RADARBANYUWANGI.ID - Pertarungan sengit akan tersaji di Lincoln Financial Field, Sabtu (27/6), saat Kroasia dan Ghana saling berhadapan dalam laga penentuan Grup L Piala Dunia 2026. Kedua tim hanya terpaut satu poin dan satu posisi di klasemen, membuat duel ini layaknya final sebelum waktunya.
Bagi Ghana, hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar. Sebaliknya, Kroasia tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan jika ingin menghindari nasib bergantung pada hasil tim lain.
Modric Ukir Rekor, Kroasia Masih Punya Peluang Juara Grup
Kapten Kroasia Luka Modric kembali mencatatkan sejarah dengan tampil untuk ke-200 kalinya bersama tim nasional. Momen spesial itu terasa semakin sempurna setelah Kroasia mengalahkan Panama 1-0 pada pertandingan sebelumnya.
Gol tunggal Ante Budimir menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat. Meski Panama melepaskan lebih banyak tembakan tepat sasaran dibanding Kroasia, efektivitas penyelesaian akhir Budimir berhasil menyelamatkan pasukan Zlatko Dalic.
Kemenangan tersebut menjaga peluang Kroasia untuk melaju ke fase gugur. Jika berhasil mengalahkan Ghana, Kroasia minimal akan finis sebagai runner-up Grup L dan bahkan berpeluang menjadi juara grup apabila Inggris gagal menang atas Panama.
Namun, hasil imbang tidak akan cukup bagi finalis Piala Dunia 2018 itu. Kroasia tetap akan berada di bawah Ghana dalam perolehan poin dan tertinggal dari Inggris dalam perhitungan head-to-head.
Meski demikian, ada perkembangan positif dari lini belakang Kroasia. Setelah kebobolan dalam tujuh pertandingan beruntun, mereka akhirnya mencatat clean sheet saat menghadapi Panama.
Ghana Tahan Inggris, Selangkah Lagi ke Babak Gugur
Di kubu Ghana, hasil imbang tanpa gol melawan Inggris terasa seperti sebuah kemenangan besar. The Black Stars tampil luar biasa disiplin saat menghadapi tekanan sepanjang pertandingan. Mereka hanya menguasai bola sekitar 21 persen, tetapi berhasil meredam seluruh serangan pasukan Thomas Tuchel.
Penampilan solid lini belakang Ghana bahkan mendapat pujian langsung dari pelatih Inggris yang menyebut pertahanan Ghana sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia hadapi.
Ghana sebenarnya juga memiliki alasan untuk kecewa. Mereka merasa layak mendapatkan hadiah penalti setelah Prince Kwabena Adu dijatuhkan Ezri Konsa di area terlarang, tetapi wasit memilih melanjutkan permainan.
Kini Ghana hanya kalah selisih gol dari Inggris di klasemen. Artinya, satu poin tambahan saat menghadapi Kroasia sudah cukup untuk membawa mereka kembali ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak pencapaian bersejarah menembus perempat final pada 2010.
Brandon Thomas-Asante Jadi Ancaman Tersembunyi
Salah satu pemain yang layak mendapat sorotan adalah Brandon Thomas-Asante. Penyerang Coventry City tersebut mencetak 13 gol di Championship dan berperan besar membawa klubnya promosi ke Premier League setelah penantian 25 tahun.
Meski baru mengoleksi satu gol dari tujuh penampilan internasional, gaya bermain agresif, kekuatan fisik, serta insting mencetak gol di kotak penalti membuatnya berpotensi menjadi pembeda dalam laga penting ini.
Namun, Ghana masih memiliki masalah yang belum terselesaikan. Mereka belum mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama dalam dua pertandingan Piala Dunia 2026. Lambat panas bisa menjadi bumerang saat menghadapi Kroasia yang dipastikan tampil menyerang sejak menit awal.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Kroasia
Dalam dua laga Grup L, Kroasia meraih satu kemenangan dan satu kekalahan. Konsistensi masih menjadi persoalan karena mereka belum pernah mencatat dua kemenangan beruntun sepanjang tahun 2026.
Ghana
Ghana datang dengan modal lebih stabil. Mereka belum terkalahkan di Piala Dunia 2026 setelah menang atas Panama dan menahan Inggris. Namun secara keseluruhan, mereka hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir.
Kabar Tim
Kroasia tidak memiliki masalah cedera menjelang pertandingan krusial ini. Zlatko Dalic justru menghadapi dilema dalam menentukan penyerang utama. Ante Budimir tampil sebagai pahlawan kemenangan setelah masuk dari bangku cadangan melawan Panama dan berpeluang menggusur Petar Musa dari susunan starter.
Di lini tengah, Martin Baturina kembali menjadi andalan. Gelandang kreatif tersebut mencatat enam dribel sukses dan memenangi tujuh pelanggaran saat melawan Panama, statistik yang terakhir kali dicatat Diego Maradona dalam pertandingan Piala Dunia pada 1982.
Sementara itu, Ghana kemungkinan kembali mengandalkan Benjamin Asare di bawah mistar. Kiper Hearts of Oak tampil gemilang saat menggantikan Lawrence Ati Zigi dengan melakukan tiga penyelamatan penting melawan Inggris.
Pelatih Carlos Queiroz juga diperkirakan dapat menurunkan seluruh pemain terbaiknya setelah tidak ada tambahan cedera berarti dari laga sebelumnya.
Prediksi Susunan Pemain
Kroasia (4-2-3-1): Livakovic; Stanisic, Pongracic, Sutalo, Gvardiol; Kovacic, Modric; Baturina, Pasalic, Perisic; Budimir.
Ghana (4-3-3): Asare; Senaya, Adjetey, Opoku, Mensah; Yirenkyi, Partey, Sibo; Williams, Ayew, Semenyo.
Prediksi skor: Kroasia 1-0 Ghana
Ghana kemungkinan akan menerapkan strategi yang sama seperti saat menahan Inggris, yakni bertahan rapat dan menunggu peluang serangan balik.
Namun situasi pertandingan kali ini berbeda. Kroasia wajib menang sehingga akan tampil lebih agresif dan mengambil risiko lebih besar dalam menyerang.
Dengan kualitas pemain yang lebih berpengalaman serta momentum positif setelah mengalahkan Panama, Kroasia memiliki peluang sedikit lebih besar untuk memecah kebuntuan dan mengamankan tiket ke babak 32 besar. (*)
Editor : Niklaas Andries