Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

NASA Temukan Delta Sungai Tersembunyi di Mars, Indikasi Kuat Kehidupan Purba

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:57 WIB

Ilustrasi Mars.
Ilustrasi Mars.

RADARBANYUWANGI.ID - Misi rover Perseverance milik National Aeronautics and Space Administration kembali mengungkap temuan penting terkait sejarah Mars.

Setelah bertahun-tahun meneliti Kawah Jezero, ilmuwan kini menemukan indikasi adanya delta sungai yang lebih tua dan tersembunyi jauh di bawah permukaan planet tersebut.

Sejak mendarat pada 2021, Perseverance difokuskan untuk meneliti jejak kehidupan purba dengan mengeksplorasi sisa-sisa danau yang telah lama mengering. Kawah Jezero sendiri diyakini pernah menjadi danau aktif miliaran tahun lalu.

Penemuan terbaru ini dimungkinkan berkat instrumen radar penembus tanah bernama RIMFAX. Teknologi tersebut bekerja dengan memancarkan gelombang radar ke dalam tanah Mars secara berkala, lalu menganalisis pantulan dari berbagai lapisan bawah permukaan.

Metode ini memungkinkan ilmuwan melihat struktur geologi yang tidak tampak dari permukaan. Hasil pemindaian menunjukkan lapisan batuan yang sangat transparan terhadap radar, sehingga sinyal mampu menembus hingga puluhan meter ke dalam tanah.

Dalam pengamatan selama sekitar 250 hari Mars antara September 2023 hingga Februari 2024, Perseverance melintasi wilayah Margin Unit, area kaya karbonat yang selama ini dianggap penting dalam pencarian jejak kehidupan.

Analisis yang dipimpin oleh astrobiolog Emily L Cardarelli mengungkap struktur geologi kompleks di kedalaman hingga sekitar 85–90 meter. Lapisan ini memiliki pola miring paralel atau clinoform, ciri khas endapan delta sungai.

“Struktur yang kami lihat sangat konsisten dengan proses pengendapan oleh aliran air dalam jangka waktu lama,” ujar Cardarelli.

Lapisan tersebut menunjukkan proses bertahap, mulai dari endapan berat di bagian atas hingga material halus di dasar danau.

Temuan ini memperkuat bukti bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang dinamis dan berkelanjutan.

Keberadaan mineral karbonat di Margin Unit menjadi perhatian utama. Di Bumi, mineral ini dikenal mampu mengawetkan fosil mikroba dalam waktu sangat lama.

Temuan ini mendukung alasan awal pemilihan Kawah Jezero sebagai lokasi pendaratan, yakni karena potensinya dalam menyimpan jejak kehidupan purba.

Sebelumnya, Perseverance juga telah menemukan berbagai bukti lain, termasuk struktur delta di tebing Kodiak yang diperkirakan terbentuk sekitar 3,7 miliar tahun lalu, serta batuan sedimen yang mengandung material organik.

Meski temuan ini menjanjikan, ilmuwan tetap berhati-hati. Beberapa hipotesis lain masih dipertimbangkan, seperti kemungkinan aktivitas vulkanik atau endapan dari gletser purba.

Namun, menurut Cardarelli, kompleksitas dan skala struktur yang ditemukan lebih sesuai dengan proses aliran air.

“Jika interpretasi ini benar, maka Mars kemungkinan pernah memiliki sistem air yang stabil, kondisi penting bagi munculnya kehidupan mikroba,” jelasnya.

Data yang dianalisis sejauh ini baru mencakup sebagian kecil perjalanan Perseverance. Rover tersebut telah menempuh puluhan kilometer, namun hanya sekitar 6,1 kilometer data yang dipublikasikan.

Artinya, potensi penemuan baru masih sangat besar. Delta tersembunyi ini bisa jadi hanyalah awal dari rangkaian bukti yang semakin menguatkan bahwa Mars pernah menjadi lingkungan yang layak huni.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#mars #Delta #nasa