RADARBANYUWANGI.ID — Celtic tidak punya banyak ruang untuk bernapas. Start sempurna pada awal musim 2026–2027 membawa mereka ke satu ujian yang levelnya berbeda: LASK Linz.
Celtic akan menjamu LASK pada leg pertama babak playoff Liga Champions di Celtic Park, Rabu. Modal kedua tim sama-sama meyakinkan. Celtic menyapu bersih tiga pertandingan awal musim dengan kemenangan. LASK bahkan lebih impresif dengan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Pertanyaannya bukan siapa yang sedang dalam performa terbaik. Keduanya sama-sama panas. Pertanyaan yang lebih menentukan adalah siapa yang mampu membawa performa domestik itu ke panggung Eropa. Celtic punya satu keuntungan penting, Celtic Park.
Celtic Belajar dari Kegagalan Musim Lalu
Celtic menutup musim 2025–2026 dengan cara dramatis. Gelar Scottish Premiership diamankan pada hari terakhir setelah mengalahkan Hearts 3-1. Tidak berhenti di sana, mereka kemudian menundukkan Dunfermline dengan skor yang sama untuk mengangkat trofi Scottish FA Cup.
Namun, momentum tersebut sempat menguap pada pramusim. Celtic hanya meraih satu kemenangan dalam empat laga uji coba, dengan satu kekalahan dan tiga hasil imbang. Kisahnya berubah ketika kompetisi resmi dimulai.
Pasukan Martin O'Neill mengawali Scottish Premiership dengan kemenangan tipis 1-0 atas Dundee. Setelah itu, mereka menghancurkan Kilmarnock 5-1 sebelum menyingkirkan Dundee United dengan kemenangan 4-1 di putaran kedua Scottish League Cup.
Tiga pertandingan, tiga kemenangan, dan 10 gol menjadi gambaran betapa agresifnya Celtic ketika kompetisi mulai memiliki konsekuensi nyata. Kini, tantangannya lebih besar.
Celtic ingin kembali ke fase liga Liga Champions setelah kegagalan menyakitkan musim lalu. Saat itu, langkah mereka terhenti di babak playoff setelah disingkirkan Kairat Almaty.
Karena itu, duel melawan LASK bukan sekadar pertandingan pembuka fase kualifikasi. Ini adalah kesempatan Celtic untuk memperbaiki kegagalan yang masih menyisakan luka.
LASK Datang dengan Ancaman Serius
Jangan terkecoh dengan status LASK sebagai tim yang relatif minim pengalaman di Liga Champions. Klub Austria tersebut datang ke Glasgow dengan kepercayaan diri tinggi.
LASK baru saja mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Bundesliga Austria untuk pertama kalinya sejak musim 1964–1965. Mereka finis di puncak klasemen dengan keunggulan dua poin dan berhak masuk ke fase kualifikasi Liga Champions.
Start mereka musim ini bahkan lebih meyakinkan. Di bawah asuhan Dietmar Kühbauer, LASK memenangi empat pertandingan di semua kompetisi. Yang paling menarik adalah produktivitas mereka.
LASK mencetak 16 gol dalam empat pertandingan. Mereka menggilas SC Kalsdorf 7-0 dan menundukkan SV Ried 4-1. Dalam periode tersebut, pertahanan mereka juga hanya kebobolan sekali. Artinya, Celtic tidak sedang menghadapi tim yang datang sekadar untuk bertahan.
LASK punya keberanian untuk menyerang, dan statistik tersebut membuat pertandingan di Celtic Park berpotensi menjadi duel terbuka. Jika Celtic terlalu agresif dan kehilangan keseimbangan, lini depan LASK bisa menghukum mereka.
Namun, LASK mempunyai satu kelemahan yang sulit diabaikan: pengalaman Eropa. Mereka terakhir kali tampil di kualifikasi Liga Champions pada musim 2019–2020. Saat itu, perjalanan LASK berhenti pada putaran keempat setelah kalah agregat 1-3 dari Club Brugge.
Duel Mesin Gol Jadi Sorotan
Celtic memiliki sejumlah pemain yang mulai menunjukkan ketajaman sejak awal musim.
Kasper Hogh sudah mencetak tiga gol, sedangkan Camilo Duran menyumbang satu gol. Keduanya diperkirakan tetap menjadi bagian dari lini depan Celtic. Di sisi lain, LASK memiliki ancaman yang lebih konkret dalam diri Samuel Adeniran.
Striker tersebut telah mencetak lima gol dalam empat penampilan. Produktivitasnya menjadi salah satu alasan mengapa Celtic tidak boleh memberikan terlalu banyak ruang di area pertahanan.
Adeniran juga akan mendapat dukungan Moses Usor. Usor mencetak dua gol dalam dua pertandingan terakhir dan sedang berada dalam momentum positif.
Duel ini berpotensi ditentukan oleh efektivitas kedua lini depan. Celtic punya kualitas dan dukungan publik tuan rumah, sementara LASK memiliki statistik produktivitas yang lebih mengkhawatirkan.
Kabar Tim Celtic vs LASK Linz
Celtic masih belum dapat memainkan Jota yang menjalani pemulihan cedera ligamen cruciatum. Alex Oxlade-Chamberlain juga absen karena skorsing.
Keterbatasan opsi di lini tengah berpotensi membuat O'Neill mengubah struktur permainan. Formasi tiga bek menjadi salah satu kemungkinan dengan Cameron Carter-Vickers, Auston Trusty, dan Liam Scales berada di jantung pertahanan. Sementara itu, LASK kehilangan Art Smakaj dan Ramiz Harakate akibat masalah cedera.
Kondisi tersebut tidak mengubah kekuatan utama mereka. Adeniran dan Usor tetap menjadi pasangan yang patut diperhatikan Celtic sejak menit pertama.
Prediksi Susunan Pemain Celtic vs LASK Linz
Celtic: Sinisalo; Carter-Vickers, Trusty, Scales; Ralston, McGregor, Nygren, Tierney; Duran, Hogh, Tounekti.
LASK Linz: Jungwirth; Mbuyamba, Alemao, Andrade; Jorgensen, Ljubicic, Bogarde, Horvath, Bello; Adeniran, Usor.
Prediksi: Celtic 2-1 LASK Linz.
Secara momentum, Celtic dan LASK sama-sama layak mendapat perhatian. Keduanya belum kehilangan poin pada awal musim dan sama-sama menunjukkan produktivitas tinggi. Namun, faktor Celtic Park menjadi pembeda.
Celtic memenangi tujuh pertandingan kompetitif terakhir mereka di kandang. Dukungan suporter dapat membuat intensitas permainan Celtic meningkat, terutama jika mereka mampu mencetak gol lebih dahulu.
LASK kemungkinan tidak akan datang hanya untuk bertahan. Justru keberanian menyerang mereka bisa membuat laga berlangsung terbuka dan menghasilkan beberapa gol.
Celtic tetap lebih diunggulkan karena pengalaman Eropa, kualitas skuad, dan keuntungan bermain di kandang. Tetapi kemenangan itu diprediksi tidak datang dengan mudah.
Jika Celtic ingin menghindari drama pada leg kedua, kemenangan dengan selisih lebih dari satu gol tentu menjadi skenario ideal. Namun, menghadapi LASK yang sedang produktif, menjaga keunggulan sekecil apa pun sudah bisa menjadi modal penting menuju laga berikutnya. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi