Florian Wirtz Dipoles Jadi Jenderal Serangan Liverpool, Andoni Iraola Siapkan Revolusi Peran untuk Musim Baru

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 07:05 WIB
ANDALAN: Florian Wirtz akan jadi jenderal lapangan tengah Liverpool (Liverpool FC)
ANDALAN: Florian Wirtz akan jadi jenderal lapangan tengah Liverpool (Liverpool FC)

RADARBANYUWANGI.ID – Florian Wirtz datang ke Liverpool pada musim panas 2025 dengan status sebagai salah satu transfer terbesar dalam sejarah klub. Namun, musim debut gelandang serang asal Jerman itu di Premier League jauh dari ekspektasi.

Didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer fantastis, Wirtz sempat kesulitan menampilkan permainan eksplosif yang selama bertahun-tahun membuatnya menjadi salah satu playmaker paling berbahaya di Bundesliga.

Tekanan akibat harga transfer yang sangat tinggi membuat kritik berdatangan dari berbagai pihak. Publik Anfield mempertanyakan kontribusi pemain berusia 23 tahun tersebut yang dinilai belum mampu memberikan dampak instan sebagaimana harapan klub.

Meski demikian, Wirtz tidak menyerah. Ia terus berjuang menyesuaikan diri dengan intensitas sepak bola Inggris yang terkenal jauh lebih keras dibanding Bundesliga.

Penampilannya bersama Timnas Jerman pada Piala Dunia 2026 juga menunjukkan bahwa musim yang berat di Inggris meninggalkan beban fisik maupun mental. Kini, harapan baru datang setelah Liverpool memasuki era kepelatihan Andoni Iraola.

Andoni Iraola Siapkan Peran Sentral untuk Florian Wirtz

Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, langsung memberikan sinyal kuat bahwa Florian Wirtz akan menjadi salah satu pilar utama dalam proyek barunya di Anfield.

Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa kualitas Wirtz sangat dibutuhkan dalam sistem permainan yang tengah ia bangun.

"Kami membutuhkan semua pemain, tetapi terutama Florian Wirtz dalam kondisi terbaik. Kami tahu apa yang bisa ia berikan kepada tim dan ia sangat cocok dengan sistem permainan kami," ujar Iraola.

Namun, bukan hanya soal kepercayaan. Iraola juga telah menyiapkan perubahan posisi yang diyakini dapat mengeluarkan seluruh potensi sang pemain.

Alih-alih terus dimainkan melebar di sisi kiri seperti musim sebelumnya, Wirtz diproyeksikan menempati posisi gelandang serang murni atau nomor 10, tepat di belakang penyerang utama.

"Saya melihatnya lebih cocok bermain di belakang striker. Memang sebelumnya ia beberapa kali dimainkan di sisi kiri, tetapi kami akan mulai mengembangkannya pada posisi tersebut," jelas Iraola.

Posisi Nomor 10 Dinilai Lebih Sesuai dengan Karakter Permainan Wirtz

Perubahan tersebut bukan tanpa alasan. Selama membela Bayer Leverkusen maupun Timnas Jerman, Wirtz dikenal sebagai pemain yang paling berbahaya ketika beroperasi di area tengah. Dari posisi itu ia memiliki kebebasan bergerak, menciptakan peluang, sekaligus menusuk langsung ke pertahanan lawan.

Dengan menempatkannya lebih sentral, Liverpool berharap kreativitas, visi bermain, serta kemampuan dribel Wirtz dapat lebih maksimal dibanding ketika dipaksa bermain melebar.

Pemain yang telah mengoleksi 45 penampilan bersama Timnas Jerman itu diyakini akan memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan ritme permainan dan menjadi penghubung utama antara lini tengah dengan lini depan.

Iraola Yakin Wirtz Masih Bisa Berkembang

Kepercayaan Iraola terhadap Wirtz tidak berhenti pada perubahan posisi. Mantan pelatih yang kini memimpin Liverpool tersebut menilai pemain berusia 23 tahun itu masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang.

"Dia adalah pemain yang sangat komplet. Kami akan mencoba menambahkan lebih banyak aspek ke dalam permainannya, meskipun saat ini ia sudah memiliki kualitas yang sangat baik," kata Iraola.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Liverpool tidak hanya ingin mengembalikan performa terbaik Wirtz, tetapi juga membentuknya menjadi sosok yang lebih matang dan dominan dalam permainan.

Kondisi Mental Florian Wirtz Dinilai Sudah Pulih

Salah satu kabar positif bagi Liverpool datang dari kondisi psikologis Wirtz. Kegagalan Jerman tampil maksimal di Piala Dunia 2026 diyakini sempat memengaruhi kepercayaan dirinya. Namun, menurut Iraola, situasi tersebut kini telah berubah.

Pelatih asal Spanyol itu mengaku melihat Wirtz datang ke sesi pramusim dengan semangat baru.

"Pada hari-hari pertama latihan saya melihat kondisi mentalnya sangat baik. Saya berharap ia bisa mengawali musim dengan kuat," ungkap Iraola.

Musim 2026-2027 Jadi Titik Kebangkitan

Perubahan taktik yang disiapkan Iraola berpotensi menjadi titik balik karier Florian Wirtz di Liverpool. Jika mampu beradaptasi dengan peran sebagai gelandang serang utama, mantan bintang Bayer Leverkusen itu berpeluang menjadi pusat kreativitas permainan The Reds sekaligus membungkam kritik yang sempat mengiringi musim debutnya.

Bagi Liverpool, keberhasilan mengoptimalkan Wirtz bukan hanya soal memaksimalkan investasi bernilai besar, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun era baru di bawah kepemimpinan Andoni Iraola.

Dengan sistem yang lebih sesuai dengan karakter permainannya, musim 2026-2027 bisa menjadi momentum bagi Wirtz untuk kembali menunjukkan kualitas yang pernah menjadikannya salah satu talenta terbaik sepak bola Eropa. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Andoni Iraola premier league Liverpool Florian Wirtz bundesliga