RADARBANYUWANGI.ID – Workshop penulisan puisi bertajuk ”Menulis Puisi: Teori ke Praktik” dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Jumat (2/5).
Workshop diikuti oleh 200 lebih guru Bahasa Indonesia dari berbagai sekolah di Banyuwangi. Mereka antusias mengikuti workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dalam menciptakan dan mengajarkan puisi kepada siswa.
Workshop tersebut terlaksana berkat kerja sama Jawa Pos Radar Banyuwangi dengan Dinas Pendidikan dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno bersama dengan Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Syamsudin Adlawi. Sastrawan Sofyan RH. Zaid yang didapuk sebagai narasumber ikut hadir dalam pembukaan.
Sofyan membekali para guru dengan pemahaman mendalam mengenai teori penulisan puisi. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada keindahan estetika bahasa, namun juga pada kedalaman makna yang terkandung dalam setiap bait dan larik puisi.
Sofyan mengajak para guru untuk menggali potensi kreatif dalam diri mereka dan mentransfer pengetahuan tersebut kepada para siswa.
Dia menekankan bahwa puisi bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata indah, tetapi juga medium yang ampuh untuk menyampaikan gagasan, emosi, dan refleksi tentang kehidupan.
Sebagai bagian dari workshop, para guru Bahasa Indonesia ini juga ditantang untuk menghasilkan sebuah karya puisi. Karya-karya terpilih nantinya berpotensi untuk dibukukan dalam sebuah antologi puisi.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi motivasi bagi para guru untuk terus berkarya, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran bagi siswa di seluruh Banyuwangi.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengapresiasi antusiasme para guru dalam mengikuti workshop menulis puisi. Dia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra di Banyuwangi.
Selain itu, diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan siswa terhadap puisi sebagai salah satu bentuk ekspresi seni dan literasi yang berharga.
Suratno menegaskan, lomba puisi memiliki peran strategis dalam memotivasi program pengembangan bahasa dan sastra, yang merupakan bagian integral dari delapan program pembangunan pendidikan di Indonesia.
Menurut dia, melalui puisi, target-target program literasi dapat ditata secara sistematis. Dimulai dari peningkatan kemampuan guru hingga berimbas pada peningkatan angka literasi siswa di Banyuwangi.
”Lomba puisi ini sebenarnya kan cara kita untuk memotivasi agar program pengembangan bahasa dan sastra yang merupakan bagian atau salah satu dari 8 program pembangunan pendidikan di Indonesia,” ujar Suratno.
Hasil dari workshop ”Menulis Puisi: Teori ke Praktik” ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para guru Bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran puisi di sekolah masing-masing.
Pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan literasi dan ekspresi kreatif siswa di Kabupaten Banyuwangi.
”Dengan kemahiran guru-guru dalam menulis dan memahami puisi, diharapkan dapat menularkan semangat dan pengetahuan tersebut kepada para siswa.
Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan literasi dan apresiasi sastra di kalangan generasi muda Banyuwangi,” tandas Suratno. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin