Roma vs Inter Milan: Duel Dua Tim Sempurna di Serie A

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:48 WIB
BIG MATCH: Inter akan menantang tuan rumah AS Roma di Serie A (Inter)
BIG MATCH: Inter akan menantang tuan rumah AS Roma di Serie A (Inter)

RADARBANYUWANGI.ID - Stadio Olimpico akan menjadi panggung benturan dua tim yang sama-sama belum kehilangan angka di Serie A. Roma dan Inter Milan datang dengan modal empat kemenangan dari empat pertandingan.

Keduanya juga sama-sama produktif, mencetak rata-rata tiga gol setiap laga. Maka Sabtu malam nanti bukan sekadar pertandingan pekan biasa. Ini adalah pertemuan dua kandidat papan atas yang sedang sama-sama melaju tanpa rem.

Roma datang dengan pertahanan yang baru kebobolan sekali di Serie A. Inter membawa rekor tandang yang sulit diabaikan. Ada pula sejarah pertemuan yang lebih memihak tim tamu. Pertanyaannya sederhana: siapa yang lebih dulu kehilangan kesempurnaan?

Roma kembali ke jalur kemenangan

Roma sempat kehilangan catatan sempurnanya ketika bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce di Liga Champions. Namun, Gian Piero Gasperini tidak perlu menunggu lama untuk melihat timnya kembali menang.

Pada lawatan ke markas Torino, Roma menang 2-0. Donyell Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor sebelum Nicolo Pisilli memastikan kemenangan lewat gol pada fase akhir pertandingan. Empat kemenangan Serie A menghasilkan 12 gol bagi Roma. Lebih menarik lagi, mereka hanya kebobolan satu gol.

Malen menjadi pusat perhatian. Sejak bergabung pada pertengahan Januari, penyerang tersebut telah mencetak 20 gol dalam 22 penampilan Serie A. Produktivitasnya menjadi salah satu alasan mengapa Roma mulai diperbincangkan dalam persaingan Scudetto.

Roma juga memiliki rangkaian sembilan kemenangan beruntun di Serie A jika ditarik hingga akhir musim lalu. Namun, Gasperini menghadapi satu masalah besar, sejarah melawan Inter di Olimpico.

Roma terakhir kali mengalahkan Inter di kandang sendiri dalam pertandingan Serie A pada Oktober 2016. Bahkan, Inter memenangi lima pertemuan liga terakhir di Roma dengan agregat 11-2. Dalam 11 pertemuan terakhir, Inter juga sembilan kali keluar sebagai pemenang.

Inter datang dengan daya ledak

Inter Milan pun tidak kalah meyakinkan. Setelah kalah 1-2 dari Real Madrid di Liga Champions, skuad Cristian Chivu langsung bangkit dengan cara yang spektakuler. Mereka tertinggal dua gol dari Udinese setelah 20 menit, tetapi kemudian membalikkan keadaan dan menang 5-3 di San Siro. Empat pertandingan Serie A menghasilkan empat kemenangan bagi Inter.

Pertandingan melawan Udinese juga menunjukkan satu hal penting: Inter memiliki banyak sumber gol. Pio Esposito, Ange Bonny, dan Marcus Thuram sama-sama mencetak gol setelah jeda. Sebelumnya, Inter juga mampu mengatasi Napoli dalam pertandingan penuh gol yang berakhir 3-2.

Dengan demikian, Nerazzurri tidak hanya bergantung pada satu penyerang. Ketika Lautaro Martinez mendapat waktu istirahat dan tidak mencetak gol melawan Udinese, pemain lain mengambil alih pekerjaan tersebut. Inter bahkan memiliki catatan 23 kemenangan dan hanya satu kekalahan dalam 30 pertandingan Serie A terakhir.

Duel Malen dan Thuram

Pertandingan ini juga mempertemukan dua penyerang yang sedang produktif. Malen menjadi mesin gol utama Roma. Di sisi lain, Marcus Thuram sedang berada dalam periode impresif bersama Inter. Thuram terlibat dalam 12 gol dalam sembilan pertandingan Serie A terakhir. Rekornya melawan Roma juga cukup mencolok: tiga gol dan dua assist dari empat pertemuan sebelumnya.

