Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menko Pangan Zulkifli Hasan Cek Menu Makan Bergizi Gratis di SMPN 2 Rogojampi, Hasilnya...

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 4 Februari 2025 | 17:03 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani mengawali program makan bergizi gratis di SMPN 2 Rogojampi, Senin (3/2).
Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani mengawali program makan bergizi gratis di SMPN 2 Rogojampi, Senin (3/2).

RadarBanyuwangi.id – Sebanyak 1.005 porsi makanan untuk para siswa di Banyuwangi, Senin (3/2) mulai dibagikan untuk mengawali program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut semakin meriah setelah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan ikut hadir meninjau langsung pelaksanaan MBG yang dilaksanakan di SMPN 2 Rogojampi.

Sebanyak 828 siswa SMP dan 177 siswa SD menikmati makan siang program MBG dengan menu yang disediakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menunya berupa ayam asam manis, capcay, buah pisang, dan susu.

Salah satu siswi, Nova Nur Azizah mengatakan, menu makanan dari program MBG yang dia santap cukup enak.

Menurut siswa kelas 9 ini, kualitas masakan yang dia nikmati kemarin tidak jauh berbeda hidangan yang dia makan di rumah.

”Tidak jauh dari masakan rumah, ada capcay, ayam, sama susu,” ujarnya.

Selain bergizi, menurut Nova, program makan siang gratis ini juga membuatnya bisa mengurangi pengeluaran saat sekolah.

Selama ini, dia mendapat uang saku Rp 10 ribu per hari. Setiap hari dia harus mengeluarkan uang antara Rp 6 ribu sampai Rp 8 ribu untuk membeli sarapan di sekolah.

”Kalau ada makan gratis, uang sakunya bisa ditabung. Menunya juga sudah cukup bergizi,” ucapnya.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang meninjau proses MBG menilai apa yang dilakukan di Banyuwangi sudah cukup siap.

Program yang dimulai sejak 6 Januari lalu itu ditargetkan bisa menyasar 15 juta siswa untuk tahap awal. Dia mengapresiasi penataan dan pengaturan untuk menyiapkan makanan bagi siswa di Banyuwangi tersebut.

Menurut Zulkifli, apa yang dilakukan di Banyuwangi bisa menjadi contoh untuk daerah lainnya. Apalagi, Banyuwangi memiliki beberapa sumber daya alam yang bisa menjadi bagian dari menu untuk MBG.

”Ini keren. Penataannya rapi dan bersih. Ada tempat makanan basah dan kering. Saya lihat dapur di Banyuwangi sudah memenuhi standar,” kata menteri yang akrab disapa Zulhas tersebut. 

Zulhas menambahkan, dapur umum di Banyuwangi ini telah sesuai dengan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan telah siap untuk mengolah dan mendistribusikan makanan untuk anak-anak sekolah di wilayah sekitar.

”Semua sudah ada standarnya. Saya melihat Banyuwangi siap untuk mulai melaksanakan program makan bergizi gratis. Terima kasih Ibu Bupati (Ipuk Fiestiandani) dan semua pihak yang telah gotong royong menyukseskan program ini,” tambahnya.

Selama meninjau siswa menikmati makanan program MBG, Zulhas juga meminta para siswa untuk memahami menu-menu yang diberikan. Menu tersebut ditakar sesuai standar kandungan gizinya.

Zulhas menyebut, program makan bergizi gratis merupakan komitmen dari Presiden Prabowo Subianto agar seluruh anak di Indonesia mendapat akses makanan sehat dan bergizi. 

”Jadi ada yang tanya, anak-anak tidak suka. Karena memang ada standar nutrisinya. Seperti sayur, belum tentu anak-anak suka. Tapi, itu harus ada,” jelasnya.

Zulhas menjelaskan, ke depannya program makan siang gratis tersebut sangat mungkin bertambah apabila alokasi anggaran untuk program MBG ditingkatkan. Jika September atau Agustus nanti ada tambahan anggaran, maka jumlah penerima manfaat MBG juga bisa ditambah.

”Jika ditambah Rp 140 triliun, maka kami akan dapat 82 juta lebih penerima manfaat,” terangnya.  

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan kesiapan pemkab untuk mendukung program nasional tersebut. 

Secara bertahap, pemkab akan memberikan support sesuai dengan arahan pusat. Ipuk mengaku tak ragu untuk melibatkan warga dalam mendukung program tersebut.

”Misalnya, kami akan fasilitasi petani untuk membantu menyiapkan beras dan buah lokal. Sehingga, harganya lebih terjangkau,” terang Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga menyebut MBG ini bisa dikorelasikan dengan program serupa yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi selama ini.

Seperti halnya pemberian bantuan makanan bergizi untuk ibu hamil risiko tinggi dalam rangka mencegah tengkes (stunting). 

”Ini kelanjutannya. Memastikan asupan gizi anak-anak kita tercukupi mulai dari kehamilan hingga tumbuh kembangnya,” tegasnya.

Selama peninjauan kondisi SPPG hingga pendistribusian ke sekolah, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi tampak ikut melakukan pengawasan.

Mulai Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, Danlanal Letkol Laut (P) Hafidz, Kasdim 0825 Mayor (Kav) Suprapto, dan Kasi Intel Kejaksaan Banyuwangi Rizky Septa. Tampak juga Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Guntur Priambodo.

Kepala SPPG Banyuwangi Tiara mengatakan, untuk sementara dapur menyediakan 1.000 porsi setiap harinya. Nantinya secara bertahap mereka akan melakukan produksi sampai bisa sesuai target 3.000 porsi.

”Sementara 1.000 porsi, karena kami menyesuaikan kesiapan karyawan. Untuk sementara ada sekitar 47 relawan dan dengan saya 50-an. Nanti kami terus siapkan sampai bisa 3.000 porsi untuk 17 sekolah,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Menko Pangan #Bupati Banyuwangi #Makan Bergizi Gratis #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #menu #zulkifili hasan