RADARBANYUWANGI.ID - Inovasi kedua yang mencatatkan nama tenaga kependidikan SMAN 1 Glagah Ati Kartinah adalah penggunaan toilet kejujuran di sekolah.
Inovasi kejujuran di tempat jual beli seperti kantin atau warung sudah banyak diterapkan di sekolah, namun konsep toilet kejujuran merupakan satu inovasi baru yang cukup unik.
Toilet kejujuran diperuntukkan bagi toilet perepuan. Ide ini muncul karena beberapa siswi yang sedang datang bulan kerap kesulitan untuk mengatasi kondisi mereka.
Beberapa ada yang sudah membawa persiapan, namun ada yang tidak siap sehingga harus pulang sekolah lebih awal atau keluar sekolah sekadar untuk membeli celana dalam (CD) dan pembalut.
Karena itu, SMAN 1 Glagah membuat inovasi toilet kejujuran yang diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para siswi yang membutuhkan.
Di sana, sudah disediakan pembalut dan CD baru yang diletakkan di dalam kotak khusus. Siswi yang menggunakannya bisa mengambil barang tersebut lalu meninggalkan uang sebagai pembayaran di kaleng yang sudah disediakan.
Bagi siswa yang tak memiliki uang tunai, sekolah menyediakan barcode QRIS untuk mempermudah pembayaran. Nah, di sinilah letak kejujuran yang dimaksud.
Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah mengatakan, lokasi toilet kejujuran berada di tempat yang sama dengan toilet siswa. Yang membedakan hanya tanggung jawab dan kejujuran siswi yang menggunakan fasilitas tambahan tersebut.
”Toilet digunakan seperti biasanya. Hanya disediakan CD dan pembalut untuk siswi yang datang bulan. Sehingga, tidak perlu pulang jika sewaktu waktu datang bulan,” tegasnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin