RADARBANYUWANGI.ID - Suasana kompetisi bergengsi di Banyuwangi kembali memanas. Sebanyak 25 finalis Lomba Pidato Bahasa Inggris siap unjuk kemampuan terbaik mereka pada babak final yang digelar hari ini, Senin (23/6), di Sewarna Resto and Cafe, kawasan Marina Boom, Banyuwangi.
Ajang yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama PT Lundin Industry Invest ini memasuki puncak setelah melalui babak penyisihan ketat. Para finalis yang terpilih akan kembali beradu kemampuan public speaking dengan tema “Kebudayaan dan Pariwisata”, yang menuntut tidak hanya kelancaran bahasa Inggris, tetapi juga pemahaman budaya lokal dan daya tarik wisata Banyuwangi.
Yang membuat final kali ini semakin istimewa, panitia menghadirkan dua juri internasional dan satu juri lokal. Dua juri internasional tersebut adalah Mr. Chris Tirris, seorang teacher dari Australia, serta Russell Saunderson dari PT Lundin Industry Invest. Sementara itu, juri lokal adalah Aekanu Hariyono, Cultural Expert sekaligus mantan Kepala Bidang Customs and Traditions Division yang berbasis di Banyuwangi.
Ketua pelaksana lomba pidato Bahasa Inggris, Bagus Rio, menegaskan bahwa final ini akan berlangsung dengan standar penilaian profesional. Peserta diwajibkan hadir tepat waktu karena disiplin menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan, terutama oleh juri internasional.
“Lomba dimulai tepat pukul 08.30. Peserta juga wajib menyerahkan naskah pidato Bahasa Inggris serta menggunakan seragam kebanggaan sekolah masing-masing,” ujarnya.
Dalam babak final ini, sistem penilaian tetap mengacu pada beberapa aspek utama, namun dengan bobot berbeda dibanding babak penyisihan. Penilaian meliputi content & relevance sebesar 15 persen, english language proficiency 15 persen, pronunciation & intonation 10 persen, delivery & public speaking skills 10 persen, serta technical quality & compliance 10 persen. Total penilaian mencapai 60 persen.
Namun demikian, Rio menegaskan adanya aturan ketat berupa sistem pengurangan poin (penalty) yang dapat memengaruhi hasil akhir peserta. Pelanggaran seperti durasi pidato kurang dari lima menit atau lebih dari tujuh menit akan berdampak pada pengurangan nilai.
Selain itu, keterlambatan saat registrasi lebih dari 15 menit akan mengurangi lima poin. Sementara pelanggaran berat seperti plagiat atau bukan karya sendiri akan langsung berujung pada diskualifikasi.
“Yang patut diperhatikan peserta adalah sistem pengurangan nilai. Ini penting karena sangat memengaruhi hasil akhir,” tegasnya.
Untuk penentuan pemenang, nilai akhir akan dihitung berdasarkan rata-rata seluruh juri. Jika terjadi nilai yang sama, maka penentuan dilakukan berdasarkan skor tertinggi pada aspek content & relevance. Bila masih sama, dilihat dari english language proficiency, dan jika tetap imbang, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan dewan juri.
“Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” pungkas Rio.
Ajang ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bahasa, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda Banyuwangi agar lebih percaya diri, berwawasan global, dan mampu mempromosikan budaya serta pariwisata daerah di tingkat internasional. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin