RADARBANYUWANGI.ID – Bologna belum juga menemukan kemenangan di Serie A musim 2026-2027. Pergantian pelatih di tengah start buruk menjadi taruhan baru ketika mereka menjamu Torino di Stadion Renato Dall'Ara, Sabtu.
Laga ini sekaligus menjadi pertandingan pertama Raffaele Palladino sebagai pelatih Bologna. Ia datang dengan kontrak tiga tahun setelah manajemen klub mengambil keputusan cepat memecat Domenico Tedesco.
Bologna baru mengumpulkan satu poin dari empat pertandingan Serie A. Catatan itu menjadi start terburuk klub sejak 2018. Dua gol yang sudah mereka cetak seluruhnya lahir ketika bermain imbang 2-2 melawan Sassuolo.
Menariknya, Bologna sebenarnya cukup rajin melepaskan tembakan. Total sudah 56 tembakan mereka lepaskan dalam empat pertandingan. Namun, produktivitas menjadi persoalan besar. Artinya sederhana, bola lebih sering datang ke arah gawang, tetapi belum cukup sering berakhir di dalamnya. Kini Palladino mendapat pekerjaan pertama untuk mengubah situasi tersebut.
Palladino dan Masalah Dall'Ara
Tugas Palladino tidak hanya soal membenahi penyelesaian akhir. Ia juga harus mengangkat performa Bologna di kandang. Dalam 16 pertandingan liga terakhir di Stadion Dall'Ara, Bologna menelan 10 kekalahan. Namun, ada satu statistik yang bisa memberi sedikit rasa percaya diri kepada pelatih baru tersebut.
Bologna tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan kandang Serie A terakhir melawan Torino. Rekor itu menjadi modal penting sebelum pertandingan dimulai. Torino sendiri datang dengan persoalan yang hampir serupa.
Torino Juga Sedang Tertekan
Ignazio Abate belum menemukan formula yang konsisten bersama Torino. Setelah kalah dari AC Milan dan Sassuolo, Torino tersingkir dari Coppa Italia setelah takluk dari Monza. Mereka sempat bangkit dengan kemenangan 2-1 di markas Fiorentina. Tetapi momentum itu langsung terhenti.
Pada pertandingan terakhir, Torino kalah 0-2 dari Roma di kandang sendiri. Dua gol Roma datang pada penghujung masing-masing babak.
Akibatnya, Torino sudah kalah tiga kali dalam empat pertandingan pertama Serie A. Catatan tersebut baru terjadi untuk ketiga kalinya dalam sejarah klub.
Tekanan pun mulai mengarah kepada Abate. Pergantian pelatih Bologna menjadi pengingat bahwa hasil buruk pada awal musim bisa berujung pada keputusan cepat dari manajemen.
Bologna dan Torino Sama-Sama Mandul
Jika melihat angka, pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat. Bologna baru mencetak gol dalam satu pertandingan Serie A. Torino juga tidak memiliki produktivitas yang mengesankan.
Bahkan, Torino tercatat sebagai tim dengan jumlah sentuhan paling sedikit di kotak penalti lawan di Serie A sejauh musim ini. Masalah tersebut semakin terasa karena Che Adams harus absen akibat cedera paha.
Adams merupakan satu-satunya pemain dari kedua tim yang sudah mencetak lebih dari satu gol di liga musim ini. Ia juga harus melewatkan agenda internasional bersama Skotlandia. Giovanni Simeone kemungkinan menjadi tumpuan Torino di lini depan.
Striker asal Argentina itu memang sedang melewati periode tanpa gol dalam enam pertandingan Serie A, terhitung sejak musim lalu. Namun, ada catatan yang menarik. Simeone pernah mencetak lima gol di Serie A melawan Bologna.
Kabar Skuad Bologna
Palladino dikenal lebih menyukai sistem dengan tiga bek. Namun, ia diperkirakan belum melakukan perubahan besar pada struktur permainan Bologna sebelum jeda internasional.
Posisi penjaga gawang juga menarik perhatian. Lukasz Skorupski berpeluang kembali menjadi starter setelah Massimo Pessina, yang baru berusia 18 tahun, secara mengejutkan dipercaya tampil saat Bologna menghadapi Napoli.
Nadir Zortea dan Oussama El Azzouzi sudah kembali berlatih setelah mengalami cedera. Sementara itu, Artem Dovbyk dan Riccardo Orsolini diperkirakan belum dapat kembali sebelum jeda internasional.
Torino Dapat Tambahan Tenaga
Torino mendapat kabar positif dengan kembalinya Cesare Casadei. Namun, kehilangan Adams menjadi persoalan tersendiri bagi Abate.
Tanpa penyerang asal Skotlandia tersebut, Simeone kemungkinan dipercaya sebagai ujung tombak. Ia memiliki pengalaman menghadapi Bologna, tetapi performa terkininya belum memberikan banyak alasan untuk optimistis soal gol.
Prediksi Susunan Pemain
Bologna: Skorupski; Holm, Heggem, Theate, Miranda; Ferguson, Pobega; Bernardeschi, Odgaard, Cambiaghi; Piccoli.
Torino: Perri; Comuzzo, Coco, Comert; Belghali, Fitz-Jim, Mandragora, Gineitis, Cacciamani; Vlasic; Simeone.
Lima Duel yang Bisa Menentukan Pertandingan
1. Lini depan Bologna vs pertahanan Torino
Bologna membutuhkan gol setelah hanya dua kali mencetak gol dalam empat laga. Ketajaman Piccoli dan dukungan pemain di belakangnya akan menjadi kunci.
2. Simeone vs bek Bologna
Simeone memiliki rekam jejak cukup baik menghadapi Bologna. Tetapi ia datang dengan catatan enam pertandingan Serie A tanpa gol.
3. Ferguson dan Pobega vs lini tengah Torino
Bologna membutuhkan penguasaan bola yang lebih efektif. Distribusi dari lini tengah akan menentukan seberapa sering mereka mampu memasuki sepertiga akhir lapangan.
4. Kreativitas Bernardeschi dan Odgaard
Dua pemain tersebut berpotensi menjadi penghubung antara lini tengah dan penyerang. Bologna membutuhkan lebih banyak peluang bersih, bukan sekadar jumlah tembakan.
5. Palladino vs Abate
Duel ini bukan hanya pertarungan sebelas pemain melawan sebelas pemain. Ini juga menjadi ujian awal bagi dua pelatih yang datang dengan tekanan berbeda.
Palladino harus menghidupkan Bologna setelah pergantian pelatih. Abate harus memastikan Torino tidak semakin tenggelam dalam start buruk.
Prediksi skor: Bologna 1-1 Torino.
Bologna memang memiliki keuntungan bermain di Dall'Ara dan rekor kandang yang kuat ketika berhadapan dengan Torino.
Namun, performa mereka sejauh ini belum menunjukkan bahwa kemenangan mudah akan datang. Torino pun memiliki masalah sendiri, terutama dalam menciptakan ancaman di kotak penalti lawan. Karena itu, pertandingan berpotensi berjalan hati-hati dengan peluang yang tidak terlalu banyak.
Bagi Palladino, satu poin mungkin belum menyelesaikan masalah Bologna. Tetapi sebagai langkah pertama setelah pergantian pelatih, hasil tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kembali kepercayaan diri tim. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi