RadarBanyuwangi.id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) tahun 2023 resmi ditutup, Rabu Rabu (2/8). Ratusan mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditarik kembali ke kampus.
Sebelum ditarik ke kampus, ratusan mahasiswa yang telah melaksanakan KKN bertema ”Inovasi dan Digitalisasi Menuju Desa dan Wisata Mandiri” mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) yang dipusatkan di destinasi wisata Gumuk Kantong, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Rabu (2/8)
Dalam pelaksanaan monev, masing-masing tim mahasiswa KKN diminta untuk mempresentasikan capaian hasil KKN yang dilakukan hampir dua bulan tersebut selama 15 menit.
Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan mendemonstrasikan inovasi karya yang telah diciptakan. Saat presentasi juga ada sesi sharing antartim KKN dengan harapan inovasi karya bisa diterapkan lebih maksimal.
Rektor Uniba Dr H Sadi MM yang membuka monev KKN tahun akademik 2022–2023 mengatakan, selama hampir dua bulan mahasiswa melaksanakan KKN, Sadi mengaku banyak mendapatkan laporan kegiatan.
Terakhir dari Pokdarwis di Kalibaru yang bercerita bahwa ada mahasiswa KKN dari kampus lain. Ternyata, mahasiswa KKN Uniba betul-betul berkesan di masyarakat dan tidak kalah dengan mahasiswa KKN dari kampus lain.
Mahasiswa KKN Uniba mampu menunjukkan kemampuannya dalam memajukan tempat pelaksanaan tugas KKN di 13 destinasi dan dua desa mandiri. Mahasiswa dari berbagai prodi mampu bergabung saling berkolaborasi dan berkontribusi.
Seperti yang dilakukan mahasiswa KKN destinasi Gumuk Kantong. Mereka menciptakan inkubator penetasan telur penyu yang tukiknya langsung dilepas ke pantai Gumuk Kantong.
”Selamat kepada mahasiswa yang telah menuntaskan KKN dan kembali ke kampus untuk menyelesaikan studi. Semoga sukses dan segera mendapatkan gelar yang diinginkan dan ilmunya bermanfaat,” tandas Sadi.
Ketua Panitia KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Uniba Dr Donny Setiawan SPd MOr menjelaskan, sesuai tema KKN Uniba tahun ini berfokus pada destinasi wisata dan desa mandiri di Kabupaten Banyuwangi.
”Mahasiswa KKN kita sebar ke dua desa mandiri dan 13 destinasi yang tersebar di seluruh Banyuwangi,” ungkapnya.
Selama hampir dua bulan melaksanakan KKN, mahasiswa telah beradaptasi dan ikut berkontribusi nyata dalam pengembangan destinasi wisata dan desa mandiri.
”Pemberdayaan Pokdarwis dilakukan rekan-rekan mahasiswa KKN dengan memberikan kontribusi inovasi karya dalam pengembangan destinasi wisata di Banyuwangi,” jelasnya.
Kehadiran mahasiswa di destinasi wisata tersebut, lanjut Donny, diharapkan akan memberikan warna tersendiri. Mulai dari membuat program pariwisata, menata kawasan, membantu promosi, serta membantu kelembagaan pokdarwis berbasis digitalisasi.
”Kehadiran mahasiswa KKN di destinasi wisata ini sekaligus untuk memberikan ide-ide baru dengan karya inovasi digital destinasi wisata di Banyuwangi,” terangnya.
Ketua Pokdarwis Gumuk Kantong Supriyanto merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa Uniba yang menjalani KKN di tempatnya. Banyak pengelola tempat wisata yang diajari beberapa strategi mengelola pariwisata.
Beberapa karya inovasi yang dilakukan yakni barcode, pemesanan warung UMKM, dan alat inkubator penetasan telur penyu yang tukik hasil penetasan langsung dirilis dilepas ke pantai.
”Dengan ilmu yang dimiliki para mahasiswa, semoga ke depan membantu peningkatan perekonomian Banyuwangi, khususnya sektor pariwisata,” harap Supriyanto.
Sekadar diketahui, mahasiswa Uniba melaksanakan KKN mulai 12 Juni hingga 31 Juli. Mereka ditempatkan di 13 destinasi wisata dan dua desa mandiri.
Tempat tersebut antara lain Kampoeng Batara, Lingkungan Papring, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro dan Desa Kenjo, Kecamatan Glagah.
Sementara 13 destinasi wisata, yakni Grand Watudodol (GWD), Wisata Djawatan, Pantai Waru Doyong, Wisata Rafting Glenmore, Wisata Air Terjun Legomoro, Wisata Alam Banyuanyar Kalibaru, Wisata Pantai Gumuk Kantong, Wisata Pantai Pulau Merah, Wisata Pantai Mustika, Wisata Muara Mbaduk, Wisata Pantai Ria Bomo, serta Agrowisata Petik Jeruk dan Naga Listrik Pesanggaran.
Monitoring evaluasi KKN Uniba dibuka dengan pelepasan tukik ke pantai Gumuk Kantong oleh Rektor Uniba Dr H Sadi MM, Kepala LPPM Rosyid Ridho MSc, dan para dosen pembimbing lapangan. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin