RADARBANYUWANGI.ID – AC Milan punya kesempatan untuk menghapus kekecewaan Eropa saat menjamu Lecce pada lanjutan Serie A di San Siro, Minggu malam.
Kekalahan 0-2 dari Benfica di pertandingan tengah pekan menjadi noda pertama Milan pada musim ini sekaligus membuat tim asuhan Ruben Amorim harus segera menemukan kembali ritme permainan.
Pertandingan melawan Lecce datang pada momentum yang menarik. Milan memang belum menang dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi, tetapi rangkaian hasil tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan performa mereka.
Sebelum kalah dari Benfica, Milan nyaris mengalahkan Juventus dan kemudian bangkit untuk memaksakan hasil imbang 2-2 ketika menghadapi Lazio.
Kini Lecce datang dengan modal berbeda. Tim Eusebio Di Francesco baru saja mengalahkan Monza 3-2 dan mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan dalam perjuangan mereka menjauh dari zona degradasi. Namun, San Siro bukan tempat yang ramah bagi Lecce.
Milan tidak terkalahkan dari Lecce di kandang sejak awal abad ini. Bahkan, empat pertemuan terakhir di San Siro selalu menjadi milik Rossoneri dengan total skor telak 9-0. Terakhir kali Lecce menang atas Milan di Serie A terjadi pada April 2006. Dalam lima pertemuan liga terakhir, Lecce juga empat kali gagal mencetak gol.
Modal Lecce Mulai Menguat
Meski sejarah tidak berpihak kepada mereka, Lecce datang dengan kepercayaan diri yang lebih baik. Sejak penghujung musim lalu, ketika mereka berjuang keras menghindari degradasi, Lecce mampu memenangi empat dari enam pertandingan Serie A terakhir.
Awal musim ini juga cukup menjanjikan. Mereka telah mengoleksi enam poin, jumlah yang sama dengan Napoli dan Atalanta pada periode yang sama. Kemenangan atas Monza menjadi bukti paling jelas.
Lecce sudah unggul 3-1 hanya dalam 21 menit melalui dua gol Lassana Coulibaly dan sundulan Tiago Gabriel. Monza sempat memperkecil ketertinggalan, tetapi Lecce mampu mempertahankan kemenangan 3-2. Masalahnya, performa Lecce cenderung menurun ketika bermain di luar kandang. Perjalanan ke Milan pun menjadi ujian yang jauh lebih berat.
Milan Punya Pola Menarik
Ada satu statistik yang bisa menjelaskan mengapa Milan tetap layak diwaspadai hingga menit-menit akhir.
Tujuh gol Rossoneri di Serie A musim ini seluruhnya lahir pada 30 menit terakhir pertandingan. Sebaliknya, Lecce justru kerap rapuh pada awal pertandingan. Mereka sudah kebobolan lima dari tujuh gol liga dalam 30 menit pertama.
Dua statistik tersebut membuat duel di San Siro berpotensi memiliki pola yang jelas: Lecce harus mampu bertahan sejak peluit awal, sedangkan Milan kemungkinan semakin berbahaya ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Modric Berpeluang Kembali
Ruben Amorim melakukan rotasi saat menghadapi Benfica. Luka Modric menjadi salah satu pemain yang diistirahatkan dan berpeluang kembali ke starting XI ketika melawan Lecce.
Adrien Rabiot dan Mario Gila juga diperkirakan masuk kembali dalam susunan pemain utama. Milan memiliki pilihan cukup banyak karena tidak ada masalah kebugaran besar yang dilaporkan setelah pertandingan melawan Benfica.
Persaingan menarik terjadi di belakang Goncalo Ramos. Dua posisi pendukung striker tunggal tersebut masih terbuka, dengan Christian Pulisic kembali masuk persaingan setelah bermain sepanjang babak kedua melawan Benfica. Lecce sendiri menjadi lawan favorit Pulisic di Serie A. Pemain Amerika Serikat itu telah mencetak lima gol dalam lima penampilan melawan mereka.
Namun, ada catatan menarik: Pulisic belum menjadi starter dalam pertandingan Serie A sejak April. Di kubu Lecce, Willem Geubbels dipastikan absen karena cedera. Medon Berisha dan Omri Gandelman juga masih diragukan tampil.
Jika keduanya tidak dapat bermain, Coulibaly dan Ivan Ilic kemungkinan kembali menjadi penggerak utama lini tengah. Coulibaly telah menyumbang dua gol dan satu assist musim ini, sedangkan Ilic sudah mencatat dua assist.
Perkiraan Susunan Pemain
AC Milan: Maignan; Gila, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Musah, Moreira; Rabiot, Cisse; Ramos.
Lecce: Falcone; Veiga, Siebert, Gabriel, Gallo; Coulibaly, Ilic, Maleh; Pierotti, Stulic, Monteiro.
Rekor Pertemuan Jadi Beban Lecce
Milan memiliki keuntungan psikologis besar dalam pertandingan ini. Empat kemenangan kandang beruntun dengan agregat 9-0 membuat Lecce harus memecahkan kebuntuan sejarah sebelum berbicara tentang kemenangan.
Namun, sepak bola tidak selalu tunduk kepada masa lalu. Modal empat kemenangan dalam enam laga Serie A terakhir membuat Lecce setidaknya punya alasan untuk percaya diri.
Milan pun tidak boleh kembali lambat mengantisipasi lawan. Kekalahan dari Benfica menunjukkan bahwa tertinggal lebih dulu bisa menjadi persoalan ketika lawan mampu menjaga struktur permainan.
Bagi Rossoneri, laga ini bukan sekadar pertandingan sebelum jeda internasional. Ini kesempatan untuk kembali menang, menjaga momentum Serie A, sekaligus mengembalikan suasana positif di San Siro.
Prediksi: AC Milan 2-0 Lecce.
Milan diperkirakan kembali menguasai pertandingan, tetapi gol mungkin baru datang setelah permainan memasuki fase akhir. Lecce harus bertahan rapat sejak awal jika ingin menghindari kembali menjadi korban dominasi Rossoneri di San Siro. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi