Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harumkan Nama Banyuwangi di Kancah Internasional, Siswa SMAN 1 Glagah Sabet Medali Perunggu APMO 2026

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 12 Juni 2026 | 21:37 WIB
Yusril Ihsan Adinatanegara, siswa SMAN 1 Glagah Banyuwangi, meraih Medali Perunggu APMO 2026. (Istimewa)
Yusril Ihsan Adinatanegara, siswa SMAN 1 Glagah Banyuwangi, meraih Medali Perunggu APMO 2026. (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID – Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh putra daerah Bumi Blambangan. Yusril Ihsan Adinatanegara, siswa bertalenta dari SMAN 1 Glagah, sukses menyabet Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang bergengsi Asian Pacific Mathematics Olympiad (APMO) 2026. Kompetisi sains tingkat regional Asia Pasifik ini diikuti oleh ratusan pelajar terbaik dari berbagai negara di kawasan lingkar Pasifik.

Kabar gembira tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala SMAN 1 Glagah Banyuwangi, Abdullah, S.Pd., M.T. Dengan nada penuh syukur dan haru, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dan pencapaian luar biasa anak didiknya di panggung dunia.

"Alhamdulillah, Barakallah. Ini adalah lompatan prestasi internasional yang sangat luar biasa dari siswa SMAN 1 Glagah. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas doa, dukungan, dan bimbingan penuh dari Bapak/Ibu guru, komite, serta orang tua yang terus mengalir tanpa henti," ujar Abdullah dengan penuh rasa bangga, Jumat (12/6/2026).

Olimpiade APMO yang diprakarsai sejak tahun 1989 ini dikenal memiliki standar kompetisi yang sangat tinggi. Tujuannya adalah untuk menemukan, mendorong, dan menantang pemikiran kritis siswa sekolah menengah yang memiliki bakat luar biasa di bidang matematika. Dalam pelaksanaannya, para peserta diuji kemampuan analisisnya untuk memecahkan 5 soal uraian tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dalam waktu pengerjaan yang cukup ketat, yakni 4 jam.

Berdasarkan data statistik resmi komite pusat APMO 2026, tingkat kesulitan ujian tahun ini tergolong sangat kompetitif. Hal ini terlihat dari rerata nilai global (mean score) yang berada di angka 13.50 dengan standar deviasi 8.07. Merujuk pada regulasi ketat APMO 2026, untuk mendapatkan Medali Perunggu, seorang peserta harus memenuhi kriteria berlapis, yakni wajib masuk dalam jajaran peringkat 7 besar di negaranya serta meraih skor minimal 11 poin.

Yusril Ihsan Adinatanegara terbukti mampu melampaui target tersebut dengan sangat baik. Berdasarkan tabel rekapitulasi nilai delegasi Indonesia, Yusril berhasil mengamankan posisi peringkat kedua (Rank 2) nasional dengan total raihan 12 poin. Konsistensi performa Yusril dalam memecahkan teka-teki logika matematika ini mengantarkannya menjadi salah satu dari 106 peraih Medali Perunggu di tingkat global.

Pencapaian internasional ini kian mempertegas posisi SMAN 1 Glagah sebagai sekolah rujukan yang konsisten mencetak generasi emas berdaya saing global. Keberhasilan Yusril diharapkan menjadi pemantik motivasi dan inspirasi bagi pelajar-pelajar lain di Banyuwangi agar tidak ragu mengukir prestasi di tingkat internasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#prestasi pelajar Banyuwangi #SMAN 1 Glagah Banyuwangi #Olimpiade Matematika Internasional #APMO 2026 #yusril ihsan adinatanegara