Chelsea Pasang Harga Nicolas Jackson Rp1,3 Triliun, Tiga Klub Mundur Perlahan

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 04:42 WIB
MAHAL: Chelsea banderol Nicolas Jackson Rp 1,3 triliun (Bayern Munchen)
MAHAL: Chelsea banderol Nicolas Jackson Rp 1,3 triliun (Bayern Munchen)

RADARBANYUWANGI.ID - Masa depan Nicolas Jackson di Chelsea memasuki persimpangan. Striker asal Senegal itu disebut masuk daftar pemain yang berpotensi dilepas setelah kedatangan Xabi Alonso membawa perubahan besar dalam komposisi lini depan The Blues.

Chelsea kabarnya mematok harga sekitar £60 juta atau setara Rp1,3 triliun untuk Jackson. Angka tersebut kini menjadi ganjalan utama bagi sejumlah klub yang berminat, termasuk Aston Villa, Tottenham Hotspur, dan Atletico Madrid.

Jackson sendiri baru saja kembali ke Stamford Bridge setelah menjalani masa peminjaman bersama Bayern Munchen pada musim lalu. Namun, peluangnya untuk mendapatkan tempat di tim utama Chelsea musim ini terlihat semakin tipis.

Alonso tampaknya sudah memiliki gambaran mengenai trisula serangan yang akan menjadi pilihan utama. Joao Pedro, Cole Palmer, dan Morgan Rogers diproyeksikan mengisi tiga posisi terdepan.

Di belakang mereka masih ada sejumlah opsi lain. Jamie Gittens, Estevao, hingga Danny Welbeck dapat menjadi pelapis. Situasi tersebut membuat ruang bagi Jackson semakin sempit.

Chelsea pun berada dalam posisi dilematis. Menjual Jackson bisa memberi tambahan dana untuk memperkuat skuad, tetapi melepas penyerang yang memiliki karakteristik berbeda juga berisiko mengurangi kedalaman lini depan.

Harga Tinggi Jadi Batu Sandungan

Menurut laporan RMC Sport, Chelsea menetapkan harga Jackson di kisaran £60 juta. Nilai tersebut dinilai terlalu tinggi bagi tiga klub yang tengah memantau situasinya.

Tottenham menjadi salah satu peminat yang berpotensi serius. Apalagi, Spurs musim ini tidak dibebani agenda kompetisi Eropa sehingga dapat memusatkan energi pada kompetisi domestik.

Namun, dari sudut pandang Chelsea, menjual Jackson kepada Tottenham juga memiliki konsekuensi. Spurs berpotensi menjadi pesaing langsung dalam perebutan posisi papan atas, termasuk tiket Liga Champions.

Hal serupa berlaku untuk Aston Villa. Unai Emery kemungkinan besar masih mengandalkan Ollie Watkins sebagai penyerang utama. Jackson bisa menjadi alternatif sekaligus memberikan variasi permainan di lini depan Villa.

Bagi Chelsea, menjual Jackson ke klub Premier League berarti secara tidak langsung memperkuat calon rival. Karena itu, opsi Atletico Madrid terlihat lebih menarik.

Atletico Jadi Tujuan Paling Logis

Atletico Madrid tidak menjadi pesaing langsung Chelsea di kompetisi domestik. Dari perspektif bisnis dan kompetitif, klub La Liga tersebut bisa menjadi tujuan yang paling ideal apabila Chelsea benar-benar ingin melepas Jackson.

Masalahnya, Atletico harus lebih dahulu membereskan situasi Julian Alvarez. Jika penyerang asal Argentina itu meninggalkan Madrid, Atletico berpeluang mendapatkan ruang finansial untuk mengalokasikan dana besar kepada Jackson.

Kondisi tersebut dapat membuat negosiasi berlangsung hingga mendekati tenggat penutupan bursa transfer pada 1 September.

Chelsea tentu harus menghitung risiko dengan cermat. Menunggu Atletico menyelesaikan urusan Alvarez berarti mempertahankan Jackson lebih lama. Sementara itu, jika tawaran dari klub Premier League datang lebih cepat, Chelsea harus menentukan apakah keuntungan finansial lebih penting dibanding potensi menguatkan pesaing.

Pertahankan Jackson Bukan Pilihan Buruk

Di tengah spekulasi transfer, muncul argumen bahwa Chelsea sebenarnya tidak perlu terburu-buru menjual Jackson.

Jika Alonso membutuhkan pelapis Joao Pedro, Jackson masih memiliki sejumlah kualitas yang sulit diabaikan. Penyerang berusia 25 tahun itu memang kerap mendapat sorotan karena penyelesaian akhirnya yang tidak konsisten.

Namun, energinya ketika melakukan tekanan, mobilitas di lini depan, serta kemampuannya menciptakan peluang tembakan tetap menjadi aset.

Dalam skema permainan Alonso yang membutuhkan intensitas tinggi, karakter tersebut bisa saja kembali berguna. Jackson tidak harus menjadi penyerang utama untuk memberikan kontribusi penting.

Di sisi lain, Chelsea memiliki Welbeck sebagai opsi alternatif. Pengalaman dan kualitas teknis Welbeck memang lebih matang. Akan tetapi, usia 35 tahun membuat pertanyaan mengenai daya tahan dan kemampuannya mengikuti intensitas permainan sepanjang musim tetap muncul.

Dengan demikian, keputusan Chelsea bukan sekadar persoalan menjual pemain dengan harga £60 juta. Klub London tersebut harus memilih antara keuntungan finansial, kedalaman skuad, dan risiko memperkuat rival.

Jika Atletico mampu menyediakan dana, Jackson kemungkinan lebih mudah dilepas ke Spanyol. Tetapi jika tidak ada klub yang bersedia memenuhi banderol tersebut, mempertahankannya sebagai pelapis Joao Pedro justru bisa menjadi opsi paling rasional bagi Alonso.

Bursa transfer belum ditutup. Dan bagi Jackson, beberapa pekan terakhir di Stamford Bridge bisa menentukan apakah dirinya kembali menjadi bagian dari proyek Alonso atau harus mencari panggung baru di luar Chelsea. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
transfer chelsea atletico madrid Nicolas jackson chelsea Tottenham Hotspur