RADARBANYUWANGI.ID – Bagaimana sebuah berita lahir hingga tersaji di tangan pembaca? Pertanyaan itu akhirnya terjawab bagi para siswa SMP Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi saat mereka mengunjungi Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), Senin (15/6).
Kunjungan studi yang diikuti siswa, termasuk tim jurnalistik sekolah dan guru pendamping tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan wawasan, keterampilan, sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar.
Tak sekadar berkunjung, para siswa diajak menyelami langsung dunia jurnalistik profesional. Mereka mengenal bagaimana wartawan bekerja, bagaimana sebuah informasi dikumpulkan, hingga proses panjang yang harus dilalui sebelum berita dipublikasikan.
Sejak memasuki ruang redaksi, rasa penasaran para siswa tampak begitu besar. Mereka antusias menyimak setiap penjelasan yang disampaikan kru Jawa Pos Radar Banyuwangi mengenai peran media massa di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini bertujuan agar siswa memiliki wawasan lebih luas tentang dunia jurnalistik sekaligus memahami pentingnya literasi dan informasi yang benar," ujar Kepala SMPN 1 Purwoharjo, Sunoto SPd.
Mengenal Dasar-Dasar Jurnalistik
Dalam sesi pengenalan, siswa mendapatkan materi mengenai jurnalistik, khususnya media cetak atau surat kabar.
Mereka dikenalkan pada fungsi pers sebagai penyampai informasi, sarana pendidikan, kontrol sosial, hingga media hiburan bagi masyarakat.
Selain itu, para siswa juga mendapat pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki seorang jurnalis, seperti kejujuran, akurasi, independensi, dan tanggung jawab.
Kru JP-RaBa, Niklaas Andries, menegaskan bahwa seorang wartawan tidak boleh menulis berdasarkan opini atau asumsi pribadi.
"Wartawan menulis berita berdasarkan fakta dan bukan asumsi pribadinya," tegas Niklaas di hadapan para siswa.
Pernyataan itu menjadi salah satu materi penting yang mendapat perhatian peserta. Sebab, di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, kemampuan membedakan fakta dan opini menjadi keterampilan yang wajib dimiliki generasi muda.
Belajar Alur Kerja Redaksi
Tak hanya teori, siswa juga diajak memahami alur kerja redaksi secara menyeluruh.
Mereka mendapat penjelasan mulai proses pencarian dan pengumpulan informasi di lapangan, teknik wawancara, penulisan berita, penyuntingan naskah, hingga tahapan produksi dan penerbitan koran.
Para siswa terlihat antusias saat mengetahui bahwa sebuah berita yang mereka baca setiap hari ternyata melewati proses yang panjang dan penuh ketelitian.
Setiap informasi harus diverifikasi terlebih dahulu, disusun sesuai kaidah jurnalistik, kemudian disunting sebelum akhirnya dipublikasikan.
Mereka juga diperkenalkan dengan perkembangan media saat ini, termasuk bagaimana Jawa Pos Radar Banyuwangi tidak hanya hadir melalui surat kabar, tetapi juga platform digital dan media online.
Hal tersebut membuka wawasan siswa bahwa dunia jurnalistik terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
Pengalaman Berharga Tim Jurnalistik Sekolah
Bagi anggota tim jurnalistik sekolah, kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Selama ini mereka hanya mengenal teori jurnalistik di lingkungan sekolah. Namun melalui kunjungan langsung ke media profesional, para siswa dapat melihat secara nyata dinamika pekerjaan wartawan dan pengelola media.
Mereka juga berkesempatan berdiskusi mengenai tantangan dunia jurnalistik saat ini, termasuk upaya media menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya informasi yang belum tentu benar.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar cara menulis berita yang baik, menjadi wartawan profesional, hingga tips menghadapi narasumber saat wawancara.
Menumbuhkan Literasi dan Semangat Menulis
Kepala SMPN 1 Purwoharjo, Sunoto SPd, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik semangat siswa untuk terus meningkatkan kemampuan literasi.
Menurutnya, keterampilan menulis dan memahami informasi yang benar menjadi bekal penting bagi generasi muda di era digital.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat literasi, meningkatkan kemampuan menulis, serta memotivasi siswa untuk menghasilkan karya jurnalistik yang informatif, akurat, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Dengan pengalaman langsung di lingkungan media profesional, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya peran pers dalam menyebarluaskan informasi yang benar.
Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi pelajaran bahwa di balik setiap berita yang dibaca masyarakat, terdapat proses panjang yang mengedepankan fakta, integritas, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan dapat menginspirasi para siswa SMPN 1 Purwoharjo untuk terus belajar, berkarya, dan menjadi generasi yang melek literasi di masa depan. (nic/sgt)
Editor : Ali Sodiqin