RADARBANYUWANGI.ID – Babak penyisihan Lomba Cerdas Cermat (LCC) bertema Wawasan Kebangsaan tingkat SMP dan MTs se-Banyuwangi berlangsung super ketat, Rabu (17/6). Sebanyak 168 pelajar yang tergabung dalam 56 tim harus berjuang ekstra keras untuk memperebutkan 20 tiket menuju semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni mendatang.
Persaingan yang berlangsung sengit tidak hanya ditentukan oleh ketepatan menjawab soal, tetapi juga kecepatan menyelesaikan ujian. Bahkan, selisih skor antartim begitu tipis sehingga waktu pengerjaan menjadi faktor penentu bagi sejumlah peserta yang lolos ke babak berikutnya.
Sebanyak 50 soal pilihan ganda berbasis komputer yang diujikan mengangkat materi seputar Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hingga muatan lokal Banyuwangi.
Menariknya, meski panitia memberikan waktu hingga 90 menit, mayoritas peserta mampu menyelesaikan seluruh soal jauh lebih cepat. Rata-rata tim hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuntaskan seluruh soal.
Ketatnya persaingan terlihat dari hasil akhir penyisihan. Tim yang menempati posisi pertama hanya melakukan satu kesalahan. Sementara tim di peringkat ke-20, yang menjadi batas terakhir lolos semifinal, hanya terpaut beberapa poin dengan jumlah kesalahan empat soal.
Karena itulah, selain nilai tinggi, kecepatan mengerjakan soal menjadi aspek yang sangat menentukan.
Salah seorang peserta yang lolos ke semifinal, Naiya dari tim SMP Negeri 1 Banyuwangi B, mengaku dirinya bersama dua rekan setim telah mempersiapkan diri jauh hari sebelum lomba.
"Kami menyelesaikan semua soal sekitar 11 menit. Selain nilai, memang kecepatan juga menentukan. Alhamdulillah kami hanya salah tiga soal," ujarnya.
Tidak jauh berbeda, para peserta lain juga menunjukkan kemampuan luar biasa. Dari 10 tim yang diwawancarai Jawa Pos Radar Banyuwangi, sembilan tim mengaku mampu menuntaskan soal dalam waktu kurang dari 15 menit dengan jumlah kesalahan hanya tiga hingga tujuh soal.
Sementara itu, tim SMP Lazuardi Tursina Banyuwangi berhasil menjadi yang terbaik pada babak penyisihan. Tim yang diperkuat Aga Azka Widyajana dan kawan-kawan itu meraih skor tertinggi, yakni 490 poin.
Aga mengungkapkan, keberhasilan timnya tidak lepas dari strategi belajar yang matang. Mereka membagi materi yang dipelajari sesuai kemampuan masing-masing dan menerapkan strategi khusus saat mengerjakan soal.
"Kami membagi materi yang dipelajari sejak awal. Saat lomba, kami mengerjakan soal yang paling mudah terlebih dahulu. Untuk menyelesaikan semuanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit," ungkapnya.
Guru pendamping SMP Negeri 1 Kalibaru, Nur Hayati, menilai LCC Wawasan Kebangsaan memiliki manfaat besar bagi pengembangan kemampuan akademik sekaligus memperkuat karakter kebangsaan para siswa.
"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menampung kecerdasan anak-anak dalam perlombaan cerdas cermat. Dari SMP Negeri 1 Kalibaru kami mengirim tiga tim," katanya.
Dia berharap lomba serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar yang terdorong meningkatkan kemampuan berpikir cepat, memperluas wawasan kebangsaan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
Babak semifinal sekaligus final LCC Wawasan Kebangsaan tingkat SMP dan MTs se-Banyuwangi dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 Juni mendatang di Gedung DPRD Banyuwangi mulai pukul 08.00.
Dengan persaingan yang sudah sangat ketat sejak penyisihan, babak semifinal diprediksi bakal berlangsung lebih panas. Hanya tim dengan penguasaan materi kuat, strategi tepat, dan kecepatan berpikir yang akan mampu merebut gelar juara. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin