Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pondok Ramadan SMPN 4 Banyuwangi, Siswa Diajari Cerdas Bermedia Sosial oleh Jurnalis Radar Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 7 Maret 2026 | 04:00 WIB

Puluhan siswa SMPN 4 Banyuwangi menerima materi dari narasumber asal Jawa Pos Radar Banyuwangi Fredy Rizki, Jumat (6/3).
Puluhan siswa SMPN 4 Banyuwangi menerima materi dari narasumber asal Jawa Pos Radar Banyuwangi Fredy Rizki, Jumat (6/3).

RADARBANYUWANGI.ID - Kegiatan Pondok Ramadan di SMP Negeri 4 Banyuwangi, Jawa Timur, diisi dengan berbagai materi edukatif yang bertujuan menambah wawasan para siswa.

Salah satu materi yang diberikan adalah edukasi tentang cara cerdas menggunakan media sosial.

Materi tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di ruang rapat sekolah pada Jumat pagi (6/3).

Puluhan siswa yang merupakan perwakilan dari kelas VII mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.

Photo
Photo

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai dampak penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, baik dampak positif maupun potensi risiko yang bisa muncul jika tidak digunakan secara bijak.

Materi disampaikan oleh jurnalis Jawa Pos Radar Banyuwangi, Fredy Rizki Manunggal. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa untuk lebih memahami bagaimana media sosial dapat memengaruhi kehidupan pribadi maupun lingkungan sekitar.

Menurut Fredy, media sosial pada dasarnya merupakan sarana komunikasi yang sangat luas jangkauannya.

Jika digunakan dengan cara yang positif, media sosial bisa menjadi wadah yang bermanfaat untuk berbagi informasi, kreativitas, maupun prestasi.

Namun sebaliknya, media sosial juga dapat menimbulkan dampak negatif jika digunakan secara sembarangan atau untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Media sosial itu bisa berdampak luas. Tidak hanya ke diri sendiri, tetapi juga bisa berpengaruh terhadap sekolah dan keluarga. Karena itu kita harus bijak dalam menggunakannya,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan dalam membagikan konten di media sosial.

Setiap unggahan yang dipublikasikan berpotensi dilihat oleh banyak orang sehingga harus dipertimbangkan dengan matang.

Fredy menekankan pentingnya memilah konten sebelum diunggah atau dibagikan kepada orang lain.

“Kita harus bisa membedakan mana postingan yang positif dan mana yang negatif sebelum di-share di media sosial,” tegasnya.

Selain itu, para siswa juga diajak memahami pentingnya menuliskan keterangan atau caption pada setiap foto maupun video yang diunggah di media sosial.

Menurut Fredy, caption yang tepat dapat membuat sebuah konten menjadi lebih informatif sekaligus menarik perhatian pengguna media sosial lainnya.

“Melalui caption yang menarik, sebuah postingan bisa membuat orang tertarik untuk membaca atau melihat konten yang kita bagikan. Jadi selain menarik, juga tetap informatif dan aman,” jelasnya.

Agar kegiatan lebih menarik, para siswa tidak hanya mendengarkan materi secara teori. Mereka juga diajak langsung mencoba membuat caption dari contoh foto yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Para siswa diberi gambaran bagaimana menulis caption dengan gaya media sosial yang lebih santai namun tetap informatif.

Dengan metode tersebut, siswa diharapkan dapat lebih memahami cara membuat konten yang baik dan bertanggung jawab di media sosial.

“Ada cara membuat caption dengan style media sosial yang lebih fleksibel, tetapi tetap informatif dan mudah dipahami,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Banyuwangi, Suhadak, mengatakan bahwa kegiatan Pondok Ramadan memang dirancang untuk mengisi waktu para siswa dengan kegiatan positif selama bulan suci Ramadan.

Menurutnya, selama mengikuti Pondok Ramadan, para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga berbagai materi edukatif yang bermanfaat bagi perkembangan mereka.

Beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya membaca Al-Qur’an setiap pagi, melaksanakan salat duha, serta mengikuti berbagai materi pembelajaran yang disampaikan oleh narasumber dari berbagai instansi.

“Selain kegiatan ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan salat duha, siswa juga mendapatkan berbagai materi edukasi, termasuk dari Kementerian Agama dan Radar Banyuwangi,” ujarnya.

Suhadak berharap kegiatan Pondok Ramadan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap kebiasaan baik yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut dapat terus diterapkan oleh para siswa, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

“Harapannya, apa yang didapat selama Pondok Ramadan bisa menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan siswa ke depan,” pungkasnya. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#SMPN 4 Banyuwangi Pondok Ramadan #edukasi media sosial siswa Banyuwangi #Pondok Ramadan SMPN 4 Banyuwangi #cerdas bermedia sosial pelajar #literasi digital siswa Banyuwangi