RADARBANYUWANGI.ID – Timnas Jerman menghadapi ujian terakhir di fase grup Piala Dunia 2026 saat berjumpa Ekuador pada laga pamungkas Grup E. Meski sudah memastikan diri lolos sebagai juara grup, Die Mannschaft tetap mengincar kemenangan demi menjaga rekor impresif sekaligus menorehkan catatan bersejarah.
Pertandingan Ekuador versus Jerman dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Jumat (26/6/2026) pukul 03.00 WIB. Duel ini mempertemukan dua tim dengan kondisi yang bertolak belakang. Jerman datang dengan status tim paling produktif di turnamen, sedangkan Ekuador masih berjuang mencetak gol pertamanya.
Tim asuhan Julian Nagelsmann tampil meyakinkan sejak awal turnamen. Mereka membuka perjalanan di Grup E dengan menghancurkan Curacao 7-1 sebelum melakukan comeback untuk menundukkan Pantai Gading 2-1.
Hasil tersebut memastikan Jerman finis sebagai pemuncak klasemen Grup E. Namun, laga terakhir tetap memiliki arti penting. Jika mampu mengalahkan Ekuador, Die Mannschaft akan mencatatkan kemenangan ke-12 secara beruntun di semua ajang sekaligus menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah mereka.
Tak hanya itu, kemenangan akan membuat Jerman menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2006 ketika mereka menjadi tuan rumah.
Menariknya, performa Jerman sejauh ini dinilai belum sepenuhnya mencapai level terbaik. Meski demikian, efektivitas lini depan menjadi pembeda. Florian Wirtz dan kawan-kawan sudah mengoleksi sembilan gol, terbanyak dibanding seluruh peserta Piala Dunia 2026 hingga fase grup memasuki pertandingan terakhir.
Meski demikian, Nagelsmann masih memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan. Jerman tercatat kebobolan lima gol dalam enam pertandingan terakhir dan belum mampu mencatat clean sheet pada delapan laga Piala Dunia beruntun sejak mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2014.
Di sisi lain, Ekuador datang dengan tekanan yang jauh lebih besar. La Tri saat ini berada di peringkat ketiga Grup E setelah hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan.
Ekuador mengawali turnamen dengan kekalahan 0-1 dari Pantai Gading sebelum bermain imbang tanpa gol melawan Curacao. Situasi tersebut membuat mereka berada di ambang eliminasi.
Secara matematis, kemenangan atas Jerman menjadi jalan paling realistis untuk mengamankan tiket menuju babak 32 besar. Hasil imbang hanya menghasilkan dua poin dan kemungkinan besar tidak cukup untuk membawa mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Masalah terbesar Ekuador justru berada di lini serang. Dalam dua pertandingan awal, mereka gagal mencetak satu gol pun. Jika tren tersebut berlanjut, Ekuador berpotensi menorehkan catatan negatif sebagai negara Amerika Selatan berikutnya yang tampil di Piala Dunia tanpa mencetak gol, menyusul Bolivia pada edisi 1930 dan 1950.
Pelatih Sebastian Beccacece diperkirakan kembali mengandalkan duet Gonzalo Plata dan Enner Valencia di lini depan. Keduanya diharapkan mampu memecah kebuntuan yang sejauh ini masih menghantui La Tri.
Sementara itu, Jerman diprediksi tetap menurunkan komposisi kompetitif meski sudah mengamankan posisi puncak grup. Nagelsmann diyakini ingin menjaga momentum positif sekaligus memastikan timnya memasuki fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi.
Dengan rekor yang dipertaruhkan di kubu Jerman dan peluang lolos yang menjadi taruhannya bagi Ekuador, laga di MetLife Stadium dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi. Die Mannschaft ingin terus menulis sejarah, sementara La Tri berusaha bertahan hidup di panggung terbesar sepak bola dunia.
Prediksi Susunan Pemain
Ekuador (3-5-2):
Hernan Galindez; Joel Ordonez, Willian Pacho, Piero Hincapie; John Yeboah, Alan Franco, Jordy Caicedo, Pedro Vite, Pervis Estupinan; Gonzalo Plata, Enner Valencia.
Pelatih: Sebastian Beccacece.
Jerman (4-2-3-1):
Oliver Baumann; Waldemar Anton, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, David Raum; Leon Goretzka, Angelo Stiller; Jamie Leweling, Nadiem Amiri, Maximilian Beier; Deniz Undav.
Pelatih: Julian Nagelsmann.
Editor : Ali Sodiqin