RADARBANYUWANGI.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Banyuwangi. Anggun Aulia Pratama Putri, siswi kelas VIII SMP Negeri 2 Cluring, sukses mengharumkan nama sekolah dan daerah setelah meraih Juara 1 lomba Cerita Cekak (menulis cerpen) tingkat Kabupaten Banyuwangi dalam Festival Literasi Using 2025.
Prestasi tersebut tidak hanya mengantarkan Anggun menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten. Berkat kemampuannya menulis cerita menggunakan bahasa Osing, pelajar asal Cluring itu juga mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dipanggil ke Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kesempatan tersebut, Anggun menerima penghargaan berupa hadiah uang pembinaan sebesar Rp 4 juta sebagai perwakilan Kabupaten Banyuwangi yang dinilai berkontribusi dalam upaya pelestarian bahasa daerah melalui karya literasi.
Keberhasilan Anggun menjadi bukti bahwa generasi muda Banyuwangi masih memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan bahasa dan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Festival Literasi Using yang digelar pada 1 November 2025 menjadi ajang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan menulis sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Melalui karya cerita cekak berbahasa Osing, peserta ditantang menyampaikan gagasan, nilai budaya, dan kreativitas dalam bentuk karya sastra yang menarik.
Anggun mampu memikat perhatian dewan juri melalui kualitas cerita, kekuatan narasi, serta penguasaan bahasa Osing yang baik sehingga berhasil mengungguli peserta lain dari berbagai sekolah di Banyuwangi.
Menariknya, prestasi Anggun tidak hanya terbatas di bidang literasi. Siswi berbakat tersebut juga dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi seni tari dan kerap meraih juara dalam sejumlah perlombaan tingkat kabupaten.
Kemampuan yang dimiliki Anggun menunjukkan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan apabila didukung semangat belajar yang tinggi serta konsistensi dalam mengembangkan bakat.
Keberhasilan Anggun juga menjadi salah satu bukti keberhasilan SMPN 2 Cluring dalam membina dan mengembangkan potensi peserta didik di berbagai bidang.
Tidak hanya di bidang literasi dan seni, sekolah tersebut selama ini dikenal aktif mendorong siswa mengikuti berbagai ajang kompetisi akademik maupun nonakademik. Sejumlah prestasi yang diraih para siswa turut memperkuat reputasi SMPN 2 Cluring sebagai salah satu sekolah yang konsisten mencetak generasi berprestasi.
Kepala SMPN 2 Cluring Masiyah mengaku bangga atas capaian yang diraih peserta didiknya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang terus dijaga oleh para siswa.
Ia berharap keberhasilan Anggun dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Dengan prestasi itu diharapkan bisa menjadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan mengukir prestasi yang lebih tinggi. Teruslah membawa nama baik sekolah dengan semangat, disiplin, dan kerja keras,” ujarnya.
Masiyah menambahkan, sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan kepada siswa untuk mengembangkan potensi mereka, baik di bidang akademik, literasi, seni, olahraga, maupun berbagai kompetensi lainnya.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Keberhasilan Anggun dalam lomba Cerita Cekak Festival Literasi Using menjadi contoh nyata bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan melalui kreativitas generasi muda. Di tangan para pelajar, bahasa Osing tidak hanya tetap hidup, tetapi juga mampu berkembang melalui karya-karya sastra yang membanggakan.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi harapan baru bagi upaya pelestarian budaya Banyuwangi agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui jalur pendidikan dan literasi. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin