RADAR BANYUWANGI — San Siro genap berusia 100 tahun pada 19 September 2026. Sehari berselang, stadion yang dijuluki La Scala del Calcio itu menjadi saksi lahirnya tanda-tanda baru AC Milan di bawah Ruben Amorim.
Rossoneri merayakan usia seabad San Siro dengan cara yang sempurna: menang 3-0 atas Lecce pada pekan kelima Serie A 2026/2027, Minggu (20/9/2026). Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol Milan.
Kemenangan tersebut datang pada momentum penting. Milan sebelumnya melewati periode yang tidak mulus dengan hasil imbang melawan Juventus dan Lazio, kemudian kalah 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Melawan Lecce, pasukan Amorim tidak hanya kembali menang, tetapi juga menunjukkan permainan yang lebih dominan dan terkontrol.
San Siro dan Cerita Baru Milan
Selama satu abad, San Siro menjadi salah satu panggung terbesar sepak bola Italia. Stadion yang juga dikenal sebagai Stadio Giuseppe Meazza itu menjadi rumah bersama AC Milan dan Inter Milan, sekaligus saksi berbagai momen bersejarah kedua klub.
Pada usia 100 tahun, San Siro kembali mendapatkan cerita baru.
Kali ini, ceritanya tentang Milan yang sedang membangun identitas baru bersama Amorim.
Pelatih asal Portugal itu datang dengan gagasan sepak bola yang menuntut penguasaan bola, intensitas, pergerakan tanpa bola, dan keberanian mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan lawan.
Sebelum menghadapi Lecce, Amorim mengakui Milan masih berada dalam proses pembangunan.
"Kami masih dalam fase pembangunan," kata Amorim menjelang pertandingan. Ia juga menegaskan ambisinya membawa Milan bermain dominan dan mencetak gol lebih banyak.
Laga melawan Lecce menjadi salah satu gambaran bagaimana proses tersebut mulai terlihat.
Tak Perlu Menunggu Satu Jam
Salah satu perubahan paling mencolok adalah waktu Milan mencetak gol.
Dalam empat pertandingan Serie A sebelumnya, seluruh tujuh gol Milan tercipta setelah menit ke-60. Melawan Lecce, penantian panjang itu berakhir.
Milan hanya membutuhkan 14 menit untuk membuka keunggulan.
Strahinja Pavlovic mengirim umpan panjang ke depan. Pulisic mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan penyelesaian yang membawa Milan unggul 1-0.
Gol tersebut juga menjadi gol pertama Pulisic di Serie A musim ini. Ia kembali dipercaya sebagai starter dan langsung memberikan dampak.
Keunggulan lebih awal membuat Milan dapat memainkan pertandingan dengan skenario yang mereka inginkan.
Rossoneri menguasai wilayah permainan, sementara Lecce lebih banyak bertahan dan menunggu kesalahan.
Rabiot dan Moreira Lengkapi Dominasi
Setelah unggul pada babak pertama, Milan tidak kehilangan kendali.
Adrien Rabiot menggandakan keunggulan pada menit ke-61. Gol tersebut lahir dari rangkaian kombinasi serangan yang memperlihatkan permainan Milan semakin cair.
Rabiot bertukar operan dengan Pulisic sebelum melibatkan Gonçalo Ramos. Penyerang Portugal itu tidak langsung menembak, melainkan mengembalikan bola kepada Rabiot yang kemudian menaklukkan Wladimiro Falcone.
Dua belas menit kemudian, giliran Diego Moreira mencatatkan namanya di papan skor.
Moreira memanfaatkan ruang di pertahanan Lecce sebelum menuntaskan serangan Milan untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Gol tersebut menjadi gol ketiganya secara beruntun setelah sebelumnya mencetak dua gol ketika Milan bermain imbang melawan Lazio.
Amorim: Milan Bukan Sekadar Menguasai Bola
Bagi Amorim, perkembangan paling penting bukan hanya skor akhir.
Ia ingin Milan memiliki penguasaan bola yang diikuti pergerakan agresif untuk menyerang ruang.
"Menurut saya, kami mengalami banyak kemajuan," ujar Amorim seusai pertandingan, seperti dikutip dari DAZN Italia.
Pelatih Milan itu menyoroti kebebasan pemain dan pergerakan, terutama ketika melakukan tusukan ke belakang pertahanan lawan.
"Kami bukan hanya tim yang menguasai bola, kami adalah tim yang berbahaya," kata Amorim.
Pernyataan tersebut menggambarkan arah permainan yang sedang dibangun Amorim di San Siro.
Milan tidak cukup hanya memiliki bola. Penguasaan tersebut harus menghasilkan ruang, peluang, dan gol.
Kemenangan yang Mengembalikan Kepercayaan Diri
Kemenangan 3-0 atas Lecce membuat Milan mengoleksi 11 poin dari lima pertandingan Serie A dan berada di posisi kelima klasemen sementara. Rossoneri juga masih belum terkalahkan di kompetisi domestik musim ini.
Yang lebih penting bagi Amorim adalah respons tim setelah periode sulit.
Milan mampu menjaga gawang tetap bersih, mencetak gol pada babak pertama, lalu menambah dua gol setelah jeda.
Tiga pencetak gol berbeda juga memperlihatkan bahwa ancaman Milan tidak bergantung pada satu pemain.
San Siro yang berusia satu abad akhirnya mendapatkan pertunjukan yang sesuai dengan sejarahnya.
Bagi Milan, kemenangan atas Lecce bisa menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan membangun era Amorim: dari tim yang masih mencari bentuk menjadi tim yang mulai menunjukkan ciri permainan intens, dominan, dan semakin berbahaya. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com