RADARBANYUWANGI.ID - Suasana di SMAN 1 Genteng berubah lebih ramai dari biasanya sejak Sabtu (13/6) pagi. Sejak gerbang sekolah dibuka, ratusan calon peserta didik baru bersama orang tua mereka mulai berdatangan untuk menjalani proses daftar ulang hari pertama.
Di bawah rindangnya pepohonan di salah satu SMA favorit Banyuwangi itu, para wali murid tampak sibuk memeriksa kembali dokumen yang harus dibawa. Sebagian mengantre di meja verifikasi, sementara yang lain mendengarkan arahan panitia sekolah yang sigap mengatur alur pelayanan agar tetap tertib.
Antusiasme tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan penting setelah para siswa dinyatakan lolos dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Meski dipadati ratusan orang, proses daftar ulang berlangsung lancar. Pihak sekolah menerapkan sistem antrean dan pembagian layanan sehingga tidak terjadi penumpukan.
Kepala SMAN 1 Genteng, Minarto, memastikan seluruh tahapan daftar ulang berjalan sesuai aturan yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Dia menegaskan, tidak ada pungutan apa pun selama proses daftar ulang berlangsung.
"Kami memastikan bahwa dalam proses ini tidak ada tagihan atau penyampaian terkait biaya apa pun kepada orang tua dan calon peserta didik. Semua murni gratis sesuai ketentuan," tegas Minarto saat ditemui di sekolah.
Penegasan tersebut disampaikan untuk menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat yang kerap muncul setiap musim penerimaan siswa baru.
Menurut Minarto, fokus sekolah saat ini adalah menyelesaikan tahapan administrasi agar status para calon peserta didik segera tercatat secara resmi sebagai siswa SMAN 1 Genteng.
"Proses ini murni pelaksanaan daftar ulang terlebih dahulu. Kami tidak memberikan tuntutan atau persyaratan tambahan apa pun selama proses daftar ulang berlangsung, agar tidak memberatkan wali murid," imbuhnya.
Lebih dari sekadar proses administrasi, momen daftar ulang juga dimanfaatkan sekolah sebagai pintu masuk membangun komunikasi dengan orang tua dan siswa baru.
Pihak sekolah mulai mengenalkan budaya belajar, tata tertib, hingga visi pendidikan yang selama ini menjadi identitas SMAN 1 Genteng.
Bagi Minarto, sinergi antara sekolah dan keluarga harus dibangun sejak awal agar proses pendidikan dapat berjalan optimal.
"Kami jadikan momentum daftar ulang ini sebagai sarana untuk menyampaikan dan menjelaskan peraturan serta kebijakan sekolah kepada orang tua dan calon peserta didik. Komunikasi awal ini penting agar visi sekolah dan sinergi dengan orang tua bisa berjalan beriringan sejak hari pertama," paparnya.
Suasana akrab terlihat di sejumlah sudut sekolah. Para siswa baru tampak mulai saling mengenal, sementara orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan guru maupun panitia terkait berbagai informasi sekolah.
Di sisi lain, proses daftar ulang ini juga mendapat perhatian khusus dari otoritas pendidikan.
Minarto menyebut, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi dan bebas dari praktik maladministrasi maupun pungutan liar.
"Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi juga akan turun langsung ke lapangan untuk memantau proses pelaksanaan dan pelayanan daftar ulang ini," katanya.
Kehadiran Cabang Dinas diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan PPDB yang bersih dan transparan.
Sementara itu, untuk menjaga kualitas pelayanan, sekolah telah membagi jadwal daftar ulang berdasarkan jalur penerimaan.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses dapat berlangsung nyaman dan efisien bagi para calon siswa maupun orang tua.
Proses daftar ulang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Senin (15/6).
Bagi sebagian siswa, hari itu menjadi awal perjalanan baru setelah melewati persaingan masuk sekolah favorit.
Sedangkan bagi para orang tua, daftar ulang bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga awal harapan baru agar anak-anak mereka dapat tumbuh dan meraih prestasi di bangku SMA.
Dan pagi itu, di halaman SMAN 1 Genteng, harapan-harapan itu mulai ditata, satu berkas demi satu berkas, menuju masa depan yang lebih cerah. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin