Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Temon, Monyet Ekor Panjang yang Sering Disangka Beruk, Teman Setia Mbok Yem di Gunung Lawu

Aulia Sulhia • Jumat, 25 April 2025 | 06:35 WIB
Temon, monyet setia teman Mbok Yem di Gunung Lawu.
Temon, monyet setia teman Mbok Yem di Gunung Lawu.

RadarBanyuwangi.id - Kabar duka menyelimuti dunia pendakian tanah air. Mbok Yem, penjaga warung legendaris di puncak Gunung Lawu, telah berpulang dalam usia 82 tahun.

Sosoknya dikenal luas oleh para pendaki sebagai pelayan setia yang selalu menyambut dengan sepiring pecel hangat di tengah dinginnya ketinggian.

Di balik keramahan itu, ada satu sosok yang selalu menemani Mbok Yem selama bertahun-tahun, seekor monyet bernama Temon.

Temon adalah seekor monyet ekor panjang atau dikenal sebagai Macaca fascicularis, primata dari famili Cercopithecidae yang memiliki ekor yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 127 persen dari panjang kepala dan badannya. Beberapa laporan mencatat ekornya bisa mencapai lebih dari 2,2 meter.

Monyet ini memiliki bulu berwarna abu-abu kecoklatan hingga kemerahan, wajah khas berwarna abu dengan kumis yang menonjol di pipinya.

Matanya menghadap ke depan, mendukung penglihatan binokular yang penting dalam interaksi sosial dan mencari makanan di lingkungan sekitarnya.

Ukuran tubuh Temon dan spesiesnya berkisar antara 40-47 cm, dengan berat jantan dewasa bisa mencapai 7 kg. Ekornya berwarna keabu-abuan hingga kemerahan sepanjang 50-60 cm.

Mereka adalah hewan omnivora, yang memakan berbagai jenis makanan seperti buah, daun, serangga, jamur, bahkan kepiting dan tanah liat.

Macaca fascicularis terkenal karena kemampuannya bertahan hidup di beragam lingkungan, mulai dari hutan primer, daerah pesisir, hingga kawasan yang telah terganggu oleh aktivitas manusia.

Inilah yang membuat Temon dapat hidup berdampingan dengan manusia di kawasan Gunung Lawu, terutama bersama Mbok Yem.

Monyet ekor panjang dibagi dalam kelompok umur, yakni bayi, anakan, remaja, betina dewasa, dan jantan dewasa.

Setiap fase memiliki karakteristik perilaku unik, seperti bayi yang hanya menyusu, hingga jantan dewasa yang cenderung lebih agresif dan dominan secara sosial.

Tak hanya itu, peran ekologis mereka sangat penting. Temon dan spesiesnya menjadi agen penyebar benih alami, membantu regenerasi hutan lewat penyebaran biji-bijian yang mereka konsumsi dan buang kembali ke tanah. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kisah haru Mbok Yem #Macaca fascicularis di Gunung Lawu #Temon sahabat Mbok Yem #monyet ekor panjang habitat #fauna Gunung Lawu