Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tiga dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.
Kegiatan tersebut mengusung tema ”Peningkatan Market Value Produk Lokal Gula Semut Banyuwangi melalui Optimalisasi Kualitas dan Rebranding Produk”.
Sasaran kegiatan adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gula semut milik Mahror di Desa Gintangan sebagai mitra. Tiga dosen Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Jurusan Pariwisata langsung turun ke lapangan.
Mereka adalah Auda Nuril Zazilah SSi MSc selaku Ketua Tim Pengabdian, I Putu Sudhyana Mecha SKom MPar, dan Nurhalimah SPd MPd sebagai anggota. Empat mahasiswa dilibatkan sebagai pembantu pelaksana pengabdian.
Selama pengabdian, tiga dosen tersebut mendampingi pelaku UMKM dalam memproduksi gula semut yang lebih baik secara kualitas.
Mereka juga membantu mengembangkan pasar gula semut yang menjadi produk lokal khas di Desa Gintangan.
Tujuan lainnya membantu menjaga iklim entrepreneurship bagi kalangan pelaku UMKM dan generasi muda sekitar Desa Gintangan.
”Pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan bertujuan mengangkat dan mengembangkan potensi lokal gula semut khas Desa Gintangan. Banyak pelaku UMKM gula semut di Gintangan yang mulai meninggalkan profesi ini karena sepinya permintaan pasar,’’ ujar Auda Nuril Zazilah selaku ketua tim pengabdian.
Auda optimistis gula semut sangat bisa dikembangkan menjadi produk khas daerah atau produk oleh-oleh khas Banyuwangi.
Secara kualitas, gula semut sangat baik untuk kesehatan dan sifatnya lebih tahan lama dibanding gula lain.
”Kegiatan ini selaras dengan semangat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung UMKM dan potensi daerah,’’ tandas istri Bendahara Umum ISNU Banyuwangi Alfian Sholeh tersebut. (*)
Editor : Ali Sodiqin