Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Inggris dapat Angin Segar! Thomas Tuchel Berpeluang Turunkan Skuad Terbaik saat Tantang Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Selasa, 14 Juli 2026 | 08:45 WIB
KABAR BAIK: Thomas Tuchel bisa mainkan skuad terbaiknya saat Inggris hadapi Argentina di babak semifinal Piala Dunia 2026
KABAR BAIK: Thomas Tuchel bisa mainkan skuad terbaiknya saat Inggris hadapi Argentina di babak semifinal Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan panggung impian. Inggris akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit di Atlanta, Rabu (16/7).

Menjelang laga hidup-mati tersebut, pelatih Thomas Tuchel akhirnya mendapat kabar yang selama beberapa hari terakhir paling dinantikannya: kondisi Nico O'Reilly ternyata tidak seburuk yang sempat dikhawatirkan.

Bek kiri muda Manchester City itu diperkirakan sudah dapat mengikuti latihan penuh bersama skuad Inggris. Artinya, peluang O'Reilly kembali mengisi starting XI melawan Argentina terbuka sangat lebar.

Kabar ini menjadi suntikan moral bagi The Three Lions yang sedang menikmati momentum positif setelah menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di fase perempat final.

Namun, kemenangan tersebut sempat dibayangi kecemasan. O'Reilly harus meninggalkan lapangan pada menit ke-86 setelah merasakan gangguan pada hamstring. Saat itu, pemain berusia 21 tahun tersebut bahkan memberi isyarat kepada bangku cadangan agar segera diganti.

Kekhawatiran sempat muncul karena O'Reilly merupakan salah satu pemain paling konsisten di lini belakang Inggris sepanjang turnamen. Ia dipercaya menjadi starter dalam lima dari enam pertandingan Piala Dunia 2026 dan berkembang menjadi salah satu penemuan terbesar Thomas Tuchel.

Beruntung bagi Inggris, hasil pemeriksaan menunjukkan cedera hamstring yang dialaminya tidak tergolong serius. Selama tidak mengalami kendala dalam sesi latihan, O'Reilly diperkirakan tetap menjadi pilihan utama di sektor kiri pertahanan.

Djed Spence memang tampil menggantikan O'Reilly saat menghadapi Norwegia dan siap menjadi opsi alternatif. Namun, pengalaman O'Reilly dalam sistem permainan Tuchel membuat posisinya masih sulit tergeser.

Declan Rice Ikut Bawa Kabar Positif

Bukan hanya O'Reilly yang mulai pulih. Gelandang Arsenal Declan Rice juga dipastikan berada di jalur pemulihan setelah sempat terserang penyakit beberapa hari sebelum laga perempat final.

Rice bahkan dikabarkan harus menjalani istirahat total selama tiga hari sehingga kebugarannya belum sepenuhnya ideal ketika menghadapi Norwegia. Ia akhirnya hanya bermain selama babak pertama.

Kini situasinya jauh lebih baik. Rice diproyeksikan mengikuti latihan penuh dan siap kembali menjadi motor permainan Inggris saat menghadapi Argentina.

Kehadiran Rice memiliki arti vital. Selain menjadi pelindung lini belakang, ia juga menjadi penghubung utama dalam distribusi bola dari area pertahanan menuju lini serang.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Baru

Meski mendapat tambahan tenaga dari pulihnya beberapa pemain, Tuchel belum bisa sepenuhnya bernapas lega.

Harry Kane, Elliot Anderson, Marc Guehi, dan John Stones masih terus dipantau tim medis setelah menghabiskan 120 menit pertandingan melawan Norwegia di bawah suhu panas dan kelembapan tinggi di Miami.

Guehi sebelumnya juga sempat mengalami masalah ringan pada hamstring sehingga melewatkan beberapa sesi latihan. Sementara itu, John Stones baru mengumpulkan total 35 menit bermain sepanjang turnamen sebelum tampil penuh pada laga perempat final.

Walaupun demikian, duet Guehi dan Stones masih berpeluang dipertahankan sebagai tembok utama pertahanan Inggris. Di sisi kanan, Ezri Konsa kembali berpeluang mengisi posisi starter apabila Reece James belum pulih sepenuhnya.

Argentina Sama-sama Terkuras

Menariknya, bukan hanya Inggris yang harus bertarung hingga babak tambahan. Argentina juga dipaksa bermain lebih dari 90 menit sebelum akhirnya menyingkirkan Swiss dengan kemenangan 3-1 pada babak perempat final. Kondisi tersebut membuat kedua tim sama-sama datang dengan tingkat kelelahan yang hampir seimbang.

Thomas Tuchel dijadwalkan memberikan pembaruan kondisi skuad dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan. Dari sesi itulah publik Inggris akan mengetahui apakah seluruh pemain intinya benar-benar siap tampil pada laga terbesar mereka di Piala Dunia 2026.

Momentum Inggris Sedang Naik, tetapi Argentina Tetap Ujian Terbesar

Pulihnya Nico O'Reilly dan Declan Rice memberikan dimensi berbeda bagi permainan Inggris. O'Reilly menawarkan keseimbangan antara bertahan dan menyerang dari sisi kiri, sedangkan Rice menjadi fondasi utama dalam menjaga tempo, memutus serangan lawan, sekaligus mengalirkan bola ke lini depan.

Yang tak kalah penting, kabar positif ini membuat Thomas Tuchel memiliki keleluasaan menyusun komposisi terbaik tanpa harus mengubah struktur permainan yang sudah terbentuk sejak fase grup.

Meski demikian, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Argentina merupakan tim yang terbiasa bermain dalam tekanan dan memiliki pengalaman menghadapi laga-laga besar. Faktor efektivitas memanfaatkan peluang, disiplin bertahan, serta kebugaran pada 30 menit terakhir kemungkinan besar akan menjadi pembeda.

Jika Inggris mampu mempertahankan intensitas permainan seperti saat menyingkirkan Norwegia sekaligus memaksimalkan kebugaran para pemain yang baru pulih, peluang menembus final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966 akan terbuka. Namun, sedikit saja kehilangan konsentrasi saat menghadapi Argentina, mimpi tersebut bisa sirna dalam sekejap. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#semifinal piala dunia 2026 #inggris vs argentina #nico o'reilly #Declan Rice #thomas tuchel