Prediksi Monza vs Avellino: Tuan Rumah Lebih Diunggulkan, Duel Beraroma Nostalgia

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 05:56 WIB
UNGGULAN: AC Monza akan hadapi Avellino di ajang Coppa Italia (AC Monza)
UNGGULAN: AC Monza akan hadapi Avellino di ajang Coppa Italia (AC Monza)

RADARBANYUWANGI.ID - Monza belum sempat benar-benar mengalihkan fokus ke Serie A ketika tantangan pertama sudah datang dari Coppa Italia. Menjamu Avellino di U-Power Stadium, Jumat, Monza dituntut menjaga momentum sebelum kembali bertarung di kasta tertinggi Italia.

Bagi Monza, laga putaran pertama ini bukan sekadar pertandingan pembuka musim. Ada kesempatan untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi ujian jauh lebih berat: bertandang ke markas juara bertahan Serie A, Inter Milan, pada pekan pertama kompetisi liga.

Monza baru saja memastikan tiket kembali ke Serie A setelah melalui jalur playoff Serie B musim lalu. Mereka finis di posisi ketiga dan akhirnya mengamankan tiket promosi setelah bermain imbang 2-2 secara agregat melawan Catanzaro pada final playoff. Posisi klasemen yang lebih tinggi membuat Monza berhak atas tiket promosi terakhir.

Namun, keberhasilan itu juga diikuti perubahan penting di kursi pelatih. Paolo Bianco tidak lagi menangani tim dan kemudian menerima pekerjaan baru di Pisa. Sebagai gantinya, Monza menunjuk Ivan Juric, pelatih yang sebelumnya pernah menangani AS Roma dan Southampton.

Pergantian tersebut membuat Coppa Italia menjadi panggung menarik untuk melihat bagaimana Juric mulai membentuk identitas tim barunya.

Monza Punya Modal Positif

Secara materi pemain, Monza masih memiliki kedalaman skuad yang cukup menjanjikan. Mereka juga menunjukkan performa pramusim yang relatif positif.

Dalam lima pertandingan terakhir sebelum laga kompetitif, Monza mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Salah satu hasil paling mencolok adalah kemenangan atas Galatasaray.

Catatan tersebut memberikan alasan bagi Monza untuk tampil percaya diri. Apalagi, pertandingan berlangsung di kandang sendiri.

Meski demikian, Juric diperkirakan tidak akan mempertaruhkan seluruh kekuatan terbaiknya. Agenda Serie A sudah menunggu dan lawan pertama mereka adalah Inter Milan di San Siro.

Matteo Pessina kemungkinan tetap menjadi figur penting di lini tengah. Kapten Monza tersebut bukan hanya berfungsi sebagai penghubung antarlini, tetapi juga menjadi salah satu pemain yang memahami karakter klub setelah melalui perjalanan promosi.

Pada pertemuan terakhir kedua tim di Serie B, Monza menang 2-1. Patrick Cutrone dan Pessina menjadi pencetak gol dalam pertandingan Februari tersebut.

Avellino Datang dengan Misi Mengulang Kejutan

Avellino tentu tidak datang sekadar menjadi pelengkap. Klub berjuluk Biancoverdi itu menjalani musim pertama di Serie B setelah promosi dari Serie C dengan hasil yang cukup mengejutkan.

Mereka finis di posisi kedelapan, mengungguli sejumlah klub yang secara tradisi dan kekuatan finansial lebih besar. Namun, perjalanan playoff mereka terhenti pada babak pertama setelah kalah dari Catanzaro, yang kemudian melaju hingga final.

Masalah Avellino pada musim lalu juga terlihat di Coppa Italia. Mereka langsung tersingkir pada babak pendahuluan setelah kalah dari Audace Cerignola.

Kini, Avellino berharap cerita berbeda di bawah pelatih baru. Alessandro Nesta menjadi sosok yang menarik perhatian karena pernah menangani Monza pada sebagian besar musim ketika klub tersebut terdegradasi dari Serie A.

Pertemuan dengan mantan klub membuat laga ini memiliki lapisan cerita tersendiri. Nesta tentu memahami sejumlah karakter pemain Monza, tetapi Juric datang dengan pendekatan baru yang bisa membuat situasinya berbeda.

Perubahan Skuad Monza Jadi Faktor Penting

Monza cukup aktif di bursa transfer. Gustavo Varela, pemain internasional Portugal U-20, berpeluang menjalani debut. Selain itu, Ebenezer Akinsanmiro dari Inter Milan dan Jay Robinson dari Southampton juga bergabung dengan status pinjaman.

Kehadiran pemain-pemain baru membuat pertandingan ini penting bagi Juric untuk menguji kombinasi skuad. Namun, rotasi hampir pasti menjadi bagian dari strategi.

Di kubu Avellino, Dimitris Sounas diproyeksikan memimpin tim sebagai kapten. Luca Di Maggio juga patut mendapat perhatian setelah mencetak gol dalam dua laga uji coba terakhir menghadapi Torino dan Lazio.

Untuk lini depan, Daniel Fila menjadi kandidat utama setelah bergabung dengan status pinjaman dari Venezia. Andrea Favilli, yang pernah memperkuat Monza, menjadi alternatif lainnya.

Perkiraan Susunan Pemain

Monza: Thiam; Kouadio, Delli Carri, Carboni; Birindelli, Akinsanmiro, Pessina, Mangas; Colpani, Mota; Cutrone.

Avellino: Martinelli; Cancellotti, Simic, Izzo, Moruzzi; Sounas, Palumbo, Di Maggio; Russo, Biasci; Fila.

Prediksi: Monza 2-0 Avellino.

Secara kualitas, pertandingan ini seharusnya menjadi milik Monza. Faktor kandang, kedalaman skuad, serta pengalaman bermain di level tertinggi membuat mereka memiliki keuntungan lebih besar.

Avellino bisa memberikan perlawanan, terutama jika Monza melakukan rotasi besar-besaran. Namun, perbedaan kualitas individu kemungkinan tetap menjadi pembeda.

Pemenang pertandingan ini sudah ditunggu salah satu dari Torino atau Carrarese pada putaran kedua awal bulan depan. Karena itu, Monza memiliki motivasi tambahan untuk tidak tergelincir di laga pertama.

Monza kemungkinan akan mengontrol permainan sejak awal, tetapi tidak perlu memaksakan tempo tinggi. Kemenangan tanpa kebobolan justru menjadi skenario ideal bagi Juric untuk membuka era barunya sekaligus menjaga energi tim sebelum menghadapi Inter Milan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Monza vs Avellino prediksi Monza Ivan Juric Alessandro Nesta coppa italia