Bruno Guimaraes Merapat ke Arsenal, Arteta Siapkan Revolusi Lini Tengah The Gunners

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 06:46 WIB
KE LONCON: Bruno Guimares pindah ke Arsenal (Newxastle United)
KE LONCON: Bruno Guimares pindah ke Arsenal (Newxastle United)

RADARBANYUWANGI.ID – Arsenal semakin serius mengejar tanda tangan gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes. Meski negosiasi belum mencapai kesepakatan final, berbagai indikasi menunjukkan pemain tim nasional Brasil itu semakin dekat berlabuh di Stadion Emirates pada bursa transfer musim panas.

The Gunners dikabarkan telah dua kali mengajukan penawaran kepada Newcastle United. Namun, seluruh proposal tersebut masih ditolak manajemen The Magpies yang belum bersedia melepas salah satu pemain terbaiknya.

Meski demikian, Arsenal belum menyerah. Klub asal London Utara itu disebut siap meningkatkan nilai tawaran hingga sekitar 107,5 juta dolar AS atau setara Rp1,75 triliun (kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS), atau sekitar 80 juta poundsterling.

Langkah agresif tersebut menjadi sinyal kuat bahwa manajemen Arsenal menjadikan Guimaraes sebagai prioritas utama untuk memperkuat sektor tengah jelang musim baru.

Yang semakin memperkuat spekulasi adalah absennya Guimaraes dari rombongan Newcastle United dalam pemusatan latihan pramusim di Spanyol. Keputusan itu memunculkan dugaan bahwa proses kepindahannya sedang memasuki tahap krusial.

Di sisi lain, sang pemain juga diyakini tertarik menerima tantangan baru bersama Arsenal setelah beberapa musim menjadi motor permainan Newcastle.

Arsenal Ingin Tambah Dimensi Permainan

Apabila transfer ini benar-benar terealisasi, Mikel Arteta akan mendapatkan salah satu gelandang paling komplet di Premier League.

Guimaraes dikenal memiliki kemampuan bermain di berbagai peran. Ia sama efektifnya sebagai gelandang bertahan, pengatur serangan dari lini kedua, maupun gelandang box-to-box yang aktif membantu pertahanan sekaligus menyerang.

Fleksibilitas tersebut menjadi aset berharga bagi Arteta yang selama ini dikenal gemar mengubah struktur permainan sesuai kebutuhan pertandingan.

Tak hanya unggul dalam distribusi bola, Guimaraes juga memiliki kemampuan membaca permainan, memenangkan duel, hingga menciptakan peluang dari lini kedua. Kehadirannya diperkirakan dapat meningkatkan kualitas transisi Arsenal, baik saat menyerang maupun bertahan.

Opsi Pertama, Duet Guimaraes dan Declan Rice

Sepanjang musim 2025-2026, Arsenal sukses menjuarai Premier League dengan mengandalkan formasi 4-2-3-1.

Dalam skema tersebut, Declan Rice dan Martin Zubimendi hampir selalu menjadi duet gelandang bertahan yang menopang gelandang serang, sementara dua pemain sayap serta seorang penyerang menjadi ujung tombak serangan.

Declan Rice hampir tidak tergantikan ketika berada dalam kondisi bugar. Karena itu, apabila Guimaraes datang, kemungkinan besar posisi Martin Zubimendi menjadi yang paling terancam. Secara karakter permainan, Guimaraes memang terbiasa bermain dalam formasi dua gelandang bersama Sandro Tonali di Newcastle United.

Namun, ia diberi kebebasan untuk naik membantu serangan, masuk ke kotak penalti lawan, sekaligus menjadi ancaman dari lini kedua. Statistiknya musim lalu membuktikan efektivitas tersebut.

Guimaraes menutup musim Premier League dengan koleksi sembilan gol dan enam assist, sebuah pencapaian impresif bagi seorang gelandang. Namun, skenario ini juga menghadirkan dilema.

Rice memiliki kecenderungan yang sama untuk aktif membantu serangan. Di sisi lain, Arteta juga diperkirakan enggan mengorbankan Zubimendi yang tampil luar biasa pada musim debutnya bersama Arsenal. Karena itu, opsi ini dinilai memungkinkan, tetapi bukan menjadi pilihan paling ideal.

Formasi Tiga Gelandang Jadi Solusi Ideal

Pilihan kedua justru dianggap lebih realistis. Arteta berpotensi mengubah struktur lini tengah menjadi tiga gelandang yang terdiri atas Bruno Guimaraes, Martin Zubimendi, dan Declan Rice. Musim lalu, Zubimendi berkembang menjadi pemain vital dalam sistem Arsenal.

Kemampuannya menjaga tempo permainan, lolos dari tekanan lawan, serta mengalirkan bola secara progresif membuat Arsenal lebih mudah membongkar pertahanan lawan yang bermain rapat.

Dengan kontribusi sebesar itu, sangat kecil kemungkinan Arteta mencadangkan mantan gelandang Real Sociedad tersebut. Sebagai gantinya, Arsenal dapat menghapus peran gelandang serang murni.

Lebar permainan tetap dapat dijaga melalui Gabriel Martinelli dan Bukayo Saka di kedua sisi lapangan. Selain itu, Noni Madueke serta rekrutan anyar Christos Tzolis juga memberikan kedalaman skuad pada sektor sayap.

Martin Odegaard Terancam Kehilangan Posisi

Konsekuensi terbesar dari perubahan taktik tersebut adalah posisi kapten tim, Martin Odegaard. Meski masih menjadi pemimpin di ruang ganti, kontribusi ofensif gelandang Norwegia itu mengalami penurunan dalam dua musim terakhir.

Sepanjang musim lalu, Odegaard hanya mampu mencetak satu gol dan tujuh assist dalam 24 penampilan di Premier League. Produktivitas tersebut jauh di bawah ekspektasi seorang gelandang kreatif yang sebelumnya menjadi motor utama serangan Arsenal.

Sebaliknya, Bruno Guimaraes tampil jauh lebih produktif dengan torehan sembilan gol dan enam assist. Martin Zubimendi juga memberikan kontribusi lima gol dan satu assist, sedangkan Declan Rice mencatat empat gol serta tujuh assist.

Data tersebut menunjukkan bahwa Arsenal berpotensi mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas lini tengah tanpa harus bergantung pada satu gelandang serang tradisional.

Arteta Siapkan Evolusi Taktik Arsenal

Apabila transfer Bruno Guimaraes benar-benar terwujud, Arsenal diprediksi tidak sekadar menambah kualitas individu.

Kehadiran gelandang berusia 28 tahun itu berpotensi menjadi awal evolusi taktik Mikel Arteta menuju sistem tiga gelandang yang lebih dinamis, agresif, sekaligus fleksibel menghadapi berbagai karakter lawan.

Dengan kedalaman skuad yang semakin merata dan kualitas lini tengah yang meningkat, Arsenal tampaknya ingin memastikan dominasi mereka di Premier League tidak berhenti hanya pada satu gelar. Kedatangan Guimaraes bisa menjadi kepingan terakhir untuk membangun tim yang semakin komplet dalam perburuan trofi domestik maupun Liga Champions musim 2026-2027. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
transfer arsenal bruno guimares newcastle united mikel arteta liga inggris