RADARBANYUWANGI.ID – Ratusan jemaah dari berbagai daerah memadati Ponpes Salafiyah As Syafiiyah Kebondalem, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Jumat (13/2) malam.
Mereka mengikuti rangkaian Haul Majmu’ yang dibarengkan dengan tasyakuran khataman kitab Ihya’ Ulumuddin ke-6 dan Al Hikam ke-1. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Kegiatan tahunan tersebut rutin digelar setiap bulan Sya’ban sekaligus memperingati haul sejumlah masyayikh pesantren.
Diisi Tahlil, Mujahadah, hingga Pengajian
Acara diawali pembacaan Yasin, tahlil, zikir mujahadah, dan doa bersama. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama oleh pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Ajung, Jember.
Pengasuh pesantren KH Abdul Kholik mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama pendahulu.
“Kegiatan ini memperingati haulnya abah dan mbah-mbah saya,” ujarnya.
Tokoh yang diperingati antara lain KH Zainal Abror ke-17, KH Khotib Abdul Kharim ke-53, Nyai Hj Ruqoyah, KH Mahfudz Syafii ke-14, dan Nyai Hj Musalamah Khotib ke-9.
Jemaah Datang dari Berbagai Daerah
Jemaah yang hadir tidak hanya dari Banyuwangi, tetapi juga dari Jember dan Lumajang. Mereka merupakan alumni serta peserta rutin pengajian kitab yang diselenggarakan pesantren.
Pengajian rutin meliputi berbagai kitab klasik, di antaranya Ihya’ Ulumuddin, Al Hikam, Sulamut Taufiq, hingga Fathul Qorib.
“Khataman dan Haul Majmu’ rutin digelar setahun sekali di bulan Sya’ban,” kata Gus Kholik.
Setelah kegiatan tasyakuran, pengajian akan dilanjutkan kembali pasca Hari Raya Idul Fitri.
Doa Keberkahan dan Keistiqamahan
Melalui kegiatan tersebut, pengasuh berharap jemaah terus istiqamah dalam beribadah dan bermujahadah.
“Semoga jemaah diberi keselamatan, barokah serta bisa beristikamah hingga akhir hayat,” harapnya.
Pesantren Berdiri dari Tanah Tak Terawat
Ponpes Salafiyah As Syafiiyah didirikan pada awal 2005. Awalnya lokasi merupakan rumah kosong dan lahan tidak terawat menyerupai hutan.
Tanah tersebut kemudian diwakafkan menjadi tempat belajar santri. Kini pesantren berkembang dengan asrama serta lembaga pendidikan formal mulai TK, SMP, hingga SMA.
Ke depan, pesantren juga berencana berkolaborasi dengan Ponpes Internasional Al Iliyin Gresik untuk pengembangan pendidikan santri.
Haul Majmu’ tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi alumni dan masyarakat. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin