Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PKL Diperpanjang 10 Bulan! Kurikulum SMK Resmi Diubah Kini Sekolah Jadi 4 Tahun, Ini Dampaknya

Fanzha Shefya Yuananda • Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:00 WIB
Kurikulum baru untuk SMK/MAK, PKL akan dilaksanakan 10 bulan.
Kurikulum baru untuk SMK/MAK, PKL akan dilaksanakan 10 bulan.

RADARBANYUWANGI.ID – Setiap tahun ajaran baru, kurikulum tak jarang juga dilakukan pembaruan.

Pada tahun ajaran 2025/2026 ini, pembaruan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Hal ini telah mengubah wajah pendidikan menengah kejuruan secara menyeluruh. Aturan ini diperbarui untuk merevisi Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 dan menghadirkan berbagai penyesuaian signifikan.

Mata Pelajaran baru ini termasuk salah satu transformasi besar yang diperkenalkan, yakni “Koding dan Kecerdasan Buatan AI” serta “Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan”.

Kedua pelajaran ini tak hanya bersifat teori, tetapi menekankan pada pendekatan berbasis proyek nyata. Namun, hanya sekolah yang memiliki tenaga pengajar dan sarana memadai saja yang wajib untuk menambah pelajaran ini.

Selain itu, jumlah jam belajar siswa meningkat drastis. Siswa kelas X kini harus menuntaskan hingga 1.800 Jam Pelajaran (JP) dalam setahun, dibandingkan rata-rata 1.500 JP pada kurikulum Merdeka sebelumnya.

Muatan lokal pun tetap dipertahankan, mencakup pelajaran budaya, bahasa daerah, hingga teknologi lokal.

Yang tak kalah mencolok adalah perpanjangan masa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pada jenjang SMK empat tahun, siswa kelas XIII dapat menjalani PKL hingga 10 bulan atau sekitar 1.216 JP.

Praktik ini kini dianggap sebagai mata pelajaran formal dan nilainya masuk ke dalam rapor.

Namun, di tengah semangat inovasi ini, muncul kekhawatiran soal kesiapan sekolah, terutama di daerah terpencil.

Banyak yang mempertanyakan apakah seluruh guru telah dibekali pelatihan terkait AI dan kewirausahaan, serta apakah fasilitas di lapangan memadai.

Pemerintah memang berupaya menciptakan lulusan SMK yang mampu bersaing di dunia kerja global dan digital.

Tapi jika tidak dibarengi dengan pendampingan dan sumber daya setara, kurikulum ini justru bisa menjadi beban, bukan solusi.

Intinya, perubahan ini adalah peluang besar, namun harus dikawal dengan pelaksanaan yang adil dan nyata agar tidak hanya sebatas “keren di atas kertas.” (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Ali Sodiqin
#kurikulum smk #pkl 10 bulan #tahun ajaran baru 2025 2026