RADARBANYUWANGI.ID – Ajax datang ke pekan kedua Eredivisie 2026-2027 dengan modal yang cukup meyakinkan. Tiket ke babak play-off Conference League sudah diamankan. Kini, fokus tim berjuluk De Godenzonen itu beralih ke kompetisi domestik.
Heerenveen menjadi lawan berikutnya yang harus dihadapi di Johan Cruyff Arena, Minggu. Ajax mengincar kemenangan beruntun di awal musim Eredivisie, sekaligus membuktikan bahwa hasil imbang 2-2 kontra Shelbourne di tengah pekan tidak mengganggu momentum mereka.
Di bawah pelatih Michel, Ajax memang belum tersentuh kekalahan dalam pertandingan kompetitif. Rangkaian tujuh kemenangan beruntun mereka memang terhenti ketika ditahan Shelbourne, tetapi hasil tersebut tetap cukup untuk membawa Ajax melangkah ke babak play-off Conference League berkat keunggulan agregat 5-3.
Situasi itu membuat laga kandang melawan Heerenveen terasa seperti kesempatan ideal bagi Ajax untuk kembali ke jalur kemenangan.
Ajax Punya Keunggulan Historis
Ajax sebenarnya tidak selalu nyaman ketika berhadapan dengan Heerenveen. Musim lalu, mereka gagal menundukkan sang tamu di kandang dan kembali hanya mampu bermain imbang pada pertemuan terakhir di penghujung musim 2025-2026.
Namun, dua hasil tersebut lebih layak disebut pengecualian daripada gambaran kekuatan kedua tim secara keseluruhan.
Sebelum dua laga tersebut, Ajax mampu memenangi tujuh dari delapan pertemuan melawan Heerenveen. Rekor itu menunjukkan betapa dominannya Ajax dalam duel ini selama beberapa musim terakhir.
Faktor Johan Cruyff Arena juga menjadi pembeda. Ajax tentu ingin menjadikan laga ini sebagai momentum untuk kembali menunjukkan superioritas di hadapan pendukung sendiri.
Pada pertandingan pembuka Eredivisie, Ajax menang 2-0 atas PEC Zwolle. Julian Brandt bahkan langsung memberikan dampak setelah mencetak gol pada menit ke-95 dalam laga debutnya. Jorthy Mokio juga menyumbang gol pada menit ke-76.
Kehadiran Brandt menjadi salah satu cerita menarik dari awal musim Ajax. Pemain tersebut memberi tambahan kreativitas dan pengalaman di lini serang, terutama setelah Ajax kehilangan salah satu talenta terbaiknya.
Pertahanan Ajax Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Di balik start positif tersebut, Michel masih memiliki satu masalah yang belum sepenuhnya terpecahkan: pertahanan.
Ajax hanya mampu mencatat tiga clean sheet dalam 11 pertandingan sejak pramusim. Statistik itu menunjukkan bahwa lini belakang mereka masih memberikan celah yang dapat dimanfaatkan lawan.
Heerenveen datang dengan modal berbeda. Tim asuhan Robin Veldman tersebut mengawali musim Eredivisie dengan kemenangan 1-0 atas FC Twente.
Hasil itu memang tidak semeriah rangkaian pertandingan pramusim mereka. Sebelum kompetisi resmi dimulai, Heerenveen mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam empat laga uji coba secara beruntun. Artinya, potensi ancaman dari lini depan Heerenveen tetap perlu diperhitungkan.
Jika Ajax kembali menunjukkan kerentanan di lini belakang, pertandingan bisa menjadi lebih terbuka daripada yang diperkirakan. Heerenveen memiliki cukup kualitas untuk menghukum kesalahan, terutama ketika Ajax terlalu agresif mendorong banyak pemain ke depan.
Heerenveen Dibayangi Rekor Tandang
Masalah terbesar Heerenveen justru terletak pada performa mereka ketika bermain di luar kandang. Musim lalu, De Superfriezen kalah delapan kali dari 17 pertandingan tandang. Mereka memang mengoleksi enam kemenangan sepanjang musim, tetapi konsistensi di markas lawan masih menjadi persoalan.
Menjelang akhir musim lalu, Heerenveen bahkan gagal mencetak gol dalam dua dari tiga pertandingan tandang terakhir. Rekor tersebut tentu bukan modal ideal untuk menghadapi Ajax di Amsterdam.
Karena itu, Veldman membutuhkan pendekatan yang lebih pragmatis. Heerenveen tidak bisa hanya mengandalkan keberanian menyerang. Mereka harus mampu menjaga struktur pertahanan sekaligus memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan Ajax.
Dylan Vente dan Jacob Trenskow Jadi Ancaman
Dylan Vente menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian. Meskipun gagal mencetak gol pada pertandingan pembuka melawan Twente, ia sebelumnya berada dalam performa impresif dengan enam gol dari empat pertandingan.
Jacob Trenskow juga bisa menjadi pembeda. Ia menciptakan assist untuk gol kemenangan Heerenveen pada pekan pertama dan sebelumnya telah membukukan enam kontribusi gol dalam lima penampilan. Kombinasi keduanya bisa menjadi ujian bagi pertahanan Ajax yang belum sepenuhnya solid.
Di kubu Ajax, Steven Berghuis, Oscar Gloukh, Kasper Dolberg, serta Brandt menjadi nama-nama yang berpotensi menentukan pertandingan. Dolberg diperkirakan menjadi ujung tombak, sementara Brandt dapat menjadi sumber kreativitas tambahan dari lini depan.
Kabar Tim Ajax vs Heerenveen
Ajax tidak lagi diperkuat Mika Godts yang disebut semakin dekat dengan kepindahan ke Paris Saint-Germain. Kehilangan pemain depan tersebut tentu mengurangi opsi serangan, tetapi Ajax masih memiliki cukup banyak pemain berkualitas untuk menutup lubang tersebut.
Daley Blind akan dinilai kondisinya setelah mengalami cedera ringan. Josip Sutalo, Rayane Bounida, Ahmetcan Kaplan yang mengalami masalah lutut, serta Amourricho van Axel Dongen dengan cedera paha diperkirakan absen.
Sementara itu, Heerenveen memiliki daftar cedera yang lebih pendek. Oliver Braude dan Mats Egbring masih akan menjalani penilaian kondisi sebelum pertandingan.
Perkiraan susunan pemain Ajax
Ajax: Ter Stegen; Rosa, Bouwman, Baas, Caio Henrique; Klaassen, Regeer; Berghuis, Dolberg, Brandt.
Perkiraan susunan pemain Heerenveen: Heerenveen: Klaverboer; Petrov, Willemsen, Kersten, Zagaritis; Linday, Proper, Meerveld; Trenskow, Vente, Oyen.
Prediksi skor: Ajax 3-1 Heerenveen.
Secara momentum, Heerenveen tidak datang sebagai tim yang mudah ditaklukkan. Kemenangan atas Twente menunjukkan mereka memiliki fondasi permainan yang cukup baik.
Namun, pertandingan di Amsterdam memiliki konteks berbeda.
Ajax mempunyai kualitas individu lebih tinggi, keuntungan bermain di kandang, serta catatan pertemuan yang sangat dominan. Brandt juga sudah menunjukkan bahwa dirinya bisa langsung memberikan kontribusi sejak awal kedatangannya.
Pertanyaan terbesar bagi Ajax bukan soal kemampuan mencetak gol, melainkan apakah mereka mampu membatasi peluang lawan.
Jika lini belakang mampu tampil lebih disiplin dibandingkan beberapa pertandingan sebelumnya, Ajax seharusnya memiliki cukup senjata untuk mengendalikan permainan.
Ajax diperkirakan akan mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Heerenveen berpotensi mencuri satu gol, tetapi kekuatan lini serang tuan rumah membuat Ajax tetap menjadi favorit kuat untuk mengamankan tiga poin sekaligus membuka musim Eredivisie dengan dua kemenangan beruntun. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi