Manchester United Punya 2 Statistik Positif di Tengah Start Buruk Premier League

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:44 WIB
HIKMAH: Penampilan Manchester United sejauh ini masih jauh dari harapan (Manchester United)
HIKMAH: Penampilan Manchester United sejauh ini masih jauh dari harapan (Manchester United)

RADARBANYUWANGI.ID - Manchester United memang belum menemukan bentuk terbaiknya pada awal Premier League 2026-2027. Namun, di balik perolehan lima poin dari lima pertandingan, ada dua statistik yang memberi alasan bagi tim asuhan Michael Carrick untuk tetap optimistis.

Manchester United kini menempati posisi ke-12 klasemen dengan koleksi lima poin. Terbaru, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham di Craven Cottage setelah Matheus Cunha mencetak gol penyama kedudukan pada penghujung laga.

Hasil tersebut memperpanjang sorotan terhadap performa Setan Merah. Start itu jauh dari ekspektasi setelah Carrick membawa Manchester United tampil menjanjikan pada paruh kedua musim 2025-2026.

Tetapi angka-angka dari Opta Analyst memperlihatkan cerita lain.

Manchester United tercatat menjadi tim Premier League dengan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan, yakni 182 kali sepanjang lima pertandingan awal musim.

Artinya, persoalan utama United sejauh ini bukan semata-mata kemampuan membawa bola ke area berbahaya. Mereka justru cukup sering berhasil memasuki wilayah yang bisa menghasilkan peluang. Statistik kedua bahkan datang dari sisi pertahanan.

Lawan-lawan Manchester United baru mencatat 92 sentuhan di dalam kotak penalti United. Jumlah tersebut merupakan yang paling sedikit di Premier League hingga pekan kelima.

Dua angka itu memberikan gambaran bahwa Manchester United sebenarnya mampu menekan lawan sekaligus membatasi akses lawan menuju area pertahanan mereka. Masalahnya adalah mengubah dominasi wilayah tersebut menjadi kemenangan.

Carrick Akui United Belum Sempurna

Carrick tidak menutupi kekecewaannya setelah pertandingan melawan Fulham. Menurut dia, United datang dengan target meraih tiga poin dan memiliki cukup banyak momen untuk melakukannya.

Penampilan kiper Fulham juga menjadi salah satu faktor. Penjaga gawang tuan rumah melakukan sejumlah penyelamatan penting, sementara United dua kali membentur tiang. Gol Fulham sendiri lahir melalui situasi yang kurang menguntungkan bagi United setelah bola mengenai pemain mereka dan berujung menjadi gol bunuh diri.

Carrick menilai sejumlah momen seperti itu belakangan lebih sering merugikan timnya. Namun, ia tidak ingin menjadikan faktor keberuntungan sebagai alasan utama. Pelatih asal Inggris itu tetap menekankan perlunya perbaikan dari pertandingan ke pertandingan.

Menurut Carrick, terdapat sejumlah tanda positif dalam permainan United saat menghadapi Fulham, terutama cara timnya mengakhiri pertandingan dengan tekanan kuat. Hal tersebut menjadi modal yang ingin dibawa ke pertandingan-pertandingan berikutnya.

Lima Poin dari Lima Laga

Secara hasil, awal musim United memang belum sesuai harapan. Lima poin dari lima pertandingan berarti mereka baru meraih satu kemenangan. Posisi ke-12 juga menunjukkan bahwa United masih harus bekerja keras untuk mengejar kelompok papan atas. Namun, statistik kotak penalti menunjukkan adanya fondasi permainan yang bisa dikembangkan.

Sentuhan di kotak penalti lawan menggambarkan kemampuan United menciptakan kehadiran di area berbahaya. Sementara rendahnya sentuhan lawan di kotak penalti sendiri menunjukkan bahwa pertahanan United relatif mampu menjaga lawan tetap jauh dari gawang.

Tantangannya sekarang adalah menghubungkan kedua aspek tersebut dengan hasil akhir.

Carrick: Tidak Ada Tim yang Bisa Mendominasi Sepanjang Laga

Carrick juga mengingatkan bahwa Premier League tidak memberi ruang bagi sebuah tim untuk menguasai pertandingan selama 90 menit.

Menurutnya, setiap pertandingan akan memiliki fase ketika sebuah tim mengendalikan permainan dan fase ketika lawan mengambil alih. Karena itu, Carrick menilai United perlu belajar dari awal musim ini tanpa bereaksi berlebihan terhadap satu hasil.

"Sepak bola adalah permainan yang sulit. Kami memainkan banyak sepak bola bagus hari ini," kata Carrick.

Ia juga menegaskan bahwa United masih harus menjadi lebih baik. Hasil imbang melawan Fulham bukan sesuatu yang membuat mereka puas, tetapi ada sejumlah hal yang dapat dipelajari.

Setelah lima pertandingan, pekerjaan United bukan sekadar memperbaiki posisi di klasemen. Mereka harus memastikan keunggulan statistik seperti 182 sentuhan di kotak penalti lawan akhirnya berujung pada lebih banyak gol dan kemenangan.

Manchester United selanjutnya akan menghadapi Tottenham Hotspur pada 10 Oktober. Tiga hari kemudian, mereka harus terbang ke Madrid untuk menghadapi Atletico Madrid dalam lanjutan Liga Champions.

Dua pertandingan tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi proyek Carrick, apakah tanda-tanda positif dalam statistik mampu berubah menjadi hasil yang lebih meyakinkan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
premier league 2026-2027 fulham vs manchester united manchester united michael carrick matheus cunha