RADARBANYUWANGI.ID - Musim baru sepak bola Jerman langsung dibuka dengan pertarungan beraroma panas. Borussia Dortmund akan menjamu Bayern Munich di Signal Iduna Park, Sabtu, dalam laga German Supercup yang sekaligus menjadi episode pertama Der Klassiker musim 2026-2027.
Bayern datang dengan status juara Bundesliga dan DFB-Pokal 2025-2026. Dortmund mendapat tiket tampil karena finis sebagai runner-up Bundesliga. Namun, bagi tuan rumah, laga ini lebih dari sekadar perebutan trofi pembuka musim. Ini adalah kesempatan untuk mengirim pesan bahwa jarak mereka dengan Bayern mulai menyempit.
Dortmund Membaik, tetapi Bayern Masih Jadi Penghalang
Dortmund menjalani musim 2025-2026 dengan catatan yang jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Mereka mengoleksi 73 poin, atau bertambah 16 poin, sekaligus kebobolan 17 gol lebih sedikit. Posisi akhir mereka juga naik dua tingkat. Tetapi ada satu ganjalan besar, Bayern masih berada di depan.
Untuk kali ke-14 secara beruntun, Dortmund harus melihat Bayern mengakhiri Bundesliga di posisi yang lebih tinggi. Niko Kovac kini mendapat tugas melanjutkan perkembangan positif tersebut, sekaligus memperbaiki ketajaman lini depan.
Musim lalu Dortmund hanya mencetak 70 gol di Bundesliga, turun satu gol dibandingkan musim sebelumnya. Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah jika BVB ingin benar-benar menantang dominasi Bayern.
Hasil pramusim Dortmund juga belum sepenuhnya meyakinkan. Dari enam pertandingan, mereka meraih tiga kemenangan, sekali imbang, dan dua kekalahan. Namun, hasil uji coba tentu belum bisa dijadikan ukuran mutlak karena fokus utama pramusim adalah membangun kebugaran serta menemukan kombinasi terbaik.
Signal Iduna Park tetap menjadi modal besar. Dortmund memenangi 13 dari 17 pertandingan Bundesliga kandang musim lalu. Masalahnya, salah satu dari dua kekalahan mereka di stadion tersebut datang dari Bayern, yang menang 3-2 pada Februari.
Bayern Datang dengan Rekor yang Sulit Ditembus
Bayern memasuki musim baru dengan kepercayaan diri tinggi. Gelar Bundesliga 2025-2026 melengkapi koleksi domestik mereka setelah sebelumnya juga mengangkat trofi DFB-Pokal.
Lebih istimewa lagi, Bayern mencetak rekor luar biasa dengan 122 gol dalam satu musim Bundesliga. Produktivitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pasukan Vincent Kompany kembali ditempatkan sebagai favorit utama juara musim 2026-2027.
Harry Kane dan Michael Olise juga masih berada di Allianz Arena. Dengan komposisi tersebut, Bayern memiliki fondasi kuat untuk kembali menguasai kompetisi domestik.
Kemenangan atas Stuttgart di final DFB-Pokal pada Mei lalu semakin mempertebal keyakinan bahwa Bayern belum kehilangan kendali atas sepak bola Jerman.
Musim lalu Bayern memang memenangi dua pertemuan melawan Dortmund. Namun, keduanya hanya berakhir dengan selisih satu gol. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Dortmund bahkan sempat mengalahkan Bayern sekali dan bermain imbang dua kali.
Ada satu statistik lain yang membuat tuan rumah patut waspada. Bayern tidak terkalahkan dalam delapan lawatan terakhir ke Signal Iduna Park. Tujuh di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Pramusim Bayern juga jauh lebih meyakinkan. Dari enam pertandingan, mereka hanya sekali kalah dan memenangi lima laga, termasuk kemenangan atas Aston Villa dan RB Leipzig.
Kabar Tim: Bayern Berpotensi Kehilangan Ketajaman
Dortmund diperkirakan menurunkan kekuatan terbaik untuk duel sepenting ini. Serhou Guirassy dan Samuele Inacio berpeluang menjadi tumpuan lini depan.
Felix Nmecha diproyeksikan menjaga keseimbangan lini tengah. Ia kemungkinan ditemani Jobe Bellingham dalam skema dua gelandang poros.
Kovac juga berpotensi kembali menggunakan tiga bek. Cedera Nico Schlotterbeck dan Emre Can membuat Filippo Mane, Joane Gadou, serta Ramy Bensebaini menjadi kandidat kuat untuk mengisi sektor pertahanan.
Situasi berbeda dialami Bayern.
Jamal Musiala mengalami masalah setelah laga uji coba melawan RB Leipzig pada 15 Agustus. Ia telah mengonfirmasi sedang menjalani perawatan terkait gangguan neurologis. Musiala memastikan kondisinya tidak mengkhawatirkan, tetapi peluangnya tampil sejak menit awal melawan Dortmund tetap kecil.
Harry Kane juga belum berada dalam kondisi terbaik. Sang striker mengisyaratkan dirinya mungkin hanya sanggup bermain sekitar 45 menit.
Jika demikian, lini depan Bayern berpotensi kehilangan daya ledak yang biasanya menjadi senjata utama mereka. Luiz Diaz, Arijon Ibrahimovic, dan Ismael Saibari diperkirakan bisa mendapat kesempatan mengisi lini serang.
Di lini tengah, Kompany berpeluang memakai tiga gelandang dengan Joshua Kimmich, Tom Bischof, dan Aleksandar Pavlovic sebagai opsi.
Perkiraan Susunan Pemain
Borussia Dortmund: Kobel; Gadou, Mane, Bensebaini; Svensson, Bellingham, Nmecha, Ryerson; Karetsas, Inacio; Guirassy.
Bayern Munich: Urbig; Boey, Tah, Min-jae, Brown; Kimmich, Bischof, Pavlovic; Saibari, Ibrahimovic, Diaz.
Prediksi akhir: Borussia Dortmund 2-1 Bayern Munich.
Secara kualitas dan konsistensi, Bayern tetap berada satu tingkat di atas Dortmund. Namun, laga Supercup datang pada momentum yang berbeda.
Bayern kemungkinan belum bisa menurunkan kekuatan terbaiknya di lini depan. Musiala diragukan, sementara Kane belum tentu mampu bermain penuh. Kondisi tersebut bisa mengurangi daya gedor Bayern secara signifikan.
Dortmund harus memanfaatkan situasi tersebut sejak awal. Bermain agresif di kandang, menekan Bayern sebelum lini serangnya mendapat tambahan tenaga dari bangku cadangan, bisa menjadi kunci.
Jika Dortmund mampu menciptakan keunggulan sebelum Bayern memasukkan pemain-pemain ofensif, peluang BVB merebut trofi pembuka musim akan terbuka lebar. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi