RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan duel menarik di Grup C saat Haiti berhadapan dengan Skotlandia di Boston Stadium, Massachusetts, Minggu (15/6) waktu setempat. Kedua tim sama-sama datang dengan ambisi besar setelah lama absen dari panggung sepak bola dunia.
Bagi Haiti, turnamen ini menjadi penampilan pertama mereka di Piala Dunia setelah penantian selama 52 tahun. Sementara itu, Skotlandia kembali ke ajang empat tahunan tersebut dengan target menghapus catatan buruk yang terus menghantui mereka di turnamen besar.
Haiti Ingin Melampaui Kenangan Kelam 1974
Haiti terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1974 di Jerman Barat. Saat itu, Les Grenadiers gagal meraih poin setelah menelan tiga kekalahan dan kebobolan 14 gol sepanjang fase grup.
Kini, generasi baru Haiti datang dengan semangat berbeda. Mereka memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 yang diperluas menjadi 48 peserta setelah mencatat enam kemenangan dan dua hasil imbang dalam 10 pertandingan kualifikasi zona CONCACAF.
Keberhasilan Haiti terasa semakin istimewa karena mereka harus menghadapi berbagai persoalan di luar lapangan. Situasi keamanan yang belum stabil di negara mereka memaksa seluruh laga kandang dimainkan sekitar 800 kilometer dari tanah air, tepatnya di Curaçao. Bahkan pelatih Sebastien Migne belum pernah menginjakkan kaki di Haiti sejak ditunjuk 18 bulan lalu.
Meski berstatus sebagai negara dengan peringkat FIFA ke-83 dunia dan menjadi peserta dengan ranking terendah kedua di Piala Dunia 2026, Haiti sempat menunjukkan potensi dengan kemenangan telak 4-0 atas Selandia Baru pada laga uji coba awal Juni.
Namun, hasil negatif kembali menghampiri setelah mereka kalah 1-2 dari Peru dalam pertandingan pemanasan terakhir sebelum berangkat ke Amerika Serikat.
Karena harus menghadapi Brasil dan Maroko pada dua laga berikutnya, kemenangan atas Skotlandia menjadi target mutlak apabila Haiti ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Skotlandia Usung Ambisi Besar
Di kubu lawan, Skotlandia datang dengan beban sekaligus motivasi besar. Mereka akan menjalani penampilan kesembilan di Piala Dunia dan secara unik kembali satu grup dengan Brasil serta Maroko, dua negara yang pernah menyingkirkan mereka pada Piala Dunia 1998.
Pasukan Steve Clarke lolos ke putaran final setelah menjuarai grup kualifikasi UEFA. Mereka memastikan tiket secara dramatis berkat kemenangan 4-2 atas Denmark yang ditentukan dua gol pada masa tambahan waktu dari Kieran Tierney dan Kenny McLean.
Clarke yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun sempat melihat timnya kalah beruntun dari Jepang dan Pantai Gading pada Maret lalu. Namun performa Skotlandia membaik menjelang turnamen setelah menghancurkan Curaçao 4-1 dan Bolivia 4-0 dalam dua laga persahabatan terakhir.
Jika mampu mencetak empat gol lagi ke gawang Haiti, Skotlandia akan mengulang catatan langka yang terakhir terjadi pada periode 1928-1929, yakni meraih tiga kemenangan beruntun dengan masing-masing mencetak minimal empat gol.
Lebih dari itu, The Tartan Army bertekad mengakhiri kutukan panjang di turnamen besar. Dalam 12 penampilan sebelumnya di Piala Dunia dan Piala Eropa, mereka selalu gagal melewati fase grup.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Haiti tidak memiliki masalah cedera berarti. Pelatih Sebastien Migne diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-4-2 yang dipakai saat menghadapi Selandia Baru dan Peru.
Kapten sekaligus penjaga gawang veteran Johny Placide yang kini berusia 38 tahun akan menjadi andalan di bawah mistar. Di lini depan, harapan besar bertumpu pada Duckens Nazon yang telah mencetak rekor 44 gol dari 78 pertandingan internasional.
Penyerang Sunderland Wilson Isidor juga diprediksi tampil sejak menit pertama bersama Nazon. Di kubu Skotlandia, Billy Gilmour dipastikan absen akibat cedera lutut. Selain itu, gelandang andalan Scott McTominay serta bek Scott McKenna masih diragukan setelah mengalami gangguan kesehatan ringan.
Meski demikian, Steve Clarke masih memiliki sejumlah opsi berkualitas seperti Lewis Ferguson, Kenny McLean, Ryan Christie, hingga talenta muda Manchester United Tyler Fletcher.
Duet lini depan kemungkinan akan diisi Che Adams dan Lawrence Shankland. Nama terakhir tengah berada dalam performa impresif setelah terlibat langsung dalam empat gol Skotlandia pada dua laga pemanasan terakhir.
Sementara di posisi penjaga gawang, Angus Gunn diperkirakan mendapat kepercayaan tampil sejak awal dibanding Craig Gordon yang berusia 43 tahun dan berstatus pemain tertua di Piala Dunia 2026.
Perkiraan Susunan Pemain
Haiti (4-4-2): Placide; Arcus, Ade, Delcroix, Experience; Deedson, Jean Jacques, Bellegarde, Providence; Isidor, Nazon.
Skotlandia (4-4-2): Gunn; Hickey, Hanley, Souttar, Robertson; Doak, McTominay, Ferguson, McGinn; Adams, Shankland.
Prediksi skor: Haiti 1-2 Skotlandia.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi kedua tim untuk mengumpulkan poin sebelum menghadapi lawan-lawan berat di Grup C. Namun jika melihat kualitas skuad, pengalaman internasional, dan performa terkini, Skotlandia memiliki keunggulan yang cukup signifikan.
Meski Haiti berpotensi memberikan perlawanan sengit, kekuatan lini serang Skotlandia yang dipimpin Lawrence Shankland, Che Adams, dan Scott McTominay diyakini mampu menjadi pembeda.
Kemenangan tersebut berpotensi menjadi kemenangan pertama Skotlandia di Piala Dunia sejak edisi 1990 sekaligus membuka peluang mereka mencetak sejarah dengan menembus fase gugur untuk pertama kalinya. (*)
Editor : Niklaas Andries