Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Misi Bintang Kelima Dimulai! 5 Alasan Jerman Bisa Juara Piala Dunia 2026: Momentum Nagelsmann, Wirtz-Musiala hingga Melemahnya Para Favorit

Niklaas Andries • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:13 WIB
TUMPUAN: Florian Wirtz akan jadi andalan timnas Jerman di Piala Dunia 2026
TUMPUAN: Florian Wirtz akan jadi andalan timnas Jerman di Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Jerman. Setelah dua edisi terakhir berakhir dengan kegagalan memalukan di fase grup, Die Mannschaft kini datang dengan wajah baru, kepercayaan diri baru, dan ambisi besar untuk kembali menguasai sepak bola dunia.

Perjalanan mereka akan dimulai pada Minggu (14/6) saat menghadapi debutan Piala Dunia, Curacao, di Houston, Amerika Serikat.

Secara status, skuad asuhan Julian Nagelsmann memang belum ditempatkan sebagai favorit utama seperti Prancis, Brasil, atau Argentina.

Namun, banyak pengamat meyakini Jerman memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menciptakan kejutan dan mengangkat trofi dunia untuk kelima kalinya pada 19 Juli mendatang.

Berikut lima alasan mengapa Jerman layak diperhitungkan sebagai calon juara Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Berbekal Obeng, Pria Surabaya Bobol Toko di Banyuwangi dan Curi Barang Dagangan

1. Datang dengan Momentum Terbaik, Sembilan Kemenangan Beruntun

Tidak banyak tim yang memasuki Piala Dunia dengan modal sekuat Jerman saat ini.

Baca Juga: Jemaah Haji Banyuwangi Kembali Meninggal di Makkah, Total Lima Orang Wafat di Tanah Suci

Kekalahan 0-2 dari Slovakia pada September 2025 menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Setelah hasil buruk tersebut, pasukan Julian Nagelsmann menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di dunia. Mereka menyapu bersih sembilan pertandingan berikutnya dengan kemenangan.

Lebih impresif lagi, kemenangan tersebut tidak hanya diraih melawan lawan-lawan lemah. Jerman mampu mengalahkan Swiss yang sedang berkembang pesat serta Amerika Serikat yang berstatus tuan rumah. Performa itu menunjukkan bahwa Jerman kini jauh lebih matang dibandingkan saat tampil di Piala Dunia 2018 maupun 2022.

Stabilitas permainan, organisasi taktik, dan kepercayaan diri tim terlihat meningkat signifikan. Momentum seperti ini sering menjadi faktor penting dalam perjalanan juara sebuah turnamen besar.

2. Euro 2024 Mengembalikan Kepercayaan Diri Jerman

Meskipun gagal menjadi juara Euro 2024 di kandang sendiri, turnamen tersebut memiliki dampak besar terhadap mental skuad Jerman. Mereka sebenarnya sangat dekat dengan trofi. Banyak pihak meyakini Jerman berpotensi melangkah lebih jauh andai tidak tersingkir secara kontroversial oleh Spanyol pada babak perempat final.

Momen handball Marc Cucurella yang tidak menghasilkan penalti hingga kini masih menjadi bahan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Eropa. Namun terlepas dari kontroversi tersebut, Euro 2024 memberikan sesuatu yang lebih penting bagi Jerman: keyakinan bahwa mereka masih mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.

Baca Juga: MTsN 5 Banyuwangi Turunkan Dua Tim, LCC Wawasan Kebangsaan Kian Bergengsi

Kepercayaan publik yang sempat hilang setelah dua kegagalan beruntun di Piala Dunia mulai kembali tumbuh. Kini, dua tahun setelah turnamen tersebut, Nagelsmann memiliki kesempatan menyempurnakan proses kebangkitan itu di Amerika Utara.

3. Keseimbangan Skuad yang Sulit Ditandingi

Salah satu kekuatan terbesar Jerman terletak pada komposisi pemain yang sangat seimbang. Mereka memiliki kombinasi ideal antara pemain muda berbakat dan sosok senior berpengalaman.

Di lini kreatif, Jerman diperkuat dua talenta terbaik generasi baru Eropa, Florian Wirtz dan Jamal Musiala. Keduanya mampu menghadirkan kreativitas, kecepatan, dan kemampuan menciptakan peluang dari situasi apa pun.

Baca Juga: Lonjakan Wisatawan KNMP Lateng Picu Penataan Parkir, Pemuda Lokal Banyuwangi Dilibatkan

Di sisi lain, pengalaman menjadi aset berharga yang dimiliki pemain seperti Joshua Kimmich, Leon Goretzka, dan Manuel Neuer. Khusus Neuer, penjaga gawang Bayern Munchen itu merupakan satu-satunya pemain yang masih tersisa dari skuad juara dunia 2014.

Pengalamannya menghadapi tekanan di panggung terbesar dunia menjadi modal yang tidak ternilai bagi generasi baru Jerman. Leon Goretzka bahkan meyakini potensi timnya sangat besar.

