RadarBanyuwangi.id – Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi dilaksanakan di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Kamis (24/8).
Kegiatan PKM yang diikuti warga dan kelompok Pemuda Rejoagung Jaya (PRJ) tersebut, diawali dengan penyuluhan pekerjaan pemeliharaan infrastruktur jalan desa dengan Teknologi Aspal CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) atau Aspal Dingin yang dilakukan Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi.
Tim PKM Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi beranggotakan Rahayu Pradita,S.ST., M.T, Qurrotus Shofiyah, S.T, M.T, dan Mohamad Galuh Khomari, S.Pd., M.T yang didampingi konsultan pengawas jalan Dwi Ananta, S.T memberikan materi tentang teknologi bidang perkerasan jalan dengan mengaplikasikan aspal CPHMA pada jalan Desa Rejoagung Kecamatan Srono Banyuwangi.
Ketua PKM Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi Rahayu Pradita, S. ST., M.T mengatakan teknologi perkerasan jalan dengan menggunakan aspal CPHMA cocok diperuntukan untuk jalan yang rusak permukaannya dan minimnya saluran drainase.
Rahayu menjelaskan Aspal CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) merupakan teknologi terbaru dalam perkerasan jalan. Dibuat dari campuran aspal yang mengandung asbuton dan bahan tambahan lainnya. “Aplikasinya sangat mudah, tinggal siap hampar dan siap dipadatkan” terangnya.
Masih kata Rahayu, Aspal CPHMA dapat dimanfaatkan pada jalan desa yang memiliki keterbatasan alat dan pengetahuan dalam penghamparan aspal.
“Ini menjadi alternatif untuk pembangunan jalan desa/daerah yang memiliki keterbatasan Asphalt Mixing Plant (AMP),” jelasnya.
Rahayu menambahkan aspal CPHMA sangat cocok dipergunakan untuk memperbaiki lubang pada permukaan aspal akibat permukaannya yang sudah aus.
“Peggunaan aspal CPHMA selain harganya terjangkau juga dapat mengurangi cost penggunaan alat berat dan proses pengerjaaannya cepat,” terang Rahayu.
Usai acara penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan praktik pengaplikasian aspal CPHMA pada jalan di Desa Rejoagung yang rusak permukaannya akibat muatan berlebih dan minimnya saluran drainase jalan.
“Semoga kegiatan PKM ini, memberi manfaat dan informasi bagi warga Desa Rejoagung memahami cara kerja dalam pemeliharaan infrastruktur jalan,” harap Rahayu. (*)
Editor : Ali Sodiqin