Lautaro mungkin tidak mencetak gol pada pertandingan terakhir, tetapi kehadirannya tetap menjadi ancaman. Inter memiliki kedalaman lini depan yang memungkinkan Chivu melakukan rotasi tanpa kehilangan daya gedor.

Di kubu Roma, persaingan untuk menemani Malen juga terbuka. Paulo Dybala, Matias Soule, dan Rodrigo Mora menjadi opsi yang bisa mengisi ruang di belakang striker utama.

Berita tim Roma

Wesley dan Evan Ndicka absen dari pertandingan melawan Torino. Namun, keduanya sudah kembali berlatih dan diperkirakan dapat tersedia untuk menghadapi Inter.

Manu Kone juga sempat mendapatkan menit bermain sebagai pemain pengganti. Gasperini masih harus menentukan komposisi terbaik di belakang Malen. Dybala dan Soule menjadi dua kandidat utama untuk mendukung sang penyerang.

Prediksi susunan pemain Roma: Svilar; Mancini, Balerdi, Ndicka; Molina, Kone, Cristante, Wesley; Soule, Dybala; Malen.

Berita tim Inter Milan

Inter memiliki sebagian besar pemain utama yang tersedia. Hakan Calhanoglu masih menepi akibat masalah pada otot aduktor. John Stones juga mengalami cedera paha yang berpotensi membuatnya absen hingga sekitar satu bulan.

Di lini depan, Thuram diperkirakan kembali menjadi pilihan utama. Lautaro Martinez juga berpeluang kembali ke starting XI setelah mendapat istirahat saat menghadapi Udinese.

Prediksi susunan pemain Inter Milan: J. Martinez; Bisseck, Akanji, Bastoni; Diouf, Barella, Zielinski, Jones, Dimarco; Thuram, L. Martinez.

Lima duel taktik yang bisa menentukan pertandingan

1. Malen menghadapi tiga bek Inter

Roma memiliki ancaman utama melalui pergerakan Malen. Inter harus menjaga jarak antarpemain belakang agar penyerang tersebut tidak mendapatkan ruang untuk berlari di belakang garis pertahanan.

2. Thuram dan kekuatan transisi Inter

Thuram bisa menjadi senjata ketika Inter merebut bola. Kecepatan transisi Nerazzurri akan menguji keberanian Roma untuk menaikkan garis pertahanan.

3. Perebutan lini tengah

Barella, Zielinski, dan para gelandang Inter akan berhadapan dengan struktur tengah Roma yang diisi Kone serta Cristante. Tim yang mampu memenangkan bola kedua berpeluang lebih sering menguasai fase serangan.

4. Dybala mencari ruang di antara lini

Peran Dybala dapat menjadi kunci bagi Roma. Ia berpotensi turun ke ruang antarlini untuk menghubungkan lini tengah dengan Malen.

5. Kedalaman sumber gol

Inter memiliki beberapa pemain yang mampu mencetak gol dari posisi berbeda. Roma harus menjaga fokus selama 90 menit karena ancaman tidak hanya datang dari Lautaro atau Thuram.

Prediksi skor: Roma 1-2 Inter Milan.

Roma memiliki modal kandang, pertahanan solid, serta Malen yang sedang tajam. Tetapi Inter membawa pengalaman pertemuan langsung yang lebih menguntungkan dan produktivitas yang juga sedang tinggi.

Pertandingan berpotensi berlangsung terbuka. Dua tim sama-sama memiliki rata-rata tiga gol per laga di Serie A sejauh ini.

Prediksi tersebut menggambarkan laga ketat dengan peluang gol dari kedua tim. Pertarungan lini tengah dan kemampuan Inter memanfaatkan transisi dapat menjadi pembeda dalam duel dua tim yang sama-sama mengincar puncak klasemen. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Roma vs Inter Milan prediksi Roma vs Inter Marcus Thuram Donyell Malen serie a