Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SDN 1 Karangrejo Terapkan Program Serasi, Ciptakan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Diskriminasi

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 26 Mei 2026 | 01:30 WIB
BERI RUANG: Kepala SDN 1 Karangrejo Moch Ludfie (tengah) saat mewakili sekolah meraih penghargaan juara 1 Sekolah Ramah Anak 2025. (Ludfie for Radar Banyuwangi)
BERI RUANG: Kepala SDN 1 Karangrejo Moch Ludfie (tengah) saat mewakili sekolah meraih penghargaan juara 1 Sekolah Ramah Anak 2025. (Ludfie for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – SDN 1 Karangrejo terus memperkuat komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan berpihak kepada anak. Melalui program Sekolah Ramah, Aman, Sehat, Inklusif (Serasi), sekolah tersebut berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga tumbuh kembang karakter siswa secara menyeluruh.

Program Serasi menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang lebih humanis dan inklusif di tengah tantangan dunia pendidikan modern.

Kepala SDN 1 Karangrejo, Moch Ludfie, mengatakan konsep sekolah ramah anak saat ini menjadi kebutuhan penting agar siswa dapat berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun psikologis.

Menurutnya, sekolah harus mampu menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik tanpa adanya diskriminasi maupun tekanan berlebihan.

“Sekolah tidak hanya tempat belajar mengejar nilai, tetapi juga tempat anak merasa aman, nyaman, dan bahagia saat berkembang,” ujarnya.

Melalui program Serasi, SDN 1 Karangrejo berupaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih sehat, terbuka, dan menghargai keberagaman karakter siswa.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai pola komunikasi guru dengan siswa, pembiasaan disiplin positif, hingga menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif.

Ludfie menjelaskan, konsep pendidikan modern tidak cukup hanya mengejar capaian akademik semata. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, empati, rasa percaya diri, dan kesehatan mental siswa sejak usia dini.

Karena itu, pihak sekolah berusaha memastikan setiap anak mendapatkan ruang belajar yang nyaman serta merasa dihargai selama berada di lingkungan sekolah.

Program Serasi juga diarahkan untuk menciptakan budaya sekolah yang bebas dari perundungan, diskriminasi, maupun kekerasan terhadap anak.

Selain itu, aspek kesehatan lingkungan sekolah turut menjadi perhatian agar siswa dapat belajar dalam kondisi yang bersih, sehat, dan mendukung aktivitas belajar mengajar.

Menurut Ludfie, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari bagaimana sekolah mampu membentuk siswa yang berkarakter dan memiliki rasa bahagia selama menjalani proses pendidikan.

“Konsep sekolah sebagai rumah kedua harus benar-benar dirasakan siswa. Mereka harus merasa diterima dan nyaman ketika berada di sekolah,” katanya.

Program Serasi di SDN 1 Karangrejo diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan sekolah ramah anak yang mampu menciptakan iklim pendidikan lebih positif dan inklusif di Banyuwangi.

Dengan lingkungan belajar yang aman dan sehat, sekolah optimistis siswa akan lebih mudah berkembang, kreatif, serta memiliki semangat belajar yang lebih baik. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Program Serasi #Sekolah ramah anak #pendidikan inklusif #banyuwangi #SDN 1 Karangrejo