bahasa Inggris

Bagus Rio Rohman • Selasa, 23 Juni 2026 | 19:37 WIB
JURI INTERNASIONAL: (dari kiri) Mr Chris Tirris dari Australia, Russell Saunderson (perwakilan PT Lundin), dan Aekanu Hariyono menyimak penampilan peserta lomba pidato Bahasa Inggris. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
JURI INTERNASIONAL: (dari kiri) Mr Chris Tirris dari Australia, Russell Saunderson (perwakilan PT Lundin), dan Aekanu Hariyono menyimak penampilan peserta lomba pidato Bahasa Inggris. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kemampuan para pelajar Banyuwangi berpidato dalam Bahasa Inggris sukses memukau dewan juri. Tak hanya fasih berbahasa asing, para finalis juga dinilai mampu mengemas tema budaya dan pariwisata Banyuwangi dengan menarik sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi juri lokal maupun internasional.

Sejak babak awal hingga akhir kompetisi, ketiga dewan juri tampak terpukau dengan kemampuan para peserta dalam menyampaikan gagasan. Penguasaan materi, kelancaran berbicara, hingga kepercayaan diri saat tampil di atas panggung menjadi nilai lebih yang mendapat apresiasi tinggi.

Salah satu juri internasional, Russell Saunderson dari PT Lundin Industry Invest, mengaku terkesan dengan semangat dan kualitas penampilan para finalis. Menurutnya, tidak mudah bagi pelajar untuk menguasai topik yang cukup kompleks seperti budaya dan pariwisata, apalagi harus menyampaikannya dalam Bahasa Inggris.

“Saya sangat menghargai kompetisi ini. Para peserta sangat antusias dan menyampaikan presentasi dengan lancar dalam Bahasa Inggris. Saya yakin tidak mudah bagi peserta untuk menguasai materi atau topik yang mereka presentasikan,” ujarnya.

Russell berharap kemampuan yang dimiliki para peserta tidak berhenti pada ajang lomba saja. Ia mendorong generasi muda Banyuwangi untuk terus belajar sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Menurutnya, potensi budaya dan pariwisata Banyuwangi sangat besar untuk dikenal lebih luas di dunia internasional jika didukung sumber daya manusia yang mampu berkomunikasi secara global.

Apresiasi serupa juga datang dari juri lokal, Aekanu Hariyono. Budayawan Banyuwangi tersebut memuji kemampuan peserta yang dinilainya sangat baik dalam menyampaikan pidato berbahasa Inggris.

Ia bahkan menyebut para finalis sebagai aset penting bagi kemajuan pariwisata Banyuwangi di masa depan.

“Para peserta sangat mahir berpidato dengan Bahasa Inggris. Ini aset untuk kemajuan wisata Banyuwangi,” katanya.

Aekanu berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun. Ia optimistis animo pelajar Banyuwangi untuk mengikuti kompetisi berbahasa Inggris akan terus meningkat seiring semakin terbukanya peluang di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, turut memberikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi yang telah menyelenggarakan ajang tersebut.

Menurutnya, lomba pidato Bahasa Inggris bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar aktif menggunakan Bahasa Inggris sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.

“Dengan lomba ini peserta dapat mengenalkan budaya maupun pariwisata di Banyuwangi kepada para juri internasional. Kemampuan peserta harus terus diasah agar terus berkembang,” pesannya.

Sementara itu, Juara I lomba pidato Bahasa Inggris, Nakaya Medina Permata Dian, mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggelar kompetisi tersebut.

Menurutnya, lomba ini menjadi ruang bagi pelajar yang memiliki minat dan kemampuan Bahasa Inggris untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

“Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Semoga ajang lomba ini dapat digelar kembali,” ungkapnya.

Ajang ini membuktikan bahwa pelajar Banyuwangi tidak hanya mampu bersaing dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kapasitas menjadi duta budaya dan pariwisata yang siap memperkenalkan Bumi Blambangan ke panggung dunia.

(rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#budaya banyuwangi #Lomba pidato #juri internasional #bahasa inggris #wisata banyuwangi