"Jika kami mampu berkembang sebagai tim selama turnamen berlangsung, maka tidak ada batasan bagi kami," ujar gelandang Bayern Munchen tersebut.

Kombinasi pengalaman dan energi muda inilah yang sering kali menjadi resep sukses tim juara dunia.

4. Jalur Turnamen Sulit Justru Bisa Menjadi Keuntungan

Di atas kertas, jalan yang harus ditempuh Jerman menuju final tidaklah mudah. Mereka berpotensi bertemu tim-tim raksasa seperti Prancis atau Brasil sejak babak gugur awal. Namun justru di situlah peluang besar mereka muncul.

Sejarah menunjukkan bahwa tim yang mampu mengalahkan favorit sejak fase awal biasanya memperoleh dorongan mental luar biasa. Jika Jerman berhasil menyingkirkan Prancis atau Brasil lebih awal, kepercayaan diri skuad Nagelsmann diperkirakan akan melonjak drastis.

Baca Juga: SPMB SMA-SMK Jatim 2026 Dibuka 11 Juni, Siswa Diminta Cermati Aturan Baru Jalur Domisili

Situasi serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2014 ketika Jerman tumbuh semakin kuat setelah melewati berbagai ujian berat hingga akhirnya mengangkat trofi di Brasil.

Selain itu, pengalaman bermain di benua Amerika juga bisa menjadi keuntungan tersendiri. Jerman adalah negara Eropa pertama yang berhasil menjadi juara dunia di Amerika Selatan ketika menaklukkan Brasil pada 2014.

Baca Juga: Jalur Domisili Ditutup, Keluhan Tak Lolos SPMB Membanjiri Sejumlah SMP Negeri

Kemampuan beradaptasi dengan cuaca panas dan kondisi lingkungan yang berbeda telah terbukti menjadi salah satu kekuatan mereka.

5. Para Favorit Datang dengan Banyak Masalah

Mungkin faktor terbesar yang membuka peluang Jerman adalah kondisi para rival utama mereka. Tidak ada satu pun kandidat juara yang benar-benar datang dalam kondisi ideal.

Brasil kehilangan beberapa pemain penting di sektor pertahanan. Inggris menghadapi kontroversi besar setelah Thomas Tuchel mencoret sejumlah pemain kreatif seperti Phil Foden dan Cole Palmer dari skuad akhir.

Portugal masih sangat bergantung kepada Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun. Belanda kehilangan motor serangan mereka, Xavi Simons, karena cedera.

Argentina datang sebagai juara bertahan, tetapi sejarah tidak berpihak kepada mereka. Sejak Brasil mempertahankan gelar pada 1962, tidak ada lagi negara yang mampu mengulang prestasi tersebut. Selain itu, rata-rata usia skuad Albiceleste kini jauh lebih tua dibandingkan saat menjuarai Piala Dunia 2022.

Spanyol memang tampil memukau secara permainan, tetapi banyak pemain mereka belum memiliki pengalaman mendalam di Piala Dunia. Selain itu, Nico Williams dan Lamine Yamal sempat mengalami masalah kebugaran menjelang turnamen.

Baca Juga: Railing Goyang dan Pedestrian Bergelombang, Pasar Banyuwangi Belum Siap Beroperasi

Prancis mungkin memiliki skuad paling mewah secara individu. Namun, justru hal itu berpotensi menjadi masalah. Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah Didier Deschamps mampu menyatukan begitu banyak bintang menjadi sebuah tim yang solid.

Dalam beberapa kesempatan bahkan muncul laporan bahwa Ousmane Dembele meminta Kylian Mbappe bekerja lebih keras membantu pertahanan.

Baca Juga: Voucher Pengerem Penurunan

Situasi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua berjalan sempurna di ruang ganti Les Bleus. Di tengah berbagai persoalan yang dialami para pesaing, kekuatan kolektif Jerman bisa menjadi pembeda utama.

Kesempatan Terbaik Sejak 2014

Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Namun jika melihat performa terkini, keseimbangan skuad, kualitas pelatih, serta kondisi rival-rival utama, Jerman memiliki peluang yang jauh lebih besar dibandingkan perkiraan banyak orang.

Julian Nagelsmann telah berhasil membangun fondasi yang kuat. Florian Wirtz dan Jamal Musiala menjadi simbol generasi baru. Sementara Manuel Neuer, Joshua Kimmich, dan Leon Goretzka menghadirkan pengalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan turnamen.

Jika mampu mempertahankan performa yang mereka tunjukkan sepanjang satu tahun terakhir, bukan tidak mungkin Jerman akan kembali berdiri di puncak dunia dan mengangkat trofi Piala Dunia untuk kelima kalinya.

Dan, misi meraih bintang kelima telah dimulai. (*)

Editor : Niklaas Andries
#jamal musiala #piala dunia 2026 #Florian Wirtz #timnas jerman #julian nagelsmann