Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Seleksi Paskibraka Banyuwangi 2026 Dibuka 6 April, Bakesbangpol Gencarkan Sosialisasi di Sejumlah Kecamatan

Ali Sodiqin • Jumat, 13 Maret 2026 | 08:00 WIB

Pelatih menggembleng calon Paskibra di Taman Blambangan, Jumat (8/8). Bagi peserta yang salah melakukan gerakan langsung diberi sanksi push-up.
Pelatih menggembleng calon Paskibra di Taman Blambangan, Jumat (8/8). Bagi peserta yang salah melakukan gerakan langsung diberi sanksi push-up.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi (Bakesbangpol) mulai mempersiapkan seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.

Untuk meningkatkan jumlah peserta sekaligus memeratakan asal wilayah calon peserta, Bakesbangpol Banyuwangi menggelar sosialisasi seleksi di sejumlah kecamatan.

Program ini bertujuan agar siswa dari berbagai wilayah di Banyuwangi memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi Paskibraka yang nantinya bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seleksi Dimulai 6 April 2026

Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Agus Mulyono mengatakan, seleksi calon Paskibraka akan dimulai pada 6 April 2026.

Pelaksanaan seleksi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mengatur mekanisme pembentukan Paskibraka di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

“Menindaklanjuti surat dan instruksi BPIP, Pemkab Banyuwangi melalui Bakesbangpol akan melaksanakan seleksi calon Paskibraka tahun 2026 mulai tanggal 6 April,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).

Seleksi ini akan menentukan perwakilan Banyuwangi yang bertugas sebagai Paskibraka di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Tahapan Seleksi Ketat

Agus menjelaskan, tahapan seleksi calon Paskibraka terdiri dari beberapa tahap yang cukup ketat.

Tahap pertama adalah seleksi administrasi, dilanjutkan dengan tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU).

Setelah itu, peserta juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

“Pemeriksaan kesehatan meliputi wawancara medis atau anamnesa serta pemeriksaan fisik umum seperti tinggi badan, berat badan, tanda vital, dan pemeriksaan mata,” jelas Agus.

Penilaian Postur dan Parade

Selain kesehatan, calon peserta juga akan mengikuti seleksi parade yang berfokus pada penilaian postur tubuh.

Penilaian ini mencakup tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan kemungkinan kelainan bentuk kaki.

Panitia juga memastikan peserta tidak memiliki tindik maupun tato.

Tahapan tersebut bertujuan untuk memastikan calon Paskibraka memiliki postur yang ideal dan sesuai standar.

Tes Baris-Berbaris hingga Kesamaptaan

Setelah melewati tahap parade, peserta akan mengikuti seleksi peraturan baris berbaris (PBB).

Tahapan ini bertujuan menguji kemampuan dasar baris-berbaris para peserta.

“Kemampuan baris berbaris harus benar, tegas, presisi, dan seragam,” kata Agus.

Selain itu, peserta juga harus mengikuti tes kesamaptaan atau uji fisik untuk mengukur tingkat kebugaran.

Tes kesamaptaan tersebut meliputi:

Seleksi Kepribadian dan Rekam Jejak

Tidak hanya kemampuan fisik, calon anggota Paskibraka juga harus memiliki kepribadian yang baik.

Karena itu, panitia juga menggelar seleksi kepribadian melalui wawancara serta penilaian minat dan bakat.

Selain itu, panitia juga melakukan penelusuran rekam jejak peserta di media sosial.

“Seleksi kepribadian ini penting untuk memastikan peserta memiliki sikap dan karakter yang baik,” tambah Agus.

Target Rekrut 75 Anggota

Dalam seleksi tahun ini, panitia menargetkan merekrut sebanyak 75 calon anggota Paskibraka.

Tim seleksi terdiri dari berbagai instansi, di antaranya unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait lainnya.

Para peserta yang lolos seleksi akan dipilih untuk bertugas di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Seleksi Dibagi Tiga Zona

Agar proses seleksi lebih efektif, Bakesbangpol membagi wilayah seleksi menjadi tiga zona.

Zona utara meliputi wilayah Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya.

Zona tengah mencakup wilayah Srono, Cluring, termasuk Siliragung dan Pesanggaran.

Sedangkan zona selatan meliputi wilayah Genteng dan kecamatan sekitarnya.

Pembagian zona ini diharapkan dapat memudahkan peserta dari berbagai wilayah untuk mengikuti proses seleksi.

Dorong Partisipasi Siswa Kelas 10

Agus menegaskan bahwa proses seleksi Paskibraka akan dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan transparan.

Karena itu, pihaknya mengajak sekolah serta para siswa, khususnya kelas 10, untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini.

Bakesbangpol juga berharap peserta seleksi Paskibraka tahun ini berasal dari berbagai kecamatan sehingga lebih merata.

“Makanya kami gencar melakukan sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial,” jelas Agus.

Sosialisasi Digelar di Sejumlah Kecamatan

Sejumlah kecamatan telah menjadi lokasi sosialisasi seleksi Paskibraka.

Di antaranya di Wongsorejo dan Genteng.

Setelah Hari Raya Idul Fitri, sosialisasi juga akan dilanjutkan di wilayah Siliragung serta Pesanggaran.

“Mudah-mudahan peserta seleksi Paskibraka tahun ini lebih banyak dan berasal dari berbagai kecamatan di Banyuwangi,” pungkas Agus. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Bakesbangpol Banyuwangi #seleksi Paskibraka kabupaten provinsi nasional #Seleksi Paskibraka Banyuwangi 2026 #pendaftaran Paskibraka Banyuwangi