RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak 14.241 guru ngaji se-Banyuwangi tengah semringah. Mereka menerima insentif dari Pemkab Banyuwangi.
Insentif tersebut diserahkan Bupati Ipuk Fiestiandani dalam rangkaian Upacara Hari Santri Nasional di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi Rabu pagi (22/10).
Guru ngaji merupakan ujung tombak pembelajaran Al-Qur'an, pendidikan, serta pengembangan karakter dan menanamkan akhlak mulia anak bangsa.
Mereka berperan besar mengembangkan karakter serta akhlak anak-anak yang kelak menjadi tulang punggung bangsa.
Begitu kata Bupati Ipuk Fiestiandani usai memimpin Upacara Hari Santri Nasional di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi pada Rabu pagi (22/10).
Karena itu, sebagai wujud apresiasi atas dedikasi mereka, pemkab pun kembali menyalurkan insentif kepada para guru ngaji se-Bumi Blambangan.
Ya, insentif kepada guru ngaji telah rutin digelontorkan Pemkab Banyuwangi sejak 2011.
Tahun ini, total insentif yang diserahkan kepada belasan ribu guru ngaji tersebut mencapai Rp 9.968.700.000.
Jika dikalkulasi, para guru ngaji menerima insentif sebesar Rp 700 ribu per orang.
Bupati Ipuk mengatakan, guru ngaji merupakan ujung tombak pembelajaran Al-Qur'an, pendidikan, serta pengembangan karakter dan menanamkan akhlak mulia anak bangsa.
“Dengan nilai-nilai religius yang masih sangat kental di Indonesia, guru ngaji tidak hanya pendidik namun juga menjadi teladan anak-anak. Mereka berperan besar mengembangkan karakter serta akhlak anak-anak yang kelak menjadi tulang punggung bangsa ini,” ujarnya.
Ipuk berterima kasih atas dedikasi para guru ngaji yang telah tetap istikamah membimbing anak-anak dengan keikhlasan.
“Pengabdian Bapak dan Ibu merupakan amal jariyah yang tak ternilai. Insentif ini tidak sebanding dengan perjuangan dan keihklasan para guru ngaji,” tuturnya.
Selain guru ngaji, setiap tahun Pemkab juga memberikan insentif kepada guru rohani semua agama pengajar lembaga pendidikan non formal. Termasuk guru agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu.
Salah satu guru ngaji Lailatul Muawanah dari TPQ Darul Gufron, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, bersyukur mendapat insentif.
“Insentif ini menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada kami para guru ngaji. Alhamdulillah semakin memotivasi kami untuk terus mengajar dengan penuh semangat dan ikhlas,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ustadzah Marhamah dari Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro.
“Alhamdulillah, ini menjadi motivasi kami. Semoga berkah untuk daerah ini dan seluruh pemimpin Banyuwangi,” katanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Yusdi Irawan mengatakan, penerima insentif guru ngaji pada 2025 sebanyak 14.241 orang.
Jumlah ini meningkat dari tahun 2024 yang sebanyak 14.119.
"Setiap tahun kami melakukan verifikasi penerima insentif guru ngaji, baik untuk memasukkan guru-guru baru yang belum terdata maupun mengeluarkan guru ngaji yang sudah wafat,” kata Yusdi.
Yusdi mengatakan, kriteria guru ngaji yang mendapatkan insentif adalah mereka yang mengajar minimal 10 anak didik.
“Penerimaannya bisa langsung diambil masing-masing oleh para guru ngaji ke bank yang ditunjuk,” imbuhnya. (Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin