Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SMK Sritanjung Banyuwangi Siapkan Lulusan Mandiri, Sinkron dengan Kebutuhan Industri dan UMKM

Ali Sodiqin • Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:00 WIB

Pembelajaran di SMK Sritanjung menitikberatkan pada praktik berbasis industri. Siswa dibiasakan dengan standar kerja profesional melalui praktik intensif, magang, hingga proyek kewirausahaan.
Pembelajaran di SMK Sritanjung menitikberatkan pada praktik berbasis industri. Siswa dibiasakan dengan standar kerja profesional melalui praktik intensif, magang, hingga proyek kewirausahaan.

RADARBANYUWANGI.ID – Dinamika pertumbuhan industri dan sektor jasa di Banyuwangi menuntut lembaga pendidikan vokasi untuk bergerak adaptif.

Tantangan itu dijawab serius oleh SMK Sritanjung Banyuwangi di bawah naungan Badan Penyelenggara Pendidikan Perpenas.

Sekolah yang beralamat di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi tersebut merancang sistem pendidikan berbasis kebutuhan riil Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Orientasinya tidak sekadar mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga membangun generasi mandiri dan produktif.

Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan Perpenas, Yunita Illiana, menegaskan bahwa paradigma pendidikan vokasi harus bergerak melampaui pola lama.

Photo
Photo

“Konsep pendidikan di SMK Sritanjung kami arahkan bukan hanya agar siswa diterima bekerja, tetapi bagaimana mereka memiliki kompetensi, mental, dan keberanian untuk membuka usaha sendiri. Jadi orientasinya kemandirian dan produktivitas,” ujarnya.

Pemetaan Potensi Ekonomi Daerah

Menurut Yunita, pengembangan kompetensi keahlian di SMK Sritanjung Banyuwangi disusun berdasarkan pemetaan potensi ekonomi daerah.

Banyuwangi yang berkembang pesat di sektor pariwisata, kuliner, jasa kecantikan, fesyen, serta UMKM kreatif menjadi pijakan utama dalam menentukan jurusan.

Sejumlah program keahlian yang dinilai selaras dengan kebutuhan tersebut antara lain Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Tata Boga, Tata Busana, serta Tata Kecantikan Kulit dan Rambut.

Di sektor kuliner, pertumbuhan kafe, restoran, dan usaha katering di Banyuwangi membuka ruang besar bagi tenaga terampil.

Begitu pula di bidang kecantikan dan fesyen, peluang usaha rumahan hingga skala profesional terus meningkat mengikuti tren gaya hidup masyarakat.

“Anak-anak kami siapkan sesuai dengan denyut ekonomi daerah. Mereka harus relevan dengan kebutuhan pasar,” tegasnya.

Pembelajaran di SMK Sritanjung menitikberatkan pada praktik berbasis industri. Siswa dibiasakan dengan standar kerja profesional melalui praktik intensif, magang, hingga proyek kewirausahaan.
Pembelajaran di SMK Sritanjung menitikberatkan pada praktik berbasis industri. Siswa dibiasakan dengan standar kerja profesional melalui praktik intensif, magang, hingga proyek kewirausahaan.

Praktik Industri dan Portofolio Nyata

Pendekatan pembelajaran di sekolah ini menitikberatkan pada praktik berbasis industri. Siswa tidak hanya menerima teori di ruang kelas, tetapi dibiasakan bekerja dengan standar profesional melalui praktik intensif, program magang, hingga proyek kewirausahaan.

Setiap siswa didorong memiliki portofolio sebelum lulus. Portofolio tersebut menjadi bukti konkret kompetensi yang bisa ditunjukkan kepada calon klien maupun mitra usaha.

“Kami dorong siswa memiliki portofolio sebelum lulus. Anak tata boga harus bisa memasarkan produknya. Anak tata busana harus mampu menerima dan menyelesaikan pesanan. Anak kecantikan harus berani membuka jasa. Bahkan siswa akuntansi bisa membuka jasa pembukuan UMKM,” paparnya.

Dengan pola ini, lulusan tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi sudah memiliki pengalaman praktik dan keberanian memulai usaha.

Penguatan Soft Skill dan Literasi Digital

Selain hard skill, penguatan soft skill menjadi perhatian serius. Etos kerja, kemampuan komunikasi, manajemen usaha, hingga literasi digital ditanamkan sejak dini.

Yunita menilai, di era ekonomi kreatif dan transformasi digital, lulusan SMK harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan media sosial untuk promosi, pencatatan keuangan berbasis aplikasi, hingga pemasaran digital menjadi bagian dari materi pembelajaran.

“Kompetensi teknis saja tidak cukup. Anak-anak harus punya mental kuat, disiplin, dan mampu membaca peluang pasar,” ujarnya.

Sinergi dengan Dunia Usaha dan Industri

Sinergi dengan pelaku usaha lokal juga terus diperkuat. Dunia industri dilibatkan dalam penyelarasan kurikulum hingga uji kompetensi.

Langkah ini memastikan standar lulusan benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja maupun dunia wirausaha.

Kolaborasi tersebut sekaligus membuka peluang magang, praktik kerja lapangan, hingga jejaring usaha bagi para siswa.

Yunita optimistis, dengan model pendidikan berbasis kebutuhan industri dan kewirausahaan ini, lulusan SMK Sritanjung Banyuwangi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta kerja.

“Target kami jelas, satu lulusan minimal bisa mandiri. Kalau satu anak membuka usaha dan mempekerjakan dua orang saja, dampaknya sudah luar biasa bagi ekonomi daerah,” pungkasnya. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#lulusan mandiri #kebutuhan industri #umkm #SMK Sritanjung Banyuwangi