Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Amalan Malam 27 Rajab Menyambut Isra Miraj, Apa Saja yang Dianjurkan?

Agung Sedana • Kamis, 15 Januari 2026 | 17:20 WIB
Amalan dan doa untuk menjadi kaya dalam ajaran Islam.
Amalan dan doa untuk menjadi kaya dalam ajaran Islam.

RADARBANYUWANGI.ID - Malam 27 Rajab dikenal luas oleh umat Islam sebagai malam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa besar ini bukan sekadar momentum historis, melainkan pengingat penting tentang kewajiban salat dan kedekatan hamba dengan Allah.

Karena itu, banyak umat Islam yang memanfaatkan malam 27 Rajab untuk memperbanyak amalan dan ibadah.

Secara syariat, tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan secara spesifik hanya karena bertepatan dengan malam 27 Rajab.

Namun, para ulama sepakat bahwa memperbanyak amal saleh pada waktu yang dimuliakan adalah perbuatan baik dan bernilai ibadah, selama tidak diyakini sebagai ritual wajib tertentu.

Salat sunnah menjadi amalan yang paling sering dikerjakan pada malam 27 Rajab. Umat Islam dianjurkan melaksanakan salat malam seperti salat taubat, salat hajat, atau salat sunnah biasa dua rakaat-dua rakaat.

Tidak ada jumlah rakaat tertentu yang harus dilakukan. Yang lebih ditekankan adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Amalan berikutnya adalah memperbanyak dzikir dan shalawat. Membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Isra Miraj merupakan perjalanan agung Rasulullah, sehingga shalawat menjadi salah satu amalan yang relevan dan memiliki keutamaan tersendiri.

Membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan utama pada malam 27 Rajab. Tidak ada ketentuan surat atau ayat tertentu yang harus dibaca.

Sebagian umat Islam memilih membaca surat Al-Isra karena berkaitan langsung dengan peristiwa Isra, sementara yang lain melanjutkan bacaan harian atau target khatam.

Yang terpenting adalah membaca dengan penuh penghayatan dan tadabbur.

Berdoa dan bermuhasabah diri menjadi bagian penting dari amalan malam 27 Rajab. Malam ini sering dimanfaatkan untuk merenungkan kualitas salat, kedisiplinan ibadah, dan hubungan dengan Allah.

Isra Miraj sendiri menjadi pengingat kuat bahwa salat adalah tiang agama dan bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya.

Di berbagai daerah, peringatan malam 27 Rajab juga diisi dengan pengajian atau majelis taklim.

Menghadiri pengajian Isra Miraj dapat menambah wawasan keislaman sekaligus memperkuat semangat beribadah. Selain itu, silaturahmi antarjamaah juga menjadi nilai tambah dari kegiatan tersebut.

Penting untuk dipahami bahwa amalan malam 27 Rajab tidak boleh disikapi secara berlebihan hingga menganggapnya sebagai kewajiban syariat tertentu.

Tidak ada bacaan, salat, atau ritual dengan jumlah khusus yang secara tegas diperintahkan. Sikap saling menghormati perbedaan praktik di tengah masyarakat menjadi kunci agar peringatan Isra Miraj tetap membawa manfaat.

Secara keseluruhan, malam 27 Rajab adalah momentum spiritual yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Salat sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan menghadiri pengajian merupakan amalan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Intinya bukan pada bentuk ritualnya, melainkan pada kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Dengan memaknai malam 27 Rajab secara bijak, peringatan Isra Miraj tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi titik refleksi untuk memperbaiki salat dan kehidupan beragama secara lebih konsisten.

Editor : Agung Sedana
#amalan malam 27 rajab #doa malam isra miraj 27 rajab