RADARBANYUWANGI.ID - Pertarungan hidup-mati tersaji saat Selandia Baru menghadapi Belgia pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Jumat malam waktu setempat. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk mengamankan tempat di babak 32 besar.
Belgia datang ke pertandingan ini dengan status belum terkalahkan dalam dua laga awal. Namun, hasil imbang beruntun membuat posisi mereka belum aman. Tim asuhan Rudi Garcia sadar bahwa tambahan satu poin saja berpotensi tidak cukup untuk membawa mereka lolos.
Di atas kertas, Belgia masih menjadi favorit berkat kualitas individu yang mereka miliki. Akan tetapi, performa mereka sepanjang turnamen belum meyakinkan. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Mesir, Belgia kembali gagal meraih kemenangan ketika ditahan Iran tanpa gol.
Hasil tersebut membuat Romelu Lukaku dan kawan-kawan wajib mengalahkan Selandia Baru jika ingin memastikan posisi dua besar grup tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.
Meski begitu, situasi grup tetap bisa membuat Belgia finis sebagai runner-up apabila Mesir mampu menundukkan Iran. Namun, posisi kedua juga tidak sepenuhnya buruk karena berpotensi mempertemukan mereka dengan Australia atau Paraguay di fase berikutnya. Fokus utama Belgia saat ini tetap sederhana: menang dan lolos.
Belgia Masih Mencari Performa Terbaik
Ekspektasi tinggi selalu mengiringi Belgia dalam setiap turnamen besar. Namun, kegagalan mereka di dua ajang mayor sebelumnya membuat publik mulai meragukan kemampuan generasi emas terakhir Setan Merah.
Meski belum kalah dalam 15 pertandingan terakhir sejak Maret 2025 dengan catatan sembilan kemenangan dan enam hasil imbang, permainan Belgia masih jauh dari kata konsisten.
Kehadiran Romelu Lukaku menjadi harapan utama di lini depan. Striker veteran itu memberi dampak besar saat masuk sebagai pemain pengganti melawan Mesir dan diprediksi kembali menjadi andalan sejak menit pertama.
Dukungan dari Kevin De Bruyne, Leandro Trossard, dan Youri Tielemans membuat Belgia tetap memiliki daya ledak yang sulit ditandingi lawan.
Selandia Baru Memburu Sejarah
Di sisi lain, Selandia Baru masih menyimpan peluang mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Tim berjuluk All Whites sempat menunjukkan performa menjanjikan. Mereka dua kali unggul saat menghadapi Iran, tetapi gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas bermain imbang 2-2.
Selandia Baru kemudian kembali tampil impresif ketika menghadapi Mesir. Mereka bahkan unggul lebih dulu sebelum kebobolan tiga gol dalam rentang 24 menit dan akhirnya menyerah.
Pelatih Darren Bazeley tentu berharap anak asuhnya mampu menjaga konsentrasi hingga akhir pertandingan. Sebab, masalah terbesar mereka sejauh ini adalah kegagalan mempertahankan momentum setelah unggul.
Catatan pertahanan juga menjadi perhatian serius. Selandia Baru belum mencatatkan clean sheet sejak menang 1-0 atas Pantai Gading pada Juni 2025.
Kabar Tim
Belgia mendapatkan tambahan tenaga setelah Jeremy Doku kembali bergabung dengan skuad usai menghadiri kelahiran anak pertamanya di London. Namun, belum pasti apakah winger Manchester City itu langsung dimainkan sejak awal.
Di sektor pertahanan, Arthur Theate berpeluang menggantikan Nathan Ngoy yang harus menjalani hukuman larangan bermain akibat kartu merah saat melawan Iran.
Sementara itu, Selandia Baru kemungkinan besar mempertahankan susunan pemain yang sama seperti saat menghadapi Mesir.
Meski belum mencetak gol dalam dua pertandingan pertama, Chris Wood tetap menjadi ancaman utama. Penyerang Nottingham Forest tersebut tercatat menyumbang dua assist untuk gol Elijah Just saat menghadapi Iran.
Prediksi Susunan Pemain
Selandia Baru (4-2-3-1): Crocombe; Payne, Surman, Boxall, Cacace; Stamenic, Bell; McCowatt, Singh, Just; Wood.
Belgia (4-2-3-1): Courtois; Meunier, Theate, Mechele, De Cuyper; Raskin, Tielemans; Saelemaekers, De Bruyne, Trossard; Lukaku.
Prediksi skor: Selandia Baru 1-2 Belgia
Selandia Baru beberapa kali menunjukkan kemampuan memulai pertandingan dengan agresif dan berpotensi merepotkan Belgia sejak menit awal.
Namun, kualitas individu, pengalaman, serta tekanan untuk lolos diperkirakan menjadi faktor pembeda. Belgia memiliki lebih banyak pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan dalam momen krusial. (*)
Editor : Niklaas Andries