Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hari Pertama Pengambilan PIN SMA/SMK di Banyuwangi Diserbu Pendaftar: Ada Temuan Titik Koordinat Bergeser hingga Siswa Belum Upload Nilai Rapor

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 28 Mei 2024 | 17:47 WIB

RAMADA KUSUMA/RABA  OUTDOOR: Pendaftar di SMAN 1 Glagah mengambil PIN dipandu operator sekolah setempat Senin (27/5).
RAMADA KUSUMA/RABA OUTDOOR: Pendaftar di SMAN 1 Glagah mengambil PIN dipandu operator sekolah setempat Senin (27/5).
Radarbanyuwangi.id – Pengambilan personal identification number (PIN) untuk siswa lulusan SMP yang akan mendaftar ke jenjang SMA/SMK negeri mulai berlangsung Senin (27/5). Ribuan siswa mendatangi beberapa sekolah yang masuk zona terdekat tempat tinggal mereka.

Beberapa SMA/SMK mulai diserbu pendaftar. Di SMAN 1 Glagah misalnya. Tahap penerimaan peserta didik baru (PPDB) mulai dilaksanakan, yaitu pengambilan PIN. Pendaftar dipandu operator memasukkan data untuk pengambilan PIN. Tempat pengambilan PIN bukan di dalam kelas, tapi di taman bunga sekolah setempat. ”Mulai hari ini (27/5) kami buka pengambilan PIN,” kata Syawal, humas SMAN 1 Glagah.

Ramainya pengambilan PIN juga terlihat di SMKN 1 Glagah dan SMAN 1 Giri. Siswa lulusan SMP datang dengan membawa dokumen persyaratan.

Seperti Kartu Keluarga (KK), daftar nilai rapor, dan surat keterangan lulus (SKL). Para orang tua ikut mendampingi anak-anaknya untuk memastikan dokumen yang mereka bawa sesuai dengan syarat yang dibutuhkan untuk mengambil PIN.

”Untuk pengambilan PIN bisa dilakukan ke sekolah terdekat (SMA/SMK negeri). Tidak harus di sekolah yang mau didaftari. Kami hanya membantu verifikasi dokumen. Setelah dinyatakan sesuai, kami arahkan ke operator sekolah untuk proses pengambilan PIN,” kata Humas SMKN 1 Glagah Bambang Sulistio.

Di SMKN 1 Glagah ada sembilan operator yang bertugas untuk membantu para lulusan SMP sederajat yang akan mengambil PIN. Bambang mengatakan, setelah berkas diverifikasi, orang tua akan menandatangani surat pernyataan keabsahan dokumen.

Hal itu untuk memastikan berkas yang diverifikasi oleh operator nanti sudah sesuai dengan yang sebenarnya.

”Supaya tidak ada keraguan lagi, berkas yang dibawa sudah sesuai, pengambilan PIN dilayani sampai tanggal 17 Juni,” jelasnya.

Salah satu operator sekolah, Apridianto mengatakan, secara umum proses pengambilan PIN berjalan lancar. Namun, masih ada beberapa temuan yang harus ditangani.

Salah satunya ada beberapa SMP yang belum meng-upload rapor siswanya. Ada juga yang belum memverifikasi data nilai rapor.

Terkait temuan-temuan tersebut, tidak bisa ditangani operator sekolah, tapi akan diserahkan ke cabang dinas.

”Ada juga yang titik koordinat rumahnya bergeser. Bukan karena kesalahan penitik, tapi karena bug system. Sudah kami laporkan ke cabdin. Kalau SMP yang belum input semuanya dari luar kabupaten,” terangnya.

Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Jatim Banyuwangi Arief Ainur Rozie mengatakan, permasalahan teknis terkait PIN bisa ditangani langsung oleh operator cabang dinas.

Berbeda dengan sebelumnya ketika teknisnya harus ditangani operator dari Dispendik Jawa Timur. ”Bisa siswa atau operator sekolah ke cabang dinas asal membawa dokumen pendukung,” tandasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#sman 1 glagah #sma #zona #ppdb #sman 1 giri #Operator sekolah #Personal Identification Number #bug #SKL #PIN #Nilai Rapor #kk #Lulusan SMP #Raport #system