RADARBANYUWANGI.ID – Genoa sedang mencari jalan keluar dari awal musim yang seret. Sudah empat pertandingan Serie A dilewati tanpa kemenangan. Kini, tekanan itu dibawa ke Coppa Italia ketika Sudtirol datang ke Stadio Luigi Ferraris, Selasa malam.
Pertandingan putaran kedua Coppa Italia ini bukan sekadar pertandingan piala bagi Genoa. Ada tiket menuju babak 16 besar yang menunggu. Hadiahnya bahkan lebih besar: pemenang akan bertandang menghadapi juara Italia, Inter Milan. Secara kasta, Genoa jelas lebih unggul. Mereka bermain di Serie A, sedangkan Sudtirol merupakan kontestan Serie B.
Tetapi sepak bola tidak selalu tunduk pada perbedaan kasta. Justru kondisi kedua tim membuat pertandingan ini menarik. Genoa sedang kehilangan momentum, sedangkan Sudtirol datang dengan kepercayaan diri yang sedang tumbuh.
Genoa baru mengoleksi satu poin dari empat pertandingan Serie A. Setelah kalah dari Napoli, Lazio, dan Como, mereka akhirnya bermain imbang tanpa gol melawan Frosinone pada akhir pekan. Masalahnya bukan hanya hasil.
Pertahanan Genoa mulai menjadi tanda tanya. Dalam tiga pertandingan awal liga, mereka sudah kebobolan tujuh gol. Saat menghadapi Frosinone, mereka juga memberikan ruang cukup besar kepada lawan hingga mampu melepaskan sekitar 26 percobaan. Bagi Daniele De Rossi, situasi tersebut jelas tidak ideal.
Pelatih yang pernah menangani AS Roma itu membutuhkan respons cepat. Coppa Italia bisa menjadi tempat untuk mengembalikan kepercayaan diri, tetapi juga dapat berubah menjadi sumber masalah baru apabila Genoa tersingkir.
Genoa sebenarnya punya sejarah cukup panjang di kompetisi ini. Mereka pernah menjadi juara Coppa Italia pada 1937. Namun, kesuksesan tersebut sudah terlalu lama untuk dijadikan ukuran kekuatan saat ini.
Dalam 11 musim terakhir, Genoa sembilan kali tersingkir pada babak 16 besar atau lebih awal. Musim lalu, perjalanan mereka bahkan terhenti setelah dihantam Atalanta 0-4. Karena itu, pertandingan melawan Sudtirol menjadi ujian yang lebih serius daripada kelihatannya.
Sudtirol Datang Tanpa Beban
Sudtirol berada dalam posisi berbeda. Klub asal Tyrol Selatan tersebut mungkin tidak memiliki sejarah sebesar Genoa. Stadion mereka juga hanya berkapasitas sekitar 5.000 penonton. Namun, perkembangan mereka dalam beberapa musim terakhir patut diperhatikan.
Sudtirol telah bertahan empat musim beruntun di Serie B setelah promosi dari Serie C. Musim ini mereka juga mengawali kompetisi dengan cukup meyakinkan. Davide Possanzini, yang ditunjuk sebagai pelatih pada musim panas, langsung memberikan warna baru.
Sudtirol berhasil melewati Catanzaro di Coppa Italia dan mengumpulkan delapan poin dari kemungkinan 12 angka di Serie B.
Mereka juga mencoba memainkan sepak bola yang agresif dan berbasis penguasaan bola. Pendekatan tersebut tidak lepas dari pengaruh Roberto De Zerbi. Possanzini pernah bekerja bersama pelatih tersebut selama tujuh tahun.
Akhir pekan lalu, Sudtirol sebenarnya nyaris meraih kemenangan lagi. Mereka unggul atas Modena berkat gol Alvin Okoro pada babak pertama. Namun, gol penyama kedudukan pada menit ke-88 membuat kemenangan itu menguap.
Hasil imbang tersebut juga membuat Sudtirol kehilangan peluang menduduki puncak klasemen Serie B. Meski begitu, ada satu hal yang mereka bawa ke Ferraris: keyakinan.
De Rossi Kemungkinan Rotasi
Jadwal membuat De Rossi kemungkinan melakukan sejumlah perubahan. Genoa baru bermain melawan Frosinone dan akan menghadapi Parma dalam pertandingan liga berikutnya. Dengan Serie A tetap menjadi prioritas utama, sejumlah pemain kemungkinan mendapat kesempatan bermain sejak awal di Coppa Italia.
Lorenzo Colombo berpeluang diistirahatkan setelah gagal mengeksekusi penalti penting pada pertandingan sebelumnya.
Sementara itu, pemain baru seperti Cody Drameh dan Hamed Traore berpeluang mendapat kesempatan tampil sebagai starter. Elias Havel dan Lorenzo Venturino menjadi dua pemain Genoa yang dipastikan absen. Di kubu Sudtirol, Hamza El Kaouakibi juga tidak dapat dimainkan.
Kenny Mixtur menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan. Pemain internasional Guadeloupe itu mencetak gol pada menit-menit akhir putaran pertama yang kemudian membawa pertandingan ke adu penalti.
Alvin Okoro dan Rares Burnete juga bersaing mendapatkan tempat di lini depan. Keduanya merupakan pemain pinjaman dari klub Serie A. Di lini tengah, Kevin Zeroli diperkirakan tampil. Pemain tersebut merupakan milik AC Milan dan menjadi salah satu talenta yang menarik perhatian.
Prediksi Susunan Pemain
Genoa: Stolz; Otoa, Marcandalli, Vasquez; Drameh, Amorim, Meichtry, Mitaj; Traore, El Shaarawy; Vitinha.
Sudtirol: Plizzari; Stivanello, Giorgini, Veroli; Molina, Rispoli, Tait, Bjarkason; Zeroli, Vasic; Burnete.
Prediksi skor: Genoa 3-2 Sudtirol.
Di atas kertas, Genoa mempunyai terlalu banyak keuntungan untuk diabaikan.
Mereka bermain di kandang. Mereka memiliki pengalaman lebih besar di level tertinggi Italia. Kedalaman skuad juga seharusnya berada satu tingkat di atas Sudtirol. Namun, persoalannya adalah kondisi mental.
Genoa belum menang di Serie A. Lini belakang mereka mudah ditembus. Sementara itu, De Rossi juga kemungkinan melakukan rotasi. Situasi tersebut membuat Sudtirol punya peluang untuk menciptakan pertandingan yang merepotkan.
Jika Genoa mampu mencetak gol lebih dahulu, pertandingan kemungkinan akan lebih mudah dikendalikan. Sebaliknya, apabila Sudtirol bisa bertahan sampai babak kedua tanpa tertinggal, tekanan justru dapat berbalik kepada tuan rumah. Coppa Italia sering kali menjadi kompetisi tempat tim yang sedang tertekan mencari momentum. Tetapi kompetisi ini juga punya sejarah menghadirkan kejutan.
Sudtirol tentu datang untuk mencoba membuat salah satunya. Genoa pada akhirnya masih layak menjadi favorit. Namun, kemenangan mereka kemungkinan tidak akan datang dengan mudah.
Genoa diperkirakan mampu mengatasi perlawanan Sudtirol dan melaju ke babak 16 besar. Jika prediksi itu terbukti, tantangan berikutnya jauh lebih berat: menghadapi Inter Milan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi