RADARBANYUWANGI.ID – Ada pertandingan yang datang ketika sebuah tim sedang percaya diri. Ada pula yang justru datang saat kepala sedang penuh masalah. Coventry City dan Aston Villa berada pada situasi kedua.
Kedua klub asal Midlands itu akan bertemu pada putaran ketiga EFL Cup di Coventry, Rabu. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi keduanya untuk menemukan sedikit cahaya setelah awal musim yang mengecewakan. Villa lebih diunggulkan. Namun, pertandingan piala selalu punya cerita sendiri. Terlebih, ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi dua klub yang punya sejarah panjang sebagai rival regional.
Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Mei 2001. Saat itu Aston Villa menang dan kemenangan tersebut ikut mengirim Coventry turun dari kasta tertinggi sepak bola Inggris. Kini, 25 tahun kemudian, Coventry kembali ke Premier League. Ironisnya, perjalanan panjang untuk kembali ke elite justru dibuka dengan empat kekalahan beruntun.
Coventry Belum Mencetak Gol di Premier League
Coventry datang dengan modal yang buruk di liga. Tim asuhan Frank Lampard belum meraih satu poin pun dari empat pertandingan Premier League. Lebih mengkhawatirkan lagi, mereka belum mencetak satu gol pun dan sudah kebobolan 10 kali.
Kekalahan terakhir paling telak. Brighton & Hove Albion menghantam Coventry 5-0. Coventry juga harus bermain dengan 10 pemain setelah kartu merah Taiwo Awoniyi membuat situasi semakin berat. Catatan tersebut membuat Coventry menjadi tim pertama sejak 1919 yang memulai musim liga dengan empat kekalahan beruntun.
Tetapi ada satu hal yang bisa membuat Lampard sedikit tersenyum, EFL Cup. Di kompetisi inilah Coventry mencatat satu-satunya kemenangan musim ini. Mereka menyingkirkan Plymouth Argyle dengan skor 4-2 pada putaran kedua.
Awoniyi mencetak gol pembuka dalam pertandingan tersebut. Kini, Coventry berharap kompetisi piala kembali menjadi tempat untuk memulihkan kepercayaan diri. Masalahnya, lawan kali ini jauh lebih berat.
Aston Villa Juga Belum Menemukan Irama
Aston Villa memang memiliki pengalaman lebih besar. Tetapi tim Unai Emery juga belum berjalan sebagaimana mestinya. Villa baru mengumpulkan satu poin dari Premier League. Pada pertandingan terakhir, mereka kalah 1-2 di kandang dari Nottingham Forest.
Sempat menyamakan kedudukan melalui Alysson setelah tertinggal lebih dahulu, Villa akhirnya kembali tersungkur setelah Igor Jesus mencetak gol penentu kemenangan Forest pada menit-menit akhir. Padahal, beberapa hari sebelumnya Villa sempat menunjukkan karakter berbeda di Liga Champions. Mereka menang 3-2 di markas Club Brugge.
Dua pertandingan itu menggambarkan Villa musim ini: punya kualitas untuk menang, tetapi belum cukup stabil untuk mempertahankan performa. Kesibukan di berbagai kompetisi juga memaksa Emery melakukan rotasi. Itu bisa menjadi keuntungan bagi Coventry.
Villa Ingin Memutus Kutukan Putaran Ketiga
Villa sebenarnya bukan pendatang baru di EFL Cup. Mereka pernah mengangkat trofi kompetisi ini pada 1994 dan 1996. Musim lalu, penantian panjang mereka untuk kembali meraih trofi besar juga berakhir setelah Villa menjuarai Liga Europa. Namun, perjalanan Villa di EFL Cup beberapa musim terakhir justru kurang mengesankan.
Dalam enam musim terakhir, mereka hanya sekali berhasil melewati putaran ketiga. Karena itu, pertandingan di Coventry menjadi penting. Bukan hanya untuk lolos ke babak berikutnya, tetapi juga untuk membangun momentum sebelum jadwal padat kembali menunggu.
Lima Duel Taktik yang Bisa Menentukan
1. Kecepatan Coventry vs pertahanan Villa
Coventry kemungkinan tidak akan mencoba menguasai pertandingan dengan cara yang terlalu terbuka. Menghadapi Villa, serangan cepat bisa menjadi senjata yang lebih masuk akal.
Kecepatan pemain sayap dan wing-back Coventry akan diuji oleh pertahanan Villa yang kemungkinan mengalami perubahan akibat rotasi. Jika Coventry mampu memenangkan duel pertama setelah merebut bola, peluang menciptakan situasi berbahaya akan terbuka.
2. Hamer mencari ruang di belakang gelandang
Gustavo Hamer dapat menjadi pemain penting bagi Coventry. Ia memiliki kemampuan bergerak di ruang antarlini dan mengirim umpan ke area depan.
Villa harus memastikan gelandang mereka tidak memberikan terlalu banyak ruang kepada pemain kreatif tersebut. Jika Hamer bebas menerima bola, Coventry bisa membuat Villa tidak nyaman.
3. Abraham dan lini belakang Coventry
Di sisi lain, Villa memiliki opsi penyerang yang dapat memberikan ancaman di kotak penalti. Tammy Abraham berpotensi menjadi titik akhir serangan Villa. Coventry harus menjaga jarak antarlini agar umpan silang dan bola kedua tidak mudah jatuh kepada penyerang Villa.
4. Rotasi Emery bisa menjadi keuntungan sekaligus risiko
Emery diperkirakan mengubah susunan pemain karena padatnya jadwal.
Taylor Harwood-Bellis dan Ibrahim Mbaye berpeluang mendapatkan kesempatan sebagai starter. Rotasi memberi tenaga baru, tetapi koordinasi pemain juga bisa menurun. Coventry harus memanfaatkan 15-20 menit awal untuk menguji seberapa solid kombinasi baru Villa.
5. Mentalitas menjadi faktor terbesar
Ini mungkin duel yang lebih banyak ditentukan kepala daripada kaki. Coventry sedang mengejar gol dan poin pertama di liga. Villa sedang mencari konsistensi setelah start yang mengecewakan. Tim yang lebih dulu mencetak gol akan memiliki keuntungan psikologis besar.
Kondisi Pemain Coventry City
Coventry masih kehilangan Haji Wright, Josh Eccles, Luke Woolfenden, dan Kaine Kesler-Hayden. Kesler-Hayden memiliki hubungan khusus dengan Villa karena merupakan produk akademi klub tersebut. Kabar positif datang dari Sidiki Cherif. Penyerang Guinea itu sudah mendapat menit bermain setelah tampil sebagai pemain pengganti ketika Coventry dihantam Brighton.
Elis Simms masih diragukan setelah tidak masuk skuad pada pertandingan sebelumnya. Awoniyi juga menjadi opsi penting di lini depan, meski hukuman skorsing Premier League baru berlaku akhir pekan.
Perkiraan XI Coventry City: Bentley; Latibeaudiere, Thomas, Mfuni; Van Ewijk, Grimes, Torp, Dasilva; Tchaouna, Hamer; Cherif.
Kondisi Pemain Aston Villa
Villa tidak dapat menurunkan Leon Goretzka, Brian Madjo, dan Amadou Onana yang masih absen panjang. Matty Cash, Ian Maatsen, serta Pau Torres juga masih diragukan tampil.
Sebaliknya, Johan Manzambi telah kembali ke lapangan saat melawan Nottingham Forest. Joao Gomes juga tersedia setelah menyelesaikan pertandingan terakhir dari hukuman larangan bermain tiga laga di liga.
Dengan jadwal yang padat, Emery kemungkinan besar melakukan rotasi. Harwood-Bellis dan Mbaye termasuk pemain yang berpeluang mendapat kesempatan sejak menit pertama.
Perkiraan XI Aston Villa: Bizot; Wan-Bissaka, Harwood-Bellis, Mings, Ruggeri; Bogarde, Kamara; McGinn, Buendia, Mbaye; Abraham.
Prediksi: Coventry City 1-2 Aston Villa.
Coventry mempunyai satu alasan untuk percaya diri: EFL Cup sejauh ini menjadi satu-satunya kompetisi yang memberi mereka kemenangan. Tetapi jika pertandingan berubah menjadi adu kualitas pemain, Villa masih berada satu tingkat di atas.
Masalah Coventry bukan hanya hasil. Mereka belum mencetak gol di Premier League dan telah kemasukan 10 kali dalam empat pertandingan. Villa pun bukan tanpa masalah. Namun, kedalaman skuad dan pengalaman Emery di pertandingan Eropa membuat mereka lebih layak dijagokan.
Villa diperkirakan lolos, tetapi bukan berarti perjalanan mereka akan mudah. Coventry punya motivasi untuk membuat derby Midlands ini menjadi malam kebangkitan.
Bagi Lampard, kemenangan akan berarti lebih dari sekadar lolos ke putaran berikutnya. Itu bisa menjadi awal untuk menghidupkan kembali kepercayaan diri tim yang baru kembali ke Premier League.
Bagi Emery, sebaliknya, EFL Cup adalah kesempatan sederhana untuk memperbaiki suasana ruang ganti. Kadang sebuah musim tidak berubah lewat kemenangan besar. Cukup satu kemenangan kecil untuk membuat semuanya mulai terasa berbeda. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi