RADARBANYUWANGI.ID – Ajax punya kesempatan menutup pekan ketujuh Eredivisie dari puncak klasemen. Syaratnya sederhana: menang atas SBV Excelsior di Johan Cruyff Arena, lalu berharap hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka.
Pertandingan Ajax kontra Excelsior menjadi ujian penting bagi tuan rumah yang sedang menemukan kembali ketajaman di depan gawang. Setelah tumbang 1-3 dari PSV Eindhoven dalam laga bertajuk De Topper, Ajax langsung menjawab dengan dua kemenangan telak.
Fortuna Sittard dihantam 5-1. Willem II kemudian mengalami nasib serupa dengan skor 5-1 dalam pertandingan pekan ketiga yang baru dimainkan. Total, Ajax mencetak 10 gol dalam dua pertandingan tersebut. Perubahan suasana itu terasa jelas.
Ajax yang sempat kehilangan momentum kini kembali berada dalam perburuan papan atas. Pasukan Michel menempati posisi keempat dengan 13 poin, hanya terpaut tiga angka dari PSV Eindhoven dan AZ Alkmaar yang mengoleksi 16 poin. Feyenoord berada satu tingkat di atas Ajax dengan keunggulan satu poin.
Kemenangan atas Excelsior karena itu bukan sekadar tambahan tiga angka. Hasil tersebut bisa menjadi tiket bagi Ajax untuk kembali masuk ke tiga besar, bahkan membuka peluang menduduki puncak klasemen jika kombinasi hasil tim-tim di atasnya sesuai harapan.
Namun ada satu catatan yang membuat pertandingan ini tidak sesederhana perbedaan nama besar kedua klub. Excelsior justru punya cerita yang cukup mengganggu Ajax.
Excelsior menjadi lawan yang sulit ditaklukkan
Ajax memang pernah mendominasi pertemuan kedua tim. Excelsior sempat menelan enam kekalahan beruntun dari Ajax dan bahkan tidak mampu menang dalam duel ini selama 18 tahun. Tetapi rangkaian itu sudah berubah.
Sejak bermain imbang 2-2 pada Agustus 2023, Excelsior mampu tiga kali menghindari kekalahan dalam empat pertemuan terakhir. Dua pertandingan berakhir 2-2, sedangkan satu lainnya menghasilkan kemenangan mengejutkan 2-1 untuk Excelsior pada pertemuan musim lalu. Artinya, Ajax menghadapi lawan yang tidak lagi datang ke Amsterdam hanya untuk bertahan.
Excelsior juga sedang menikmati awal musim yang cukup menjanjikan. Mereka berada di posisi keenam dan baru kebobolan tujuh gol dalam enam pertandingan. Dua di antaranya berakhir dengan clean sheet. Masalahnya, pertahanan tersebut mulai menunjukkan celah.
Excelsior bermain 2-2 melawan NEC Nijmegen sebelum kalah 1-2 dari FC Utrecht. Dua pertandingan tanpa kemenangan itu membuat mereka harus segera menghentikan tren penurunan sebelum bertandang ke markas Ajax.
Ajax memburu kemenangan ketiga beruntun
Momentum Ajax sedang berada di titik yang menarik. Kemenangan 5-1 atas Fortuna Sittard dilanjutkan pesta gol dengan skor identik ketika menghadapi Willem II. Dua hasil itu membuat Ajax kembali percaya diri sekaligus memperbaiki posisi mereka di klasemen. Tetapi ada target lain yang belum tercapai.
Ajax belum mampu memenangkan tiga pertandingan Eredivisie secara beruntun sejak Desember 2025. Ketika itu, mereka mengalahkan Groningen 2-0 dan Fortuna Sittard 3-1 setelah sebelumnya menang 2-0 atas Groningen.
Johan Cruyff Arena tentu berharap rekor itu berakhir akhir pekan ini. Secara statistik, Ajax memiliki modal besar. Dalam enam pertandingan Eredivisie terakhir, mereka mencatat empat kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan.
Sebaliknya, Excelsior meraih tiga kemenangan, satu seri, dan dua kekalahan. Namun sepak bola tidak selalu tunduk pada tabel statistik. Terlebih, Excelsior telah menunjukkan bahwa mereka tahu cara membuat Ajax kehilangan poin.
Dolberg membuat Michel punya pilihan menarik
Kondisi skuad Ajax juga menghadirkan dilema di lini depan. Kasper Dolberg tampil impresif ketika Ajax mengalahkan Willem II. Ia mencatat satu gol dan dua assist. Performa tersebut membuat Michel harus memilih antara mempertahankan Dolberg atau kembali menurunkan Tolu Arokodare sebagai ujung tombak.
Di belakang mereka, Oscar Gloukh juga sedang panas. Ia terlibat langsung dalam tiga gol Ajax dalam dua pertandingan terakhir.
Julian Brandt tidak mau ketinggalan. Pemain tersebut mencetak gol dalam dua laga beruntun dan menjadi salah satu sumber ancaman Ajax dari lini kedua. Tetapi Ajax tetap kehilangan beberapa pemain.
Aaron Bouwman masih absen setelah mengalami memar pada paru-paru akibat tekel Ruben van Bommel dalam pertandingan melawan PSV. Daley Blind dan Simon Adingra yang mengalami masalah pada pergelangan kaki juga belum dapat diturunkan.
Excelsior datang dengan kondisi yang relatif lebih baik. Tidak ada pemain yang dipastikan absen, meski Noah Naujoks masih diragukan setelah belum bermain sejak mencetak dua gol pada pertandingan pekan pertama.
David Garden, Irakli Yegoian, dan Aymen Sliti menjadi pemain yang perlu diperhatikan Ajax. Ketiganya terlibat dalam total sembilan gol Excelsior selama lima pertandingan terakhir.
Perkiraan susunan pemain
Ajax: Ter Stegen; Gaaei, Kehrer, Baas, Henrique; Klaassen, Mokio, Brandt; Berghuis, Arokodare, Gloukh.
SBV Excelsior: Van Gassel; Moreira, Widell, Plug, Janssen; Yegoian, Meissen, Hartjes; Sliti, Garden, Thorsteinsson.
Lima duel taktik yang bisa menentukan pertandingan
1. Ketajaman Ajax vs blok pertahanan Excelsior
Ajax sedang mencetak gol dengan mudah. Excelsior justru membangun fondasi dari pertahanan yang relatif rapat. Pertarungan pertama akan terjadi ketika Ajax mencoba membongkar organisasi lini belakang tamu.
2. Oscar Gloukh vs gelandang Excelsior
Gloukh sedang berada dalam periode produktif. Pergerakannya di antara lini tengah dan pertahanan bisa menjadi masalah jika Excelsior memberikan ruang terlalu besar.
3. Brandt dan Klaassen melawan lini tengah tamu
Ajax membutuhkan dominasi di area sentral agar serangan tidak hanya bergantung pada bola-bola dari sisi lapangan. Brandt dan Klaassen bisa menjadi kunci untuk menjaga aliran bola tetap hidup.
4. Arokodare/Dolberg vs duet bek Excelsior
Pilihan Michel di lini depan menarik untuk diamati. Arokodare menawarkan kekuatan fisik, sementara Dolberg datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah terlibat dalam tiga gol melawan Willem II.
5. Serangan balik Excelsior vs garis pertahanan Ajax
Excelsior tidak harus menguasai bola untuk menciptakan masalah. Garden, Yegoian, dan Sliti dapat memanfaatkan ruang yang muncul di belakang pertahanan Ajax ketika tuan rumah terlalu agresif menyerang.
Prediksi: Ajax 3-1 SBV Excelsior.
Excelsior memiliki alasan untuk percaya diri. Mereka belum kalah dalam empat pertemuan terakhir melawan Ajax dan punya pertahanan yang cukup solid. Namun situasinya berbeda ketika melihat kondisi kedua tim saat ini.
Ajax baru saja mencetak 10 gol dalam dua pertandingan. Bermain di Johan Cruyff Arena, mereka juga akan mendapat dukungan penuh suporter untuk mengejar kemenangan ketiga secara beruntun. Excelsior kemungkinan mampu memberikan perlawanan, terutama jika berhasil menjaga pertandingan tetap rapat pada babak pertama.
Tetapi jika Ajax menemukan gol lebih awal, kualitas serangan tuan rumah bisa membuat pertandingan bergerak ke arah yang berbeda. Kemenangan itu akan menjaga Ajax tetap berada di jalur perburuan gelar sekaligus memberi tekanan kepada klub-klub yang kini berada di atas mereka. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi