RADARBANYUWANGI.ID – Bristol City tidak punya banyak waktu untuk meratapi dua kekalahan beruntun. Jumat malam, mereka kembali ke Ashton Gate untuk menghadapi Watford dalam laga pekan Championship yang menjadi pertandingan ketiga bagi kedua tim hanya dalam rentang enam hari.
Bristol City datang dengan misi memutus tren buruk sekaligus menjaga ambisi promosi. Watford memiliki urusan yang tak kalah mendesak: mencari kemenangan ketiga musim ini sekaligus menjauh dari zona berbahaya.
Pertandingan ini menarik karena kedua tim sedang berada dalam situasi berbeda dari target yang mereka pasang pada awal musim. Bristol City masih mengejar papan atas, sementara Watford justru berkutat di posisi bawah.
Bristol City saat ini berada di peringkat ke-13 setelah tujuh pertandingan. Mereka mengoleksi 10 poin dari lima laga awal sebelum momentum tersebut patah dalam dua pertandingan terakhir.
Rentetan hasil sebelumnya sebenarnya cukup meyakinkan. Bristol City menahan Birmingham City 2-2, kemudian menang atas Portsmouth, Preston North End, dan Burnley.
Namun, dua laga berikutnya berubah menjadi mimpi buruk. Mereka dihantam Southampton 4-1 di kandang lawan, lalu tumbang 0-1 ketika menjamu Lincoln City yang berstatus tim promosi.
Menariknya, angka-angka pertandingan tidak sepenuhnya menggambarkan Bristol City sebagai tim yang kehilangan arah. Saat menghadapi Southampton, Bristol City justru melepaskan 11 tembakan lebih banyak. Ketika bertemu Lincoln City, jumlah percobaan mereka bahkan mencapai dua kali lipat milik lawannya.
Artinya, persoalannya bukan semata-mata kemampuan menciptakan peluang. Pekerjaan Michael Skubala adalah mengubah peluang menjadi gol. Itulah yang akan diuji lagi di Ashton Gate.
Bristol City juga harus memperbaiki catatan kandang. Mereka sudah tiga kali kalah di markas sendiri musim ini. Catatan tersebut menjadi perhatian karena pada musim 2025-226 mereka hanya mampu memenangi sembilan pertandingan liga di kandang. Kemenangan atas Watford akan membawa Bristol City kembali mendekati zona playoff.
Watford Belum Menemukan Irama
Watford datang dengan persoalan yang lebih panjang. Di bawah pelatih baru Alessio Dionisi, The Hornets baru mengantongi dua kemenangan dari tujuh pertandingan Championship.
Awalnya sempat ada harapan setelah mereka mengalahkan Southampton. Tetapi setelah itu performa Watford naik-turun.
Satu-satunya kemenangan berikutnya datang ketika mereka mengalahkan Preston North End 2-1 pekan lalu. Namun, kemenangan tersebut tidak bertahan lama sebagai momentum.
Watford kembali kalah 1-2 dari Stoke City di kandang sendiri. Hasil itu membuat mereka terdampar di posisi ke-17, hanya unggul empat poin dari zona degradasi.
Ada persoalan lain yang membuat perjalanan Dionisi semakin rumit. Watford kembali melakukan pergantian pelatih dalam beberapa tahun terakhir. Dionisi merupakan pelatih permanen ke-12 Watford sejak akhir musim 2020-2021. Di lapangan, problem mereka juga terlihat jelas ketika bermain tandang.
Watford baru mencetak satu gol di pertandingan tandang Championship musim ini. Statistik tersebut tentu menjadi perhatian ketika mereka harus bertamu ke Ashton Gate menghadapi Bristol City yang sedang membutuhkan kemenangan.
Riwayat Pertemuan Bisa Jadi Bumbu
Musim lalu kedua tim bertemu tiga kali. Watford mengantongi satu kemenangan dan satu hasil imbang sebelum Bristol City memberikan balasan telak. Pada periode Tahun Baru, Bristol City menghancurkan Watford dengan skor 5-1 di Piala FA.
Kini situasinya berbeda. Watford datang dengan pelatih baru dan sejumlah masalah cedera. Bristol City pun sedang berusaha menemukan kembali konsistensi setelah dua kekalahan beruntun.
Bristol City Kemungkinan Pertahankan Formasi
Skubala berpeluang mempertahankan susunan pemain yang sama. Namun, jadwal padat dan dua kekalahan terakhir membuka kemungkinan rotasi.
Sam Greenwood dan Dom Ballard menjadi dua nama yang berpeluang kembali masuk starting XI. Di sektor bek sayap, Rio Cardines diperkirakan tetap dipercaya. Pemain tersebut menjadi salah satu kejutan Bristol City musim ini.
Cardines bahkan sudah mencatat lima assist, terbanyak di Championship sejauh ini. Satu-satunya pemain Bristol City yang masih absen adalah Luke McNally. Bek asal Irlandia itu masih menjalani pemulihan cedera ligamen anterior yang membuatnya menepi sejak Januari 2025.
Perkiraan susunan pemain Bristol City: Tickle; Cardines, Dickie, Eissat, Pring; Williams, Knight; Hirakawa, Ballard, Twine; Tolaj.
Watford Kehilangan Banyak Pemain
Situasi Watford lebih rumit. Jordan Zemura mengalami cedera ketika menghadapi Stoke City dan dipastikan tidak dapat tampil di Ashton Gate. Omar Haktab diperkirakan mengisi posisi bek kiri. Zemura menambah panjang daftar pemain Watford yang masuk ruang perawatan.
Nama-nama lain yang absen antara lain Marc Bola, Jeremy Ngakia, Branimir Mlacic, Jack Grieves, Edoardo Bove, Kwadwo Baah, dan Myron Boadu. Namun, ada satu kabar yang membuat pendukung Watford punya alasan untuk menunggu.
Michail Antonio berpeluang menjalani debut. Mantan penyerang West Ham United tersebut baru bergabung dengan Watford pekan lalu dan sudah masuk daftar pemain cadangan ketika menghadapi Stoke.
Antonio belum bermain sejak Desember 2024 setelah menjalani pemulihan panjang akibat cedera yang dialaminya dalam kecelakaan mobil. Jika dipercaya tampil, laga di Ashton Gate akan menjadi langkah penting bagi kembalinya Antonio ke sepak bola kompetitif.
Perkiraan susunan pemain Watford: Ravaglia; Keben, Pollock, Coulibaly, Haktab; Kayembe, Kyprianou; Maamma, Bravo, Mavididi; Doumbia.
Prediksi skor: Bristol City 2-1 Watford.
Bristol City mempunyai keuntungan bermain di kandang dan terlihat lebih produktif dalam menciptakan peluang.
Watford, sebaliknya, harus mencari cara memperbaiki serangan tandang yang baru menghasilkan satu gol.
Karena itu, pertandingan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang lebih banyak menguasai bola. Efektivitas di kotak penalti justru bisa menjadi pembeda.
Bristol City perlu mengubah dominasi peluang menjadi gol. Watford harus bertahan lebih disiplin sekaligus menemukan cara keluar dari tekanan.
Dua tim sama-sama membutuhkan kemenangan. Tetapi kebutuhan itu muncul dari alasan berbeda.
Bristol City ingin kembali mengetuk pintu zona playoff. Watford ingin memastikan jarak dengan zona degradasi tidak semakin pendek.
Bristol City diperkirakan mampu memanfaatkan keuntungan kandang dan kualitas serangan mereka untuk mengakhiri dua kekalahan beruntun. Watford berpotensi memberikan perlawanan, tetapi persoalan konsistensi dan produktivitas tandang menjadi tantangan besar. